43 Desa di Aceh Barat Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi hingga Jembatan Rusak!

43 Desa di Aceh Barat Terendam Banjir, Ratusan Warga Mengungsi hingga Jembatan Rusak!

Aceh Barat – Banjir melanda Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (31/10/2026). Luapan Sungai Krueng Meureubo dan Krueng Woyla menyebabkan permukiman warga di 43 desa yang tersebar di 10 kecamatan terendam banjir. Berdasarkan data BPBD Aceh Barat pada 2 November 2026, sebanyak 135 kepala keluarga atau sekitar 600 jiwa terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Sejumlah wilayah terdampak meliputi Kecamatan Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan. Genangan tidak hanya memasuki rumah warga, tetapi juga mengganggu akses transportasi dan fasilitas umum. Di Desa Sikundo, badan jalan serta pagar sekolah dilaporkan tergerus arus banjir. Sementara itu, jembatan gantung penghubung Desa Kajeung dan Tungkop di Kecamatan Sungai Mas mengalami kerusakan.

Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Aceh Barat mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan, pendataan kerusakan, serta membantu penanganan masyarakat terdampak. Koordinasi juga dilakukan bersama TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Sebanyak 24 sekolah, terdiri dari 20 SD dan empat SMP, turut terdampak sehingga kegiatan belajar mengajar sempat ditiadakan. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir tidak hanya mengganggu tempat tinggal, tetapi juga aktivitas pendidikan dan perekonomian warga.

Memasuki Selasa (3/11/2026), BPBD Aceh Barat menyatakan genangan banjir di seluruh lokasi terdampak telah surut. Warga mulai membersihkan rumah dari lumpur dan sisa genangan. Meski demikian, akses jalan menuju Desa Sikundo masih memerlukan perhatian karena sulit dilalui. BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai petir yang masih dapat terjadi pada sore hingga dini hari. Surutnya air menjadi awal pemulihan, tetapi perbaikan infrastruktur dan pemulihan aktivitas masyarakat masih menjadi pekerjaan penting.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/43-desa-di-aceh-barat-terendam-banjir-ratusan-warga-mengungsi-hingga-jembatan-rusak

Petani Tak Cuma Butuh Cangkul! Ada Teknologi yang Bisa Mengubah Cara Mengelola Usaha Tani

Petani Tak Cuma Butuh Cangkul! Ada Teknologi yang Bisa Mengubah Cara Mengelola Usaha Tani

Dunia pertanian terus menghadapi berbagai tantangan yang tidak hanya berkaitan dengan proses menanam dan memanen. Petani dan pelaku usaha pertanian juga perlu mengelola banyak hal, mulai dari aktivitas budidaya, pencatatan hasil kegiatan, hingga hubungan dengan mitra. Jika seluruh informasi masih disimpan secara manual, pengelolaan data bisa menjadi kurang praktis dan menyulitkan proses pemantauan perkembangan usaha. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian membutuhkan dukungan teknologi yang mampu membantu pekerjaan menjadi lebih terorganisasi.

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi mulai menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha pertanian. Data yang tersimpan secara terstruktur dapat membantu pelaku usaha memahami perkembangan kegiatan, melakukan evaluasi, serta mengatur koordinasi dengan mitra. Bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, penggunaan sistem digital juga dapat menjadi langkah untuk mempersiapkan usaha pertanian agar lebih siap menghadapi kebutuhan bisnis yang semakin berkembang.

Melihat kebutuhan tersebut, Panen Raya dari PT Bengkel Web Indonesia (BWI) hadir sebagai platform digital yang dirancang untuk mendukung pengelolaan ekosistem pertanian dan peternakan. Aplikasi ini membantu pengguna mengelola aktivitas budidaya secara digital, termasuk pencatatan kegiatan harian dan pengelolaan master data kemitraan. Panen Raya juga mendukung proses aktivasi mitra secara digital sehingga informasi kemitraan dapat tersusun lebih rapi dan mudah dikelola dalam satu platform.

Melalui Panen Raya, petani dan pelaku usaha pertanian memiliki alternatif untuk meninggalkan pola pencatatan yang sepenuhnya manual menuju pengelolaan berbasis data. Kehadiran sistem ini diharapkan membantu proses pemantauan aktivitas, pengorganisasian informasi, serta koordinasi kemitraan agar lebih terstruktur. Dengan menggabungkan pengelolaan kegiatan budidaya dan data mitra dalam satu platform, Panen Raya menjadi solusi digital yang menarik untuk mendukung pertanian lebih modern, terukur, dan siap berkembang. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui panenrayakita.id.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/petani-tak-cuma-butuh-cangkul-ada-teknologi-yang-bisa-mengubah-cara-mengelola-usaha-tani

Izin Distributor, Jual Eceran! 15 Toko Miras di Surabaya Disegel, 40 Titik Diawasi

Izin Distributor, Jual Eceran! 15 Toko Miras di Surabaya Disegel, 40 Titik Diawasi

SURABAYA – Peredaran minuman keras (miras) yang tidak sesuai ketentuan perizinan menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah memasukkan 40 titik penjualan minuman beralkohol ke dalam daftar pengawasan. Dari puluhan lokasi tersebut, sebanyak 15 toko telah disegel karena terbukti melakukan pelanggaran. Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan intensif yang berlangsung selama sekitar satu bulan terakhir.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irna Pawanti, menjelaskan bahwa pelanggaran yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan ketidaksesuaian izin usaha. Sejumlah tempat memiliki izin sebagai subdistributor, tetapi dalam praktiknya justru melayani penjualan secara eceran. Pemeriksaan dilakukan secara acak pada waktu-waktu tertentu agar petugas dapat menemukan aktivitas perdagangan yang tidak sesuai aturan.

Pengawasan tidak hanya menyasar toko, tetapi juga rumah warga yang digunakan sebagai tempat penjualan miras serta warung yang diduga menyembunyikan aktivitas penjualan minuman beralkohol. Petugas bahkan menemukan dugaan modus penitipan stok di lokasi lain. Barang baru dipesan ketika ada pembeli, sehingga aktivitas perdagangan lebih sulit terdeteksi. Salah satu lokasi yang telah ditindak berada di kawasan permukiman Kecamatan Sawahan.

Satpol PP memastikan pengawasan akan terus dilakukan, termasuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Lokasi yang telah disegel tidak diperbolehkan kembali beroperasi atau membuka segel tanpa melalui ketentuan yang berlaku. Pemerintah kota juga mengingatkan bahwa tindakan membuka atau merusak segel maupun kembali beraktivitas di tempat yang telah disegel dapat berimplikasi pada proses pidana. Penertiban ini menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban lingkungan sekaligus memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai perizinan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/izin-distributor-jual-eceran-15-toko-miras-di-surabaya-disegel-40-titik-diawasi

Aplikasir vs Aposerba: Sama-Sama Digital, Mana yang Lebih Siap Mengembangkan Bisnis UMKM?

Aplikasir vs Aposerba: Sama-Sama Digital, Mana yang Lebih Siap Mengembangkan Bisnis UMKM?

Digitalisasi usaha membuat aplikasi kasir online semakin dibutuhkan oleh pelaku UMKM. Tidak hanya untuk mencatat transaksi, aplikasi kasir kini juga menjadi alat penting dalam mengontrol persediaan barang, memantau omzet, hingga mengevaluasi kondisi keuangan. Dua platform yang menawarkan solusi tersebut adalah Aplikasir dan Aposerba. Keduanya memiliki fitur menarik, tetapi menawarkan pendekatan pengelolaan bisnis yang berbeda.

Aplikasir menawarkan kemudahan transaksi dengan dukungan penggunaan melalui :

  • pengelolaan stok

  • laporan penjualan

  • pemantauan transaksi

  • komputer

Salah satu keunggulan yang cukup menarik adalah fasilitas toko online yang memungkinkan pelaku usaha membuat website toko dengan domain .com atau .id. Aplikasir juga menawarkan paket Premium Rp50.000 per bulan dan Premium Domain Rp75.000 per bulan, dengan masa uji coba gratis selama 15 hari.

Sementara itu, Aposerba menghadirkan pendekatan pengelolaan usaha yang lebih terintegrasi yaitu :

  • menyediakan fitur kasir POS

  • pencatatan stok, katalog produk

  • riwayat penjualan

  • pengelolaan pemasukan, pengeluaran

  • ringkasan keuangan dan akuntansi dalam satu aplikasi

  • Pengguna dapat memantau indikator usaha secara real-time

  • mengatur tingkatan harga khusus berdasarkan level pelanggan

  • serta mengelola staf dan member.

Menariknya, Aposerba juga menyediakan paket khusus multi-cabang yang memungkinkan pemilik bisnis mengelola jaringan toko dengan data setiap cabang yang terpisah.

Dari sisi biaya, Aposerba aplikasi kasir yang mengharuskan pelaku usaha langsung mengeluarkan biaya berlangganan, Aposerba memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mulai mengenal dan memanfaatkan sistem kasir digital melalui fasilitas gratis. Hal ini menjadi solusi menarik bagi pemilik usaha kecil yang ingin beralih dari pencatatan manual ke sistem digital tanpa harus terbebani biaya operasional tambahan sejak awal. Dengan dukungan pengelolaan transaksi, produk, dan pencatatan usaha, Aposerba membantu UMKM membangun sistem bisnis yang lebih tertata sekaligus mempersiapkan usahanya untuk berkembang. Setiap paket memiliki kapasitas dan fasilitas berbeda sesuai kebutuhan usaha. Dengan kombinasi fitur transaksi, stok, keuangan, akuntansi, dan pengelolaan cabang, Aposerba menjadi pilihan menarik bagi pelaku UMKM yang tidak sekadar ingin memiliki mesin kasir digital, tetapi juga membutuhkan sistem untuk mengembangkan bisnis secara lebih terstruktur. Jika kebutuhan usaha mulai berkembang dan pengelolaan keuangan menjadi prioritas, Aposerba layak dipertimbangkan sebagai solusi kasir digital yang lebih menyeluruh.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/aplikasir-vs-aposerba-sama-sama-digital-mana-yang-lebih-siap-mengembangkan-bisnis-umkm

Selamat Tinggal Catatan Manual! Koperasi Desa Kini Punya Peluang Naik Kelas

Selamat Tinggal Catatan Manual! Koperasi Desa Kini Punya Peluang Naik Kelas

Pengelolaan koperasi desa memiliki berbagai tantangan, mulai dari pencatatan simpanan anggota, pengelolaan pinjaman, transaksi usaha, hingga penyusunan laporan keuangan. Jika seluruh aktivitas masih dilakukan secara manual, pengurus berpotensi menghabiskan banyak waktu untuk mengelola administrasi dan memeriksa data transaksi. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu langkah yang dapat membantu koperasi meningkatkan efisiensi sekaligus membangun tata kelola yang lebih tertib dan transparan.

Digitalisasi koperasi bukan hanya tentang memindahkan pencatatan ke komputer, tetapi juga menciptakan sistem kerja yang memudahkan pengurus dan anggota dalam mengakses layanan. Pengelolaan data yang terorganisasi dapat membantu mengurangi kesalahan pencatatan, mempermudah pemantauan aktivitas usaha, serta mendukung proses pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang tersedia. Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi koperasi desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang ingin mengembangkan kegiatan ekonominya.

Menjawab kebutuhan tersebut, MERPATI SIKADES (Manajemen Ekonomi Rakyat, Pelayanan, Administrasi, Transaksi, dan Informasi Koperasi Desa) hadir sebagai platform digital untuk membantu pengelolaan koperasi dalam satu sistem. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari simpanan anggota, pengajuan pinjaman, toko koperasi, rental atau penyewaan barang, PPOB, hingga pembayaran digital. Tersedia pula fitur bantuan anggota, laporan otomatis, serta pengaturan akses berdasarkan peran pengguna agar pengelolaan informasi lebih terkontrol. Dukungan sistem multi-koperasi dan BUM Desa juga menjadi nilai tambah bagi pengelola yang membutuhkan pengelolaan data secara terpisah.

Melalui MERPATI SIKADES, aktivitas koperasi diharapkan dapat dikelola dengan lebih praktis, terstruktur, dan mudah dipantau. Tampilan sederhana, menu yang mudah dipahami, serta ringkasan laporan menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih nyaman bagi pengurus maupun anggota. Dengan semangat digitalisasi ekonomi rakyat, MERPATI SIKADES menjadi salah satu pilihan teknologi yang patut dipertimbangkan oleh koperasi desa dan BUM Desa untuk memulai transformasi digital menuju pengelolaan yang lebih modern, mandiri, dan transparan. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui merpatisikades.id.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/selamat-tinggal-catatan-manual-koperasi-desa-kini-punya-peluang-naik-kelas

Bansos untuk Warga Miskin, Kok Masuk Data Judol? 4.653 Keluarga di Tulungagung Jadi Sorotan!

Bansos untuk Warga Miskin, Kok Masuk Data Judol? 4.653 Keluarga di Tulungagung Jadi Sorotan!

TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR – Program bantuan sosial yang seharusnya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup kini menjadi sorotan setelah ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Tulungagung terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online (judol). Berdasarkan data Kementerian Sosial selama 10 bulan terakhir, terdapat 4.653 KPM yang masuk dalam data indikasi judi daring. Temuan ini memunculkan perhatian publik mengenai pengawasan penyaluran bantuan pemerintah, terutama ketika bantuan tersebut ditujukan bagi keluarga yang membutuhkan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung, Fahmi Alif Aldianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima data tersebut dari pemerintah pusat dan sedang menindaklanjutinya. Dari total 4.653 KPM, sebanyak 2.706 keluarga telah mengajukan klarifikasi atau sanggahan kepada Kementerian Sosial. Namun, hasil verifikasi terhadap pengajuan tersebut belum diterima pemerintah daerah. Data ini mencakup penerima program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Meski jumlahnya mencapai ribuan, Dinas Sosial menegaskan bahwa belum seluruh penerima tersebut dapat dinyatakan benar-benar terlibat judi online. Proses pemeriksaan masih berlangsung di tingkat Kementerian Sosial untuk memastikan validitas data dan keterkaitan masing-masing penerima. Apabila hasil verifikasi membuktikan adanya keterlibatan dalam aktivitas judi daring, penyaluran bantuan kepada penerima bersangkutan dapat dihentikan sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat yang merasa datanya tidak sesuai juga diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan melalui mekanisme yang tersedia.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengawasan bantuan sosial tidak hanya berhenti pada proses penyaluran, tetapi juga perlu memastikan bantuan diterima oleh keluarga yang benar-benar memenuhi kriteria. Di sisi lain, masyarakat juga perlu menjaga keamanan data pribadi, khususnya Nomor Induk Kependudukan (NIK), agar tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Pemerintah diharapkan mampu memperkuat validasi data sekaligus memastikan proses klarifikasi berjalan transparan, sehingga bantuan sosial tetap menjalankan tujuan utamanya, yakni membantu masyarakat yang membutuhkan, bukan menimbulkan persoalan baru.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bansos-untuk-warga-miskin-kok-masuk-data-judol-4653-keluarga-di-tulungagung-jadi-sorotan

Enam Nyawa Melayang di Bekasi! Truk Molen Diduga Rem Blong, Warga Tak Sempat Menyelamatkan Diri

Enam Nyawa Melayang di Bekasi! Truk Molen Diduga Rem Blong, Warga Tak Sempat Menyelamatkan Diri

BEKASI – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk molen mengguncang warga Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (1/11/2026) sore. Insiden yang terjadi di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawalumbu, tepatnya di sekitar Universitas Bina Sarana Informatika (BSI), tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ketika sejumlah warga sedang berada di sekitar halte.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, truk molen bernomor polisi B-9548-MV yang melaju dari arah Universitas Islam 45 (Unisma) menuju Rawapanjang diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman atau rem blong. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan kendali, oleng ke kiri, dan menabrak kerumunan warga yang berada di tepi jalan sebelum akhirnya menghantam tembok bangunan. Benturan keras tersebut menyebabkan sejumlah korban mengalami luka serius dan harus segera dievakuasi ke rumah sakit.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa pengemudi truk berinisial TM telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, para korban luka mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit, termasuk RS Juwita dan RS Siloam Sepanjang Jaya. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan kendaraan sebagai barang bukti, serta mengumpulkan keterangan saksi dan rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.

Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan kendaraan berat yang beroperasi di jalan raya, terutama pemeriksaan rutin terhadap sistem pengereman dan kelayakan kendaraan sebelum digunakan. Enam orang kehilangan nyawa, sementara keluarga korban harus menghadapi duka akibat peristiwa yang terjadi begitu cepat. Publik kini menantikan hasil penyelidikan kepolisian untuk mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/enam-nyawa-melayang-di-bekasi-truk-molen-diduga-rem-blong-warga-tak-sempat-menyelamatkan-diri

1.800 Polisi Kepung Kampung Bahari! 27 Orang Ditangkap, Bandar Narkoba Diduga Berhasil Kabur

1.800 Polisi Kepung Kampung Bahari! 27 Orang Ditangkap, Bandar Narkoba Diduga Berhasil Kabur

JAKARTA – Penggerebekan besar-besaran kawasan Kampung Bahari dan Kampung Muara Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, berlangsung pada Minggu (1/11/2026). Sebanyak 1.816 personel gabungan dikerahkan untuk memberantas dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kawasan tersebut. Operasi ini melibatkan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Brimob, serta jajaran kepolisian setempat. Menariknya, sebagian petugas menggunakan KRL Commuter Line dari Stasiun Tanjung Priok untuk mencapai lokasi dan melakukan penyisiran dari berbagai arah sejak sekitar pukul 05.30 WIB.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan puluhan orang yang diduga berkaitan dengan jaringan peredaran narkoba. Berdasarkan perkembangan yang disampaikan kepolisian, sebanyak 27 orang telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, mulai dari sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, hingga mesin pencetak pil ekstasi. Selain itu, ditemukan senjata api, senjata tajam, alat isap narkoba atau bong, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkotika.

Namun, penggerebekan tersebut tidak berjalan sepenuhnya mulus. Petugas sempat mendapat perlawanan dari sejumlah pihak yang diduga berupaya mengalihkan perhatian aparat. Bahkan, muncul dugaan sejumlah target operasi, termasuk bandar narkoba, berhasil melarikan diri saat penyisiran berlangsung. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso menyatakan bahwa perlawanan tersebut tidak membuat petugas mengalihkan fokus dari sasaran operasi. Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Dadang Hartanto menegaskan bahwa pengejaran terhadap target yang belum tertangkap akan terus dilakukan.

Penggerebekan ini kembali memperlihatkan bahwa pemberantasan narkoba tidak cukup hanya dengan menangkap pengguna dan pengedar di lapangan. Polisi juga perlu membongkar jaringan pemasok, bandar, hingga jalur distribusi yang membuat peredaran narkotika terus berlangsung. Selain penegakan hukum, penataan lingkungan dan keterlibatan masyarakat juga dinilai penting agar kawasan Kampung Bahari tidak kembali dimanfaatkan sebagai lokasi transaksi narkoba. Publik kini menantikan perkembangan pengejaran terhadap target operasi yang diduga masih belum tertangkap.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/1800-polisi-kepung-kampung-bahari-27-orang-ditangkap-bandar-narkoba-diduga-berhasil-kabur

Hutan Terbakar, 20 Korporasi Terseret! Alam Rusak, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Hutan Terbakar, 20 Korporasi Terseret! Alam Rusak, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia. Kasus ini bukan persoalan kecil, sebab total luas lahan terbakar yang masuk dalam penanganan 104 laporan polisi mencapai 29.168,78 hektare. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya menghilangkan kawasan hijau, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, merusak ekosistem, dan mengganggu kehidupan warga sekitar.

Dari 20 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya merupakan perusahaan berstatus penanaman modal asing (PMA), yakni PT HKI dan PT AI yang berasal dari Singapura, PT RKA dari Malaysia, serta PT API dari Korea Selatan. Sementara itu, 16 perusahaan lainnya merupakan penanaman modal dalam negeri, yaitu PT BOS, PT AER, PT SKM, PT WLJ, PT SAE, PT BSLT, PT CGUK, PT FSL, PT BPK, PT PW, PT BWL, PT MIB, PT STP, PT JMS, PT RAS, dan PT MAS. Polri menyebut dugaan pelanggaran dilakukan melalui tindakan pembakaran secara sengaja maupun kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan lingkungan.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di antaranya Pasal 98, Pasal 99, dan Pasal 108. Berdasarkan keterangan Polri, ancaman hukuman yang disampaikan mencakup pidana penjara 3 hingga 5 tahun serta denda Rp3 miliar sampai Rp15 miliar. Namun, penetapan tersangka bukan berarti seluruh perusahaan tersebut telah dinyatakan bersalah. Pembuktian tetap harus dilakukan melalui proses hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan perusahaan yang mengelola kawasan hutan dan lahan di Indonesia. Sebab, ketika hutan terbakar, masyarakat sekitar ikut menanggung dampaknya, mulai dari ancaman asap, gangguan kesehatan, hingga rusaknya sumber penghidupan. Publik kini menunggu ketegasan aparat dalam mengusut perkara tersebut. Jangan sampai urusan keuntungan perusahaan berjalan lancar, sementara kerusakan lingkungan justru menjadi beban masyarakat dan generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-terbakar-20-korporasi-terseret-alam-rusak-siapa-yang-harus-bertanggung-jawab

45 Ribu Anak Kembali Sekolah, Kemiskinan Tak Seharusnya Jadi Alasan Kehilangan Masa Depan

45 Ribu Anak Kembali Sekolah, Kemiskinan Tak Seharusnya Jadi Alasan Kehilangan Masa Depan

Kesempatan memperoleh pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak di Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi, kondisi keluarga, hingga sulitnya akses sekolah membuat sejumlah anak terpaksa tidak melanjutkan pendidikan. Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah terus mengembangkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Hingga Oktober 2026, pemerintah melaporkan sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program tersebut telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 45 ribu anak untuk kembali mengenyam pendidikan. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga menawarkan tempat tinggal, sarana olahraga, makanan bergizi, serta layanan kesehatan bagi para peserta didik.

Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem pendidikan berasrama yang memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga rentan, termasuk mereka yang tidak bersekolah, putus sekolah, atau berisiko meninggalkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap anak-anak tidak lagi kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan hanya karena kondisi keuangan keluarga.

Meski menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah sekolah dan peserta didik, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga di seluruh daerah. Ketersediaan tenaga pengajar, fasilitas yang memadai, pendampingan siswa, hingga keberlanjutan pendidikan setelah lulus perlu menjadi perhatian. Sebab, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya diukur dari banyaknya gedung yang dibangun atau siswa yang diterima, melainkan dari seberapa besar program ini mampu memberikan kesempatan nyata bagi anak-anak untuk memperbaiki masa depan mereka.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/45-ribu-anak-kembali-sekolah-kemiskinan-tak-seharusnya-jadi-alasan-kehilangan-masa-depan

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Dunia akuntansi terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas bisnis dan keuangan. Kemampuan menghitung serta memahami teori debit dan kredit memang menjadi dasar penting, tetapi calon akuntan juga dituntut mampu menghadapi proses pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan laporan secara sistematis. Tantangannya, memahami teori di ruang kelas terkadang belum cukup untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan akuntansi berlangsung dalam lingkungan perusahaan sesungguhnya.

Pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenali berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan persediaan, pencatatan jurnal, hingga penyusunan laporan keuangan. Dengan pengalaman praktik, pemahaman terhadap materi akuntansi tidak hanya berhenti pada hafalan rumus, tetapi berkembang menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ACC Learning by RuangDosen hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk membantu mahasiswa mempraktikkan akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat perusahaan praktik, mencatat transaksi, mengelola jurnal umum, buku besar, hingga menghasilkan berbagai laporan keuangan. Setiap transaksi juga terhubung dengan sistem pencatatan jurnal berpasangan, sehingga pengguna dapat memahami bagaimana aktivitas operasional memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Tidak hanya membantu mahasiswa belajar secara mandiri, ACC Learning juga menyediakan fasilitas pendukung bagi dosen untuk membuat kasus praktikum, memberikan tugas, memantau perkembangan pengerjaan, hingga melakukan penilaian. Pendekatan ini membuat kegiatan pembelajaran lebih terarah karena mahasiswa dapat merasakan simulasi proses akuntansi, sementara dosen dapat memantau hasil praktik melalui sistem digital. Dengan konsep tersebut, ACC Learning menjadi salah satu alternatif menarik bagi sekolah dan perguruan tinggi yang ingin menghadirkan pengalaman belajar akuntansi lebih aplikatif, modern, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui RuangDosen.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-jago-menghitung-calon-akuntan-perlu-naik-level-dengan-pengalaman-praktik-digital

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Rabu (28/10/2026) menyebabkan Sungai Simalagi meluap dan membanjiri permukiman warga. Banjir terjadi di dua desa yang berada di kecamatan berbeda, yakni Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Peristiwa tersebut membuat puluhan rumah warga terendam dan sejumlah aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir mulai dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat sekitar pukul 18.00 WIB. Di Desa Binanga, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter. Secara keseluruhan, sebanyak 32 rumah warga terendam dan satu fasilitas ibadah turut terdampak. Akses jalan di sekitar lokasi juga sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dalam pembaruan BNPB pada 29 Oktober, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut dan jalan yang sebelumnya terendam sudah dapat kembali dilalui. Data yang tersedia belum mencantumkan nilai kerugian materiil secara keseluruhan, sehingga dampak ekonomi terhadap warga masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Meski genangan mulai surut, ancaman banjir susulan tetap perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Pemerintah daerah melalui BPBD perlu melanjutkan pemantauan debit air, memastikan kesiapan personel dan peralatan evakuasi, serta menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sungai-simalagi-meluap-32-rumah-terendam-banjir-di-mandailing-natal

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Mengelola bisnis bukan hanya tentang seberapa banyak produk yang berhasil terjual setiap hari. Di balik aktivitas penjualan, ada hal penting yang sering menjadi tantangan pelaku UMKM, yaitu mengatur pemasukan, pengeluaran, keuntungan, hingga arus kas. Tanpa pencatatan yang teratur, pemilik usaha bisa kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya. Bahkan, omzet yang terlihat besar belum tentu mencerminkan keuntungan yang diperoleh setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan.

Dalam pengelolaan akuntansi dan keuangan, pencatatan transaksi menjadi dasar penting untuk mengevaluasi perkembangan usaha. Informasi mengenai penjualan, pengeluaran, harga beli produk, dan persediaan barang dapat membantu pemilik bisnis memahami perputaran uang dengan lebih baik. Karena itu, penggunaan teknologi digital menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang membutuhkan ketelitian dan waktu lebih banyak.

Menjawab kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang tidak hanya mendukung transaksi penjualan, tetapi juga menyediakan fitur keuangan dan akuntansi. Melalui satu platform, pengguna dapat mengelola laporan pemasukan, pengeluaran, serta ringkasan keuangan toko. Riwayat penjualan dan informasi persediaan juga dapat membantu pemilik usaha memperoleh gambaran aktivitas bisnis secara lebih terstruktur.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengelola keuangan secara lebih praktis, Aposerba dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pencatatan dan pemantauan usaha. Aplikasi ini juga menyediakan dasbor untuk melihat berbagai informasi operasional serta pilihan paket sesuai kebutuhan bisnis, termasuk uji coba gratis. Dengan memanfaatkan sistem digital, pemilik usaha dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, sehingga keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga didukung data transaksi. Informasi lengkap dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jangan-sampai-bisnis-untung-di-kertas-boncos-di-kenyataan-kenali-aposerba

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Jadi Upacara, Mahasiswa Bandung Tagih Bukti Kerja Pemerintah!

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Jadi Upacara, Mahasiswa Bandung Tagih Bukti Kerja Pemerintah!

BANDUNG, Jawa Barat — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) tak hanya diwarnai seremoni. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti persoalan pendidikan, kesehatan, penegakan hukum, hingga kesejahteraan masyarakat.

Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk desakan agar anggarannya dipisahkan dari dana pendidikan. Mahasiswa juga meminta pemerintah lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memperhatikan persoalan kemiskinan dan pengangguran. Bagi mereka, kebijakan pemerintah harus bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

Tak berhenti di situ, mahasiswa turut menyoroti janji penciptaan lapangan kerja dan pentingnya transparansi dalam pengambilan kebijakan. Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, M. Sidkon Djampi, menyatakan aspirasi yang disampaikan akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk diteruskan kepada DPR RI. Langkah tersebut menjadi jalur tindak lanjut formal atas tuntutan mahasiswa.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan. Kritik mahasiswa perlu dijawab melalui langkah konkret dan penjelasan yang transparan. Sebab, bagi masyarakat, janji kebijakan baru benar-benar berarti ketika hasilnya bisa dirasakan, bukan hanya terdengar dalam pidato.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sumpah-pemuda-jangan-cuma-jadi-upacara-mahasiswa-bandung-tagih-bukti-kerja-pemerintah

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Di tengah persaingan bisnis digital, kecepatan menyampaikan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Mulai dari pengumuman produk baru, penawaran khusus, hingga pemberitahuan layanan, semuanya membutuhkan komunikasi yang praktis dan terarah. Jika setiap pesan harus dikirim satu per satu, pekerjaan bisa menyita waktu dan membuat tim kesulitan menangani kebutuhan bisnis lainnya.

WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha untuk berinteraksi dengan pelanggan. Namun, mengelola pengiriman pesan dalam jumlah besar membutuhkan sistem yang lebih terorganisasi. Teknologi otomatisasi dapat membantu bisnis menyederhanakan proses komunikasi, mengurangi pekerjaan berulang, dan menyusun penyampaian informasi secara lebih efisien.

Menjawab kebutuhan tersebut, WA Blasting dari PT Bengkel Web Indonesia (BWI) hadir sebagai solusi digital untuk membantu bisnis dan organisasi mengirimkan pesan WhatsApp secara massal. Melalui sistem terpusat, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini untuk kebutuhan promosi, pengumuman, maupun notifikasi bisnis. Informasi mengenai produk dapat dilihat melalui halaman resmi WA Blasting BWI.

WA Blasting BWI juga menyediakan fitur pendukung seperti dashboard pemantauan status pengiriman, penjadwalan pesan, personalisasi isi pesan, serta integrasi API dan webhook sesuai kebutuhan sistem bisnis. Fitur tersebut membantu proses komunikasi menjadi lebih terukur dan memudahkan tim memantau pelaksanaan pengiriman. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, termasuk mengirim pesan kepada penerima yang telah memberikan persetujuan, WA Blasting dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi digital yang lebih efektif dan profesional.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-tak-harus-bikin-tim-kewalahan-wa-blasting-bantu-bisnis-bergerak-lebih-cepat

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

NGANJUK, Jawa Timur — Di tengah gempuran hiburan modern, anak muda di Kabupaten Nganjuk masih memilih merawat kesenian tradisional. Pada Rabu (28/10/2026), para pemain muda dari Sanggar Seni Eko Joyo menampilkan Jaranan Pogogan di Balai Budaya Mpu Sindok dalam Seminar Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Jaranan Pogogan Nganjuk. Kegiatan ini mengangkat tema Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi.

Salah satu pemainnya, Rofiq Kurniawan, 22 tahun, mengaku bangga bisa ikut menjaga warisan kesenian daerah. Ia bersama para pemuda, remaja, anak-anak, dan orang dewasa di sanggar tersebut rutin berlatih di bawah bimbingan Eko Kadiono. Semangat mereka menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih bisa menarik minat generasi muda jika terus dikenalkan dan dipelajari.

Jaranan Pogogan memiliki ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan jaranan lainnya. Selain menggunakan properti kuda kepang, kesenian ini memadukan gerak tari, musik tradisional, cerita, dan humor. Menurut Eko Kadiono, salah satu keunikannya adalah pertunjukan ini tidak menampilkan adegan kesurupan maupun ritual menggunakan kemenyan. Kesenian tersebut berasal dari Dusun Jimbir, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Meski mulai jarang tampil di ruang publik, para pelestari tetap berupaya menjaga Jaranan Pogogan agar tidak hilang ditelan zaman. Seminar yang digelar bersama komunitas pemerhati sejarah dan ekologi serta instansi pelestarian kebudayaan menjadi salah satu upaya meningkatkan apresiasi masyarakat. Sebab, budaya lokal tidak cukup hanya dibanggakan sebagai warisan leluhur, tetapi juga perlu dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/anak-muda-nganjuk-buktikan-tradisi-belum-mati-jaranan-pogogan-tak-mau-kalah-dari-zaman

KPK Geledah Djarum, Urusan Cukai Kok Bikin Tanda Tanya?

KPK Geledah Djarum, Urusan Cukai Kok Bikin Tanda Tanya?

KUDUS, Jawa Tengah — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Djarum dan Kantor Bea Cukai Kudus pada Rabu (28/10/2026). Penggeledahan ini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Urusan cukai yang seharusnya berkaitan dengan penerimaan negara kini ikut menjadi sorotan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik mendalami dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan penerimaan negara dari sektor cukai, termasuk dugaan pemberian imbalan dalam pengurusan pita cukai rokok. Penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik untuk dianalisis lebih lanjut.

Kasus ini memunculkan pertanyaan penting: apakah proses pengurusan cukai sudah berjalan sesuai aturan, dan apakah ada pihak yang diduga mengambil keuntungan dari proses tersebut? KPK masih mendalami bukti yang ditemukan untuk menyusun konstruksi perkara dan menentukan pihak yang bertanggung jawab. Dalam pengembangan penyidikan terbaru ini, belum ada tersangka yang diumumkan.

Sementara itu, pihak Djarum Group melalui Corporate Communication Budi Darmawan menyatakan akan bersikap kooperatif serta menghormati proses hukum. Penggeledahan bukan bukti bahwa perusahaan telah melakukan tindak pidana. Publik kini menunggu hasil penyidikan KPK untuk mengetahui fakta sebenarnya, sebab penerimaan negara harus dijaga dan setiap dugaan pelanggaran perlu dibuktikan melalui proses hukum.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-geledah-djarum-urusan-cukai-kok-bikin-tanda-tanya

Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Belajar akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit, tetapi juga memahami bagaimana transaksi memengaruhi kondisi keuangan sebuah perusahaan. Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode pembelajaran berbasis praktik semakin relevan untuk membantu mahasiswa memahami proses akuntansi secara menyeluruh. Pengalaman mengerjakan transaksi dan menyusun laporan keuangan dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tantangan pembelajaran akuntansi adalah menghubungkan teori di kelas dengan penerapan dalam aktivitas bisnis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana pencatatan transaksi berkembang menjadi jurnal, buku besar, hingga laporan keuangan. Karena itu, penggunaan platform digital untuk praktikum dapat menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang membantu proses belajar menjadi lebih terstruktur dan aplikatif.

ACC Learning hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk mendukung praktik akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui simulasi perusahaan praktik, mahasiswa dapat mempelajari pencatatan transaksi, pengelolaan jurnal, serta proses akuntansi yang saling terhubung. Pendekatan ini membantu pengguna memahami penerapan konsep akuntansi melalui latihan, bukan sekadar membaca teori.

Tidak hanya mendukung aktivitas mahasiswa, ACC Learning juga menyediakan sarana praktikum bagi dosen untuk menyusun kasus, memberikan tugas, memantau progres, serta melakukan penilaian. Dengan proses belajar yang lebih terstruktur, aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun perguruan tinggi untuk memperkaya pengalaman pembelajaran akuntansi. Bagi mahasiswa yang ingin memperdalam pemahaman dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning menjadi salah satu platform yang layak dikenal dalam mendukung praktikum digital.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-akuntansi-wajib-tahu-acc-learning-bawa-praktik-keuangan-lebih-dekat-ke-dunia-kerja

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

ACEH – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama jajaran polres dan polresta mengamankan total 32 ton solar dalam rangkaian operasi penindakan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dan menetapkan 22 orang sebagai tersangka, sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto pada Selasa (27/10/2026).

Selain solar bersubsidi, petugas turut mengamankan 18 kendaraan roda empat dan roda enam yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Penindakan dilakukan di sejumlah wilayah hukum jajaran Polda Aceh. Meski demikian, rincian identitas para tersangka, lokasi setiap pengungkapan, dan peran masing-masing pihak perlu merujuk pada keterangan resmi penyidik agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Menurut kepolisian, penyalahgunaan BBM bersubsidi berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar bagi masyarakat yang berhak menerima. Praktik tersebut juga dapat memperburuk antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama ketika pasokan tidak tersalurkan sesuai peruntukannya. Polda Aceh menyebut penindakan yang dilakukan turut diikuti berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Namun, kondisi ketersediaan BBM di setiap daerah tetap perlu dipantau secara terpisah.

Polda Aceh menegaskan pengawasan dan penegakan hukum akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran. Masyarakat yang mengetahui dugaan penimbunan, penjualan BBM tanpa izin, atau penyalahgunaan subsidi dapat melaporkannya melalui Call Center Polri 110 maupun kantor polisi terdekat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa BBM bersubsidi merupakan dukungan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan, sehingga penyalahgunaannya bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat berdampak pada akses bahan bakar dan aktivitas ekonomi warga.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/solar-subsidi-32-ton-diamankan-di-aceh-22-orang-jadi-tersangka-antrean-spbu-ikut-disorot

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa. Pengelolaan administrasi, pencatatan data, dan pelayanan masyarakat membutuhkan sistem yang tertata agar pekerjaan perangkat desa dapat berjalan lebih efektif. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus mendukung tata kelola desa yang lebih modern.

Namun, transformasi digital tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan sistem dalam menyesuaikan kebutuhan administrasi dan pelayanan masyarakat. Data yang tersusun rapi, alur kerja yang jelas, serta kemudahan akses informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan perangkat desa. Karena itu, pemilihan aplikasi perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata dan kesiapan pengguna di masing-masing desa.

Menjawab kebutuhan tersebut, Merpati SiKades hadir sebagai solusi digital yang diarahkan untuk mendukung pengelolaan administrasi desa. Aplikasi ini dapat diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendorong proses kerja desa yang lebih terstruktur melalui pemanfaatan sistem informasi. Detail fitur dan layanan yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa serta informasi resmi produk.

Melalui pemanfaatan Merpati SiKades, digitalisasi diharapkan dapat membantu perangkat desa meningkatkan keteraturan kerja dan mengembangkan pelayanan yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan penerapan yang sesuai kebutuhan, dukungan pelatihan, dan pengelolaan data yang baik, teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/merpati-sikades-langkah-digital-menuju-administrasi-desa-yang-lebih-praktis

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, bukan hanya soal mengenang perjuangan generasi terdahulu. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menyerukan aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB. Aksi ini menjadi panggung bagi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil untuk menyampaikan keresahan terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai.

Ada lima isu utama yang menjadi sorotan, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat. Mahasiswa juga menuntut agar penggunaan anggaran negara lebih berpihak kepada masyarakat. Kritiknya tajam: jangan sampai rakyat terus diminta bersabar, sementara persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari tak kunjung menemukan jawaban yang memuaskan.

Aksi ini bukan muncul tanpa latar belakang. BEM UI dan elemen masyarakat sipil sebelumnya menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026. Dalam aksi lanjutan ini, mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk UGM, ITB, Undip, dan UB, disebut tengah dikoordinasikan untuk ikut bergabung. Meski begitu, jumlah peserta yang dipastikan hadir belum diumumkan secara pasti. Artinya, besarnya massa tidak perlu ditebak-tebak; yang patut diperhatikan adalah tuntutan dan bagaimana pemerintah meresponsnya.

Momentum Sumpah Pemuda pun menghadirkan pertanyaan yang tak nyaman untuk diabaikan: apa arti persatuan jika suara masyarakat sulit mendapat jawaban? Kritik di jalanan seharusnya tidak otomatis dianggap sebagai gangguan, tetapi menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik perlu dijaga lewat kebijakan yang bisa dirasakan manfaatnya. Pemerintah memiliki ruang untuk menjawab tuntutan melalui langkah konkret dan terbuka, sedangkan peserta aksi berkewajiban menjaga demonstrasi tetap damai. Sebab, Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan—dan pidato tentang masa depan tidak akan cukup jika persoalan hari ini terus dibiarkan menggantung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-turun-di-bundaran-hi-pemerintah-siap-mendengar-atau-menghindar

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

JAKARTA – Anggaran transfer ke daerah tahun 2026 disebut telah mencapai sekitar Rp720 triliun. Angka fantastis ini diungkapkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Nilainya meningkat dibandingkan pagu awal APBN 2026 sebesar Rp693 triliun. Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar berapa banyak uang yang digelontorkan, melainkan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pemerintah menjelaskan, penambahan transfer dilakukan untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal, memenuhi kebutuhan belanja pegawai, serta menangani dampak bencana alam. Suahasil juga menyebut adanya tambahan transfer Rp20,5 triliun bagi sejumlah kabupaten dan kota yang menghadapi tekanan anggaran. Sebelumnya, pemerintah turut mengalokasikan tambahan Rp10,6 triliun bagi daerah terdampak bencana. Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah kebutuhan yang terus berkembang.

Di sisi lain, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin semua persoalan daerah selesai. Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ada pemerintah daerah yang mengalokasikan lebih dari 40 hingga 50 persen APBD untuk belanja pegawai. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena daerah juga membutuhkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Jika pengelolaan anggaran tidak tepat sasaran, masyarakat berisiko hanya mendengar besarnya angka tanpa merasakan perubahan yang sepadan. Karena itu, transparansi penggunaan dana dan evaluasi hasil pembangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Rp720 triliun bukan angka kecil. Publik wajar berharap anggaran sebesar itu diikuti perbaikan layanan publik, pembangunan yang merata, serta penanganan bencana yang lebih sigap. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan setiap alokasi memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, anggaran boleh fantastis, tetapi ukuran keberhasilannya bukan sekadar angka dalam laporan. Kalau uangnya sudah sebesar itu, rakyat pantas bertanya: perubahan nyatanya bisa dilihat di mana?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dana-daerah-rp720-triliun-duitnya-fantastis-rakyat-kebagian-apa