Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Belajar akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit, tetapi juga memahami bagaimana transaksi memengaruhi kondisi keuangan sebuah perusahaan. Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode pembelajaran berbasis praktik semakin relevan untuk membantu mahasiswa memahami proses akuntansi secara menyeluruh. Pengalaman mengerjakan transaksi dan menyusun laporan keuangan dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tantangan pembelajaran akuntansi adalah menghubungkan teori di kelas dengan penerapan dalam aktivitas bisnis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana pencatatan transaksi berkembang menjadi jurnal, buku besar, hingga laporan keuangan. Karena itu, penggunaan platform digital untuk praktikum dapat menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang membantu proses belajar menjadi lebih terstruktur dan aplikatif.

ACC Learning hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk mendukung praktik akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui simulasi perusahaan praktik, mahasiswa dapat mempelajari pencatatan transaksi, pengelolaan jurnal, serta proses akuntansi yang saling terhubung. Pendekatan ini membantu pengguna memahami penerapan konsep akuntansi melalui latihan, bukan sekadar membaca teori.

Tidak hanya mendukung aktivitas mahasiswa, ACC Learning juga menyediakan sarana praktikum bagi dosen untuk menyusun kasus, memberikan tugas, memantau progres, serta melakukan penilaian. Dengan proses belajar yang lebih terstruktur, aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun perguruan tinggi untuk memperkaya pengalaman pembelajaran akuntansi. Bagi mahasiswa yang ingin memperdalam pemahaman dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning menjadi salah satu platform yang layak dikenal dalam mendukung praktikum digital.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-akuntansi-wajib-tahu-acc-learning-bawa-praktik-keuangan-lebih-dekat-ke-dunia-kerja

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

ACEH – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama jajaran polres dan polresta mengamankan total 32 ton solar dalam rangkaian operasi penindakan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dan menetapkan 22 orang sebagai tersangka, sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto pada Selasa (27/10/2026).

Selain solar bersubsidi, petugas turut mengamankan 18 kendaraan roda empat dan roda enam yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Penindakan dilakukan di sejumlah wilayah hukum jajaran Polda Aceh. Meski demikian, rincian identitas para tersangka, lokasi setiap pengungkapan, dan peran masing-masing pihak perlu merujuk pada keterangan resmi penyidik agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Menurut kepolisian, penyalahgunaan BBM bersubsidi berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar bagi masyarakat yang berhak menerima. Praktik tersebut juga dapat memperburuk antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama ketika pasokan tidak tersalurkan sesuai peruntukannya. Polda Aceh menyebut penindakan yang dilakukan turut diikuti berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Namun, kondisi ketersediaan BBM di setiap daerah tetap perlu dipantau secara terpisah.

Polda Aceh menegaskan pengawasan dan penegakan hukum akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran. Masyarakat yang mengetahui dugaan penimbunan, penjualan BBM tanpa izin, atau penyalahgunaan subsidi dapat melaporkannya melalui Call Center Polri 110 maupun kantor polisi terdekat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa BBM bersubsidi merupakan dukungan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan, sehingga penyalahgunaannya bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat berdampak pada akses bahan bakar dan aktivitas ekonomi warga.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/solar-subsidi-32-ton-diamankan-di-aceh-22-orang-jadi-tersangka-antrean-spbu-ikut-disorot

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa. Pengelolaan administrasi, pencatatan data, dan pelayanan masyarakat membutuhkan sistem yang tertata agar pekerjaan perangkat desa dapat berjalan lebih efektif. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus mendukung tata kelola desa yang lebih modern.

Namun, transformasi digital tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan sistem dalam menyesuaikan kebutuhan administrasi dan pelayanan masyarakat. Data yang tersusun rapi, alur kerja yang jelas, serta kemudahan akses informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan perangkat desa. Karena itu, pemilihan aplikasi perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata dan kesiapan pengguna di masing-masing desa.

Menjawab kebutuhan tersebut, Merpati SiKades hadir sebagai solusi digital yang diarahkan untuk mendukung pengelolaan administrasi desa. Aplikasi ini dapat diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendorong proses kerja desa yang lebih terstruktur melalui pemanfaatan sistem informasi. Detail fitur dan layanan yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa serta informasi resmi produk.

Melalui pemanfaatan Merpati SiKades, digitalisasi diharapkan dapat membantu perangkat desa meningkatkan keteraturan kerja dan mengembangkan pelayanan yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan penerapan yang sesuai kebutuhan, dukungan pelatihan, dan pengelolaan data yang baik, teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/merpati-sikades-langkah-digital-menuju-administrasi-desa-yang-lebih-praktis

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, bukan hanya soal mengenang perjuangan generasi terdahulu. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menyerukan aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB. Aksi ini menjadi panggung bagi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil untuk menyampaikan keresahan terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai.

Ada lima isu utama yang menjadi sorotan, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat. Mahasiswa juga menuntut agar penggunaan anggaran negara lebih berpihak kepada masyarakat. Kritiknya tajam: jangan sampai rakyat terus diminta bersabar, sementara persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari tak kunjung menemukan jawaban yang memuaskan.

Aksi ini bukan muncul tanpa latar belakang. BEM UI dan elemen masyarakat sipil sebelumnya menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026. Dalam aksi lanjutan ini, mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk UGM, ITB, Undip, dan UB, disebut tengah dikoordinasikan untuk ikut bergabung. Meski begitu, jumlah peserta yang dipastikan hadir belum diumumkan secara pasti. Artinya, besarnya massa tidak perlu ditebak-tebak; yang patut diperhatikan adalah tuntutan dan bagaimana pemerintah meresponsnya.

Momentum Sumpah Pemuda pun menghadirkan pertanyaan yang tak nyaman untuk diabaikan: apa arti persatuan jika suara masyarakat sulit mendapat jawaban? Kritik di jalanan seharusnya tidak otomatis dianggap sebagai gangguan, tetapi menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik perlu dijaga lewat kebijakan yang bisa dirasakan manfaatnya. Pemerintah memiliki ruang untuk menjawab tuntutan melalui langkah konkret dan terbuka, sedangkan peserta aksi berkewajiban menjaga demonstrasi tetap damai. Sebab, Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan—dan pidato tentang masa depan tidak akan cukup jika persoalan hari ini terus dibiarkan menggantung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-turun-di-bundaran-hi-pemerintah-siap-mendengar-atau-menghindar

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

JAKARTA – Anggaran transfer ke daerah tahun 2026 disebut telah mencapai sekitar Rp720 triliun. Angka fantastis ini diungkapkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Nilainya meningkat dibandingkan pagu awal APBN 2026 sebesar Rp693 triliun. Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar berapa banyak uang yang digelontorkan, melainkan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pemerintah menjelaskan, penambahan transfer dilakukan untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal, memenuhi kebutuhan belanja pegawai, serta menangani dampak bencana alam. Suahasil juga menyebut adanya tambahan transfer Rp20,5 triliun bagi sejumlah kabupaten dan kota yang menghadapi tekanan anggaran. Sebelumnya, pemerintah turut mengalokasikan tambahan Rp10,6 triliun bagi daerah terdampak bencana. Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah kebutuhan yang terus berkembang.

Di sisi lain, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin semua persoalan daerah selesai. Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ada pemerintah daerah yang mengalokasikan lebih dari 40 hingga 50 persen APBD untuk belanja pegawai. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena daerah juga membutuhkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Jika pengelolaan anggaran tidak tepat sasaran, masyarakat berisiko hanya mendengar besarnya angka tanpa merasakan perubahan yang sepadan. Karena itu, transparansi penggunaan dana dan evaluasi hasil pembangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Rp720 triliun bukan angka kecil. Publik wajar berharap anggaran sebesar itu diikuti perbaikan layanan publik, pembangunan yang merata, serta penanganan bencana yang lebih sigap. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan setiap alokasi memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, anggaran boleh fantastis, tetapi ukuran keberhasilannya bukan sekadar angka dalam laporan. Kalau uangnya sudah sebesar itu, rakyat pantas bertanya: perubahan nyatanya bisa dilihat di mana?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dana-daerah-rp720-triliun-duitnya-fantastis-rakyat-kebagian-apa

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

BOGOR — Kegembiraan usai menonton pertandingan sepak bola berubah menjadi duka bagi keluarga seorang remaja suporter Persib Bandung atau Bobotoh. ARK (16) meninggal dunia setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan keterangan Polres Bogor yang diberitakan pada Senin (26/10), korban diserang menggunakan celurit di Jalan Raya Jakarta–Bogor, sekitar kilometer 51. Senjata tajam tersebut diduga mengenai bagian punggung korban. Setelah kejadian, korban terjatuh dan sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan suporter, termasuk ketika perjalanan pulang dari pertandingan.

Polisi telah menangkap seorang pria berinisial MR dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian dan menetapkannya sebagai tersangka. Petugas juga mengamankan celurit serta pakaian korban sebagai barang bukti. Menurut pemberitaan, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana yang mengakibatkan anak meninggal dunia. Adapun motif dan rangkaian kejadian perlu merujuk pada hasil penyidikan resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa. Pengamanan di sekitar stadion, pencegahan bentrokan, serta kesadaran suporter untuk tidak membawa senjata tajam perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan terhadap klub semestinya ditunjukkan melalui semangat dan sportivitas, bukan tindakan yang membahayakan orang lain. Publik pun diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan memberi ruang bagi proses hukum untuk berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pulang-nonton-bola-berujung-maut-bobotoh-16-tahun-tewas-dibacok-di-bogor

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Erin Anthony akhirnya mencuri perhatian lewat debutnya sebagai bintang iklan sosis keju Leza. Namun, bukannya cuma membahas produk yang dipromosikan, warganet justru sibuk membedah setiap adegan dan dialognya. Kalimat pembuka, “Selama ini aku diam aja. Sini, aku kasih tahu yang sebenarnya!” langsung memancing rasa penasaran. Bukannya iklan biasa, penonton malah merasa seperti sedang diajak masuk ke episode baru drama kehidupan selebritas.

Yang bikin suasana makin panas, sejumlah dialog dalam iklan tersebut dinilai warganet punya kemiripan dengan kisah masa lalu Erin dan mantan suaminya, Andre Taulany. Kalimat “Emang nggak akan ada asap kalau nggak ada api” hingga “Ada yang baru, jadi alasan buat buru-buru” menjadi bahan perbincangan. Alhasil, iklan yang seharusnya menjual sosis malah membuat publik sibuk menafsirkan pesan tersirat. Produk boleh jadi pemeran utama, tetapi masa lalu justru sukses mencuri panggung.

Belum selesai di situ, detail berupa karangan bunga dan sosok pria berseragam yang mengingatkan sebagian penonton pada program Lapor Pak! ikut disorot. Warganet pun mulai menyusun teori sendiri, seolah-olah sedang memecahkan teka-teki dengan hadiah utama jawaban dari masa lalu. Sindirannya terasa pedas bagi mereka yang menangkap makna tertentu, tetapi perlu diingat bahwa dugaan tersebut belum membuktikan iklan itu memang sengaja ditujukan kepada Andre. Bisa jadi ini murni kreativitas tim iklan, bisa juga penonton yang terlalu jeli menghubungkan titik-titik.

Terlepas dari berbagai spekulasi, debut Erin berhasil membuat iklannya ramai dibicarakan. Strategi promosi yang memancing rasa penasaran memang bisa membuat sebuah produk lebih mudah diingat, apalagi jika dibalut dialog yang mengundang tafsir. Namun, sampai ada penjelasan langsung dari Erin atau tim kreatifnya, anggapan bahwa iklan tersebut merupakan sindiran terhadap masa lalunya tetap sebatas dugaan. Satu hal yang pasti, niatnya jualan sosis, tetapi warganet malah sibuk mengunyah cerita lama!


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/baru-debut-iklan-erin-anthony-langsung-menyenggol-masa-lalu-netizen-auto-jadi-detektif

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

Dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menjadi sorotan. KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaannya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Publik pun menanti, kapan pemeriksaan ini benar-benar terlaksana? Liputan6, 26 Oktober 2026.

Nusron sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 7 Oktober 2026, tetapi tidak hadir karena agenda internal kementerian. Saat jadwal diulang pada 15 Oktober, ia kembali tidak datang dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri. KPK menyatakan keterangannya dibutuhkan untuk mengonfirmasi temuan penyidik dan memperjelas konstruksi perkara, termasuk dugaan praktik suap serta aliran penerimaan uang.

Yang membuat perkara ini semakin menjadi perhatian, sejumlah pihak di lingkungan ATR/BPN telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK membutuhkan keterangan Nusron untuk mendalami perkara tersebut, bukan berarti pemanggilannya sebagai saksi otomatis membuktikan keterlibatan dirinya dalam tindak pidana. Hingga pemberitaan 26 Oktober, KPK menyampaikan akan segera menjadwalkan pemeriksaan ulang. Sumber: Liputan6.

Pada akhirnya, masyarakat menunggu kejelasan, bukan sekadar kabar pemanggilan yang terus dijadwalkan ulang. Alasan ketidakhadiran perlu dinilai berdasarkan keterangan dan prosedur hukum yang berlaku, sementara KPK perlu memastikan penyidikan berjalan transparan dan profesional. Sebab, ketika perkara menyangkut pejabat publik, pertanyaan masyarakat wajar muncul: kapan pemeriksaan berlangsung dan apa hasilnya? Proses hukum harus tetap berjalan tanpa menghakimi seseorang sebelum ada bukti dan keputusan yang sah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-panggil-nusron-absen-hukum-kok-kayak-janji-ketemuan

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Hasil panen yang melimpah seharusnya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, keberhasilan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Harga jual yang berubah-ubah, informasi pasar yang terbatas, hingga pencatatan hasil pertanian yang belum tertata dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengelolaan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada proses menanam dan memanen, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana hasil panen dicatat, dipasarkan, dan dikelola agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, sektor pertanian memiliki peluang untuk beradaptasi dengan sistem pengelolaan yang lebih praktis. Pemanfaatan teknologi dapat membantu petani dan pelaku usaha pertanian mengorganisasi informasi, memantau aktivitas usaha, serta mengelola transaksi secara lebih terstruktur. Langkah ini penting agar kegiatan pertanian semakin mudah dikelola dan mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Panen Raya, platform yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Platform ini berfokus pada pengelolaan data dan transaksi pertanian untuk membantu mendukung aktivitas usaha di sektor pertanian. Dengan pemanfaatan sistem digital, informasi terkait kegiatan pertanian dapat dikelola secara lebih terorganisasi sehingga memudahkan proses administrasi dan pencatatan usaha.

Melalui Panen Raya, digitalisasi diharapkan dapat membantu petani maupun pelaku usaha pertanian mengelola informasi dan transaksi dengan lebih praktis. Pemanfaatan platform ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih tertata, terutama ketika pengelolaan data menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan teknologi yang sesuai, sektor pertanian memiliki peluang untuk berkembang lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi usaha para pelakunya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/panen-tak-cukup-dipetik-petani-butuh-cara-cerdas-mengelola-hasilnya

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan sebanyak-banyaknya. Pelaku usaha perlu membangun komunikasi yang tepat agar informasi produk, penawaran khusus, hingga pengumuman layanan bisa diterima oleh target pasar secara efektif. Strategi promosi yang terencana dapat membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang penjualan yang lebih besar.

Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menyampaikan informasi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengirim pesan satu per satu. Cara manual tentu membutuhkan waktu dan tenaga, terutama bagi bisnis yang memiliki banyak kontak pelanggan. Karena itu, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi pilihan untuk mendukung kegiatan promosi agar lebih praktis, terorganisasi, dan efisien.

Salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan promosi melalui WhatsApp kepada banyak kontak sekaligus. Dengan dukungan layanan dari BWI, pelaku usaha dapat memanfaatkan komunikasi langsung untuk menyampaikan informasi produk, promo terbaru, program diskon, maupun pengumuman penting kepada pelanggan. Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau audiens secara lebih terarah tanpa harus mengandalkan metode pengiriman pesan manual.

Melalui WA Blasting dari BWI, kegiatan promosi dapat direncanakan dengan lebih praktis sehingga pelaku usaha bisa menghemat waktu dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan. Agar hasilnya optimal, bisnis tetap perlu menentukan target penerima, menyusun pesan yang relevan, serta memperhatikan persetujuan dan kenyamanan pelanggan saat menerima pesan promosi. Dengan penggunaan yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung strategi pemasaran digital untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dan menjaga peluang pertumbuhan bisnis.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-jangan-cuma-ramai-di-awal-saatnya-bisnis-menjangkau-pelanggan-dengan-cara-yang-lebih-cerdas

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Belajar akuntansi kini tidak cukup hanya dengan menghafal debit, kredit, dan rumus perhitungan. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana transaksi dicatat, diproses, hingga menghasilkan laporan keuangan. Berbagai aplikasi hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut, termasuk ACC Learning, AKSI: Asah Akuntansi, dan MYOB. Ketiganya memiliki pendekatan berbeda, mulai dari latihan soal untuk menguji pemahaman hingga penggunaan software untuk mengenal proses akuntansi dalam perusahaan.

AKSI: Asah Akuntansi

  • aplikasi evaluasi pembelajaran yang menyediakan latihan soal dengan format pilihan ganda, benar-salah, mencocokkan jawaban, dan esai singkat.

MYOB

  •  membantu pengguna mempelajari pencatatan transaksi

  •  pengelolaan keuangan melalui software akuntansi yang digunakan dalam konteks bisnis.

Kedua pendekatan tersebut memiliki manfaat tersendiri, tetapi kebutuhan pembelajaran yang lebih menyeluruh juga memerlukan sarana yang dapat menghubungkan teori dengan praktik serta membantu pengajar memantau perkembangan mahasiswa.

Di sinilah ACC Learning by RuangDosen

Platform ini memungkinkan mahasiswa mempraktikkan siklus akuntansi melalui perusahaan simulasi,

  • pencatatan transaksi

  • jurnal umum

  • buku besar

  • hingga penyusunan laporan keuangan

  • praktiknya juga meliputi kas dan bank

  • penjualan dan piutang

  • pembelian dan utang

  • persediaan aset tetap

  • serta perpajakan.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas mahasiswa, ACC Learning turut mendukung dosen dalam menyusun kasus praktikum, memberikan tugas, memantau progres, dan melakukan penilaian. Dengan alur yang saling terhubung, mahasiswa dapat mempelajari dampak transaksi terhadap laporan keuangan sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang lebih terstruktur.

Pada akhirnya, memilih aplikasi akuntansi perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. AKSI dapat menjadi pilihan untuk latihan dan evaluasi konsep, sedangkan MYOB membantu mengenalkan penggunaan software akuntansi dalam aktivitas bisnis. Namun, bagi sekolah, perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa yang membutuhkan pengalaman praktikum terintegrasi dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning layak menjadi pilihan utama untuk dipertimbangkan. Perpaduan simulasi perusahaan, beragam modul akuntansi, dan fasilitas pemantauan pembelajaran menjadikannya lebih dari sekadar alat pencatatan: sebuah sarana untuk membangun pemahaman akuntansi melalui praktik langsung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perbandingan-acc-learning-aksi-dan-myob-kenali-fitur-dan-fungsinya

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Menjadi kasir bukan sekadar menghitung belanjaan dan menerima pembayaran dari pelanggan. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada tanggung jawab untuk memastikan harga sesuai, uang yang diterima tepat, dan setiap penjualan tercatat dengan benar. Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat membuat laporan harian tidak sesuai, sehingga ketelitian menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjalankan usaha.

Bagi pelaku UMKM, pencatatan transaksi yang teratur juga membantu pemilik usaha memahami perkembangan bisnis. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk yang paling diminati, memperkirakan kebutuhan stok, serta membandingkan pemasukan dan pengeluaran. Karena itu, kasir yang bekerja dengan sistem pencatatan yang baik bukan hanya membantu pelayanan lebih lancar, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menggabungkan transaksi penjualan, pengelolaan stok, dan laporan usaha dalam satu platform. Berdasarkan informasi di situs resminya, Aposerba mendukung pencatatan transaksi, riwayat penjualan, pencetakan struk, serta pemantauan persediaan barang. Fitur-fitur ini dapat membantu kasir bekerja lebih terstruktur sekaligus memudahkan pemilik usaha memantau aktivitas toko.

Selain fungsi kasir, Aposerba menyediakan fitur laporan penjualan, pemasukan, pengeluaran, dan ringkasan keuangan untuk membantu pemilik UMKM mengevaluasi kondisi usahanya. Dengan pencatatan digital yang lebih terorganisasi, pemilik toko dapat memiliki data sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan bisnis. Informasi mengenai fitur dan pilihan paket Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kasir-bukan-cuma-hitung-uang-pencatatan-rapi-jadi-kunci-usaha-bertahan

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

SURABAYA – Pemandangan tak biasa terjadi di Kali Jagir, kawasan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Permukaan sungai terlihat dipenuhi busa putih yang mengapung hingga menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (24/10/2026). Sejumlah warga mengaku fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Selain penampakan busa yang tebal, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap di sekitar aliran sungai. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan air sungai di tengah permukiman perkotaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran di kawasan Kali Jagir dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I. Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menyatakan busa yang muncul bukan berasal dari limbah industri. Menurut penjelasannya, busa terbentuk akibat turbulensi atau pergerakan air ketika pompa banjir berkapasitas 5 meter kubik dioperasikan. Pompa tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan peninggian bendungan yang membutuhkan kondisi area tetap kering.

DLH juga menjelaskan bahwa kondisi kemarau dapat memengaruhi kemunculan busa. Ketika debit air berkurang, buih lebih mudah terlihat saat air bergerak kuat akibat pengoperasian pompa. Meski demikian, warga setempat menyebut busa kerap muncul dan terkadang disertai bau yang mengganggu. Perbedaan antara penjelasan teknis pemerintah dan pengalaman warga membuat informasi mengenai kondisi sungai menjadi penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun, bau dan busa saja tidak cukup untuk memastikan apakah air tercemar atau tidak; diperlukan pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui kondisinya secara lebih akurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjelaskan penyebab munculnya busa. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, parameter yang diuji, serta tindak lanjut apabila ditemukan masalah. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan kondisi Kali Jagir terus dipantau. Dengan begitu, penjelasan pemerintah dapat disertai data yang jelas, sementara kekhawatiran masyarakat mendapat jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/busa-putih-penuhi-kali-jagir-ada-apa-dengan-sungai-surabaya

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

MALUKU UTARA – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (26/10/2026) pagi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.34 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat laut. Aktivitas tersebut menambah perhatian terhadap kondisi gunung api yang masih menunjukkan peningkatan aktivitas.

Aktivitas Gunung Ibu dilaporkan terjadi beberapa kali sejak dini hari. Menurut laporan iNews, erupsi tercatat pada pukul 01.01 WIT, 02.19 WIT, 03.39 WIT, dan kembali terjadi pada pukul 08.34 WIT. Letusan terakhir terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 52 detik. Rangkaian erupsi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik perlu terus dipantau, meskipun tinggi kolom abu pada setiap letusan dapat berbeda.

Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif serta menghindari perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Warga juga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan peringatan petugas. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung sebaiknya diperoleh melalui PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Ibu, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Dengan mengikuti rekomendasi resmi dan menjauhi zona berbahaya, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu pembaruan kondisi gunung api.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/gunung-ibu-erupsi-beruntun-abu-vulkanik-membubung-500-meter

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

MADIUN – Misteri hilangnya seorang ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur, memasuki babak baru. Polisi menangkap Dwi Bagus, pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan putranya yang berusia empat tahun. Penangkapan dilakukan pada Minggu malam (25/10/2026), setelah keberadaan ibu dan anak tersebut tidak diketahui sejak 20 September 2026. Kasus ini menyita perhatian publik karena pencarian yang berlangsung selama lebih dari sebulan kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H. M. Sihombing, membenarkan penangkapan tersebut pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan keterangan kepolisian, Dwi Bagus merupakan suami siri Dini. Penyelidikan dilakukan setelah keluarga melaporkan hilangnya kedua korban dan menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi kini masih memeriksa terduga pelaku untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengumpulkan bukti yang diperlukan dalam penanganan perkara ini.

Salah satu petunjuk yang ditelusuri penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sebuah hotel di Kota Madiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, dugaan peristiwa tersebut bermula di Hotel Mataram Baru pada 20 September 2026. Penyelidik juga mendalami dugaan kejadian lanjutan setelah ibu dan anak itu berada di hotel. Namun, hingga berita ini disusun, keberadaan jasad kedua korban belum ditemukan. Polisi masih melakukan pencarian sekaligus mendalami keterangan terduga pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan seorang perempuan dan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga. Polisi masih perlu mengungkap motif, memastikan kronologi secara menyeluruh, serta menemukan keberadaan kedua korban. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari penyidik. Perkembangan kasus ini kini dinantikan untuk menjawab berbagai pertanyaan keluarga dan publik mengenai hilangnya Dini Hardiyanti bersama putranya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sebulan-dicari-kasus-ibu-dan-anak-di-madiun-berujung-penangkapan-suami-siri

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

SURABAYA – Niat mencari pekerjaan justru berujung persoalan serius. Sebanyak 10 calon asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami penyekapan di sebuah tempat penyaluran tenaga kerja di Jalan Kedung Anyar II, Kelurahan Sawahan, Surabaya. Kasus ini terungkap setelah dua orang dari luar kota menghampiri petugas Satpol PP yang sedang berpatroli pada Sabtu (24/10/2026) dan meminta pertolongan. Awalnya, petugas mengira keduanya kehabisan bekal. Namun, setelah dilakukan pendalaman, mereka mengaku mengalami dugaan penyekapan di tempat penyaluran tersebut. Sumber: detikJatim

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Sawahan untuk memeriksa lokasi yang dimaksud. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan delapan calon ART lainnya sehingga total ada 10 orang yang diamankan. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat yang diberitakan media, para calon pekerja itu berasal dari luar Surabaya dan sebagian besar berusia sekitar 50–60 tahun. Mereka disebut telah tinggal di tempat penampungan selama berbulan-bulan. Temuan ini pun memunculkan perhatian terhadap kondisi para pencari kerja yang datang ke kota lain dengan harapan memperoleh penghasilan.

Pemerintah Kota Surabaya bersama Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) kemudian mendatangi tempat penyaluran tersebut. Usaha itu ditutup sementara dan dipasangi garis Satpol PP karena terdapat persoalan perizinan yang perlu ditindaklanjuti. Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana, termasuk kemungkinan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), menjadi ranah kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, para calon ART dibawa ke Liponsos untuk pendataan, dengan koordinasi bersama Dinas Sosial guna memfasilitasi pemulangan ke daerah asal. Sumber: ANTARA Jatim

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mencari pekerjaan di luar daerah perlu disertai informasi yang jelas mengenai penyalur tenaga kerja, identitas pemberi kerja, serta ketentuan pekerjaan yang ditawarkan. Masyarakat juga perlu berhati-hati apabila menemukan tawaran kerja dengan prosedur yang tidak transparan atau kondisi yang membatasi kebebasan pekerja. Meski 10 calon ART telah diamankan, dugaan penyekapan tersebut tetap harus ditangani melalui proses hukum untuk memastikan fakta, pihak yang bertanggung jawab, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Jangan sampai harapan mendapatkan pekerjaan justru membuat pencari nafkah berada dalam situasi yang membahayakan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/surabaya-geger-10-calon-art-diduga-disekap-berawal-dari-dua-perempuan-minta-tolong

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

SURABAYA – Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya menggelar razia mendadak di dua tempat kos di Jalan Dupak Bangunrejo dan Dupak Bangunsari, Jumat (23/10/2026). Dari 19 penghuni yang menjalani tes urine, empat orang dinyatakan positif narkoba. https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/2610240008/razia-tempat-kos-di-dupak-surabaya-empat-penghuni-positif-sabu-dan-ekstasi

Berdasarkan keterangan Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan yang dikutip Radar Surabaya, dua laki-laki dan dua perempuan dinyatakan positif. Satu laki-laki terdeteksi mengandung sabu, sedangkan tiga orang lainnya terdeteksi mengandung ekstasi. Keempatnya dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pendalaman mengenai asal-usul narkoba yang dikonsumsi.

Sementara itu, Ditresnarkoba Polda Jawa Timur juga menggelar razia di tiga tempat hiburan malam di Surabaya pada Rabu malam (21/10) hingga Kamis dini hari (22/10). Dari 110 orang yang menjalani tes urine, sebanyak 20 orang menunjukkan hasil positif dengan temuan zat yang berbeda-beda. Mereka selanjutnya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Jatim untuk pemeriksaan dan koordinasi asesmen bersama BNNP Jawa Timur. https://radarsurabaya.jawapos.com/jatim/2610220027/polda-jatim-razia-tiga-tempat-hiburan-malam-di-surabaya-puluhan-pengunjung-positif

Dua operasi tersebut menjadi perhatian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan permukiman maupun tempat hiburan malam. Meski hasil tes urine menunjukkan adanya dugaan konsumsi zat terlarang, proses pemeriksaan dan asesmen tetap diperlukan untuk menentukan tindak lanjut setiap orang yang diamankan. Aparat juga menegaskan razia serupa akan terus dilakukan guna menekan penyalahgunaan narkotika serta menjaga keamanan masyarakat Surabaya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/razia-narkoba-di-surabaya-kos-hingga-tempat-hiburan-malam-puluhan-orang-positif

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BANGKALAN – Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pada Jumat (23/10/2026), antrean terlihat di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bangkalan, hingga meluber ke badan jalan. Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain, termasuk wilayah Kecamatan Kamal. Pengendara harus menunggu untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. (BeritaSatu)

Antrean tersebut berkaitan dengan keterlambatan pasokan yang membuat stok di sejumlah SPBU sempat kosong. Manajer SPBU Kamal, Miskanto, mengatakan pengiriman BBM belakangan ini rata-rata terlambat lebih dari satu hari sejak pemesanan. Ia juga menyebut alokasi pengiriman BBM bersubsidi di SPBU tempatnya bekerja pada Oktober mengalami penurunan dibandingkan September. Akibatnya, ketersediaan bahan bakar tidak selalu mampu mengimbangi kebutuhan pengendara yang datang untuk mengisi tangki.

Dampaknya dirasakan oleh masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan usaha. Sejumlah pengendara, termasuk sopir angkutan umum, dilaporkan kesulitan mencari Solar ketika stok di beberapa SPBU kosong. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) telah meminta penjelasan kepada Pertamina Patra Niaga mengenai kondisi pasokan, distribusi, dan kuota BBM di wilayah tersebut. (Radar Madura)

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa distribusi BBM ke SPBU berjalan sesuai jadwal dan antrean berkaitan dengan meningkatnya permintaan BBM bersubsidi serta penyesuaian jadwal pengiriman. Perbedaan penjelasan ini membuat kepastian mengenai penyebab utama antrean perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU. Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sembari menunggu kepastian pasokan agar antrean tidak terus mengganggu aktivitas warga.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bbm-subsidi-langka-di-bangkalan-warga-harus-antre-untuk-mengisi-tangki

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

SURABAYA – Hamparan eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai kembali menjadi perhatian warga Surabaya. Di Sungai Rolak, kawasan Jalan Gunung Sari, tumpukan tanaman air tersebut terlihat menutupi sebagian besar permukaan sungai hingga aliran air sulit terlihat dari tepi. Kondisi serupa juga sempat menjadi sorotan di Sungai Jagir, Wonokromo, pada awal Oktober 2026.

Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, persoalan ini bukan sekadar pemandangan yang kurang sedap. Eceng gondok yang tumbuh rapat dikhawatirkan dapat menghambat aliran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan. Warga sekitar Sungai Jagir juga mengeluhkan kondisi sungai yang terlihat semakin kumuh dan berharap pembersihan dilakukan sebelum tumpukan tanaman semakin meluas.

Penanganan eceng gondok sebenarnya telah dilakukan di sejumlah titik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menjelaskan bahwa pembersihan sungai melibatkan beberapa pihak sesuai kewenangan masing-masing. Di kawasan Mastrip, misalnya, eceng gondok yang terbawa arus ditahan menggunakan trash boom agar mudah dikumpulkan dan diangkut. Namun, sebagian tanaman dapat lolos dan terbawa ke aliran sungai lainnya.

Masalah eceng gondok yang terus muncul menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan tanaman ketika sudah menumpuk. Pemantauan rutin, koordinasi antarinstansi, dan kepedulian masyarakat diperlukan agar aliran sungai tetap terjaga. Warga pun berharap penanganan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga sungai tidak kembali dipenuh


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sungai-surabaya-berubah-jadi-karpet-hijau-eceng-gondok-kembali-bikin-warga-waswas

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

BANYUWANGI – Ada pemandangan berbeda bagi penumpang pesawat Super Air Jet rute Banyuwangi–Jakarta–Banyuwangi. Para pramugari tampil mengenakan aksesori khas Tari Gandrung, lengkap dengan omprog atau mahkota dan selendang merah. Bukan sekadar penampilan unik, cara ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Penampilan tersebut merupakan bagian dari semarak Festival Gandrung Sewu 2026. Sejak 22 hingga 25 Oktober 2026, nuansa kesenian tradisional dihadirkan untuk menyambut para penumpang. Para pramugari tidak hanya menyapa penumpang ketika memasuki pesawat, tetapi juga mengenakan atribut Gandrung saat memperagakan demonstrasi keselamatan penerbangan. Dengan demikian, unsur budaya lokal hadir di tengah aktivitas perjalanan udara tanpa menghilangkan fungsi utama awak kabin.

Penyambutan bernuansa budaya juga dilakukan di Bandara Banyuwangi. Penumpang yang tiba disambut penari Gandrung asli dengan iringan musik tradisional khas Banyuwangi. Sejumlah penumpang bahkan tertarik ikut menari, sehingga suasana kedatangan terasa lebih meriah. Ornamen dan poster bertema Gandrung turut menghiasi area bandara untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung.

Festival Gandrung Sewu tahun ini mengusung tema Kembang Dermo dan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Pantai Boom Marina dengan konsep pertunjukan malam Glow in the Dark. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola transportasi, budaya Gandrung diperkenalkan sejak wisatawan memulai perjalanan hingga tiba di Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menjaga kesenian tradisional agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pramugari-super-air-jet-berubah-bak-penari-gandrung-penumpang-banyuwangi-dapat-sambutan-tak-biasa

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Digitalisasi pendidikan membuat aplikasi Computer Based Test (CBT) semakin dibutuhkan sekolah. Ruang Siswa dan Extraordinary CBT menjadi dua pilihan yang menarik untuk dibandingkan. Keduanya berkaitan dengan ujian berbasis komputer, tetapi sekolah tetap perlu mempertimbangkan biaya, keamanan, kemudahan penggunaan, dan pengelolaan hasil ujian.

Extraordinary CBT menawarkan fitur yang terdokumentasi, seperti berbagai tipe soal, impor soal dari Google Docs atau Word, pemantauan peserta, deteksi perpindahan tab, penilaian otomatis, serta ekspor nilai ke Excel. Aplikasi ini juga mendukung jaringan lokal (LAN), VPS, dan Docker. Versi instalasi mandiri tersedia gratis untuk penggunaan nonkomersial sekolah.

  • Exam browser dan pencegahan kecurangan

  • Penilaian dan laporan hasil

  • Instalasi fleksibel

  • AI Generate Soal

Sementara itu, Ruang Siswa menjadi alternatif menarik bagi sekolah yang mencari aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi pembatasan menyontek, pengelolaan soal, pengaturan waktu ujian, penilaian otomatis, dan rekap nilai. Ketersediaan fitur-fitur yang ada yaitu :

  • Ujian berbasis komputer (CBT)

  • Keamanan ujian

  • Pembatasan menyontek

  • Pengelolaan soal

  • Pengaturan waktu ujian

  • Penilaian otomatis

  • Rekap hasil ujian

  • Akses gratis

Dari perbandingan tersebut, Ruang Siswa menjadi pilihan menarik bagi sekolah yang membutuhkan aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah akan ujian digital yang praktis, efisien, dan terjangkau, Ruang Siswa layak dipilih sebagai alternatif untuk mendukung pelaksanaan evaluasi siswa. Kehadiran aplikasi CBT seperti Ruang Siswa diharapkan dapat membantu menciptakan ujian yang lebih tertib dan adil, sekaligus mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ujian-digital-tanpa-takut-curang-ruang-siswa-vs-extraordinary-cbt-mana-lebih-unggul

Efisiensi Berlanjut, Publik Menunggu: Anggaran Dipangkas, Apa Dampaknya?

Efisiensi Berlanjut, Publik Menunggu: Anggaran Dipangkas, Apa Dampaknya?

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang untuk melanjutkan penghematan anggaran secara besar-besaran jika diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki perjalanan panjang dan perlu terus mencari cara agar penggunaan anggaran lebih efisien. Wacana ini kembali menjadi perhatian karena kebijakan penghematan dapat memengaruhi cara pemerintah membiayai berbagai program dan kebutuhan negara.

Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan efisiensi anggaran sekitar Rp306,69 triliun melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, melainkan memastikan anggaran digunakan secara optimal tanpa menghentikan program prioritas. Pemerintah juga memperkirakan belanja APBN pada kuartal IV 2026 mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Artinya, penghematan tidak otomatis berarti seluruh belanja pemerintah akan menyusut, karena anggaran tetap dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Meski bertujuan menjaga penggunaan uang negara tetap efektif, kebijakan efisiensi tetap perlu diawasi agar tidak mengurangi kualitas pelayanan publik. Masyarakat tentu berharap penghematan benar-benar menyasar pengeluaran yang kurang mendesak, bukan justru menghambat layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, atau bantuan sosial. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan efisiensi bukan hanya seberapa besar anggaran berhasil dihemat, tetapi juga seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat. Jika pengeluaran dipangkas tanpa hasil yang jelas, publik tentu berhak bertanya: anggaran boleh dihemat, tetapi jangan sampai pelayanan kepada rakyat ikut dikorbankan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/efisiensi-berlanjut-publik-menunggu-anggaran-dipangkas-apa-dampaknya