Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

BOGOR — Kegembiraan usai menonton pertandingan sepak bola berubah menjadi duka bagi keluarga seorang remaja suporter Persib Bandung atau Bobotoh. ARK (16) meninggal dunia setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan keterangan Polres Bogor yang diberitakan pada Senin (26/10), korban diserang menggunakan celurit di Jalan Raya Jakarta–Bogor, sekitar kilometer 51. Senjata tajam tersebut diduga mengenai bagian punggung korban. Setelah kejadian, korban terjatuh dan sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan suporter, termasuk ketika perjalanan pulang dari pertandingan.

Polisi telah menangkap seorang pria berinisial MR dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian dan menetapkannya sebagai tersangka. Petugas juga mengamankan celurit serta pakaian korban sebagai barang bukti. Menurut pemberitaan, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana yang mengakibatkan anak meninggal dunia. Adapun motif dan rangkaian kejadian perlu merujuk pada hasil penyidikan resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa. Pengamanan di sekitar stadion, pencegahan bentrokan, serta kesadaran suporter untuk tidak membawa senjata tajam perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan terhadap klub semestinya ditunjukkan melalui semangat dan sportivitas, bukan tindakan yang membahayakan orang lain. Publik pun diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan memberi ruang bagi proses hukum untuk berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pulang-nonton-bola-berujung-maut-bobotoh-16-tahun-tewas-dibacok-di-bogor

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Erin Anthony akhirnya mencuri perhatian lewat debutnya sebagai bintang iklan sosis keju Leza. Namun, bukannya cuma membahas produk yang dipromosikan, warganet justru sibuk membedah setiap adegan dan dialognya. Kalimat pembuka, “Selama ini aku diam aja. Sini, aku kasih tahu yang sebenarnya!” langsung memancing rasa penasaran. Bukannya iklan biasa, penonton malah merasa seperti sedang diajak masuk ke episode baru drama kehidupan selebritas.

Yang bikin suasana makin panas, sejumlah dialog dalam iklan tersebut dinilai warganet punya kemiripan dengan kisah masa lalu Erin dan mantan suaminya, Andre Taulany. Kalimat “Emang nggak akan ada asap kalau nggak ada api” hingga “Ada yang baru, jadi alasan buat buru-buru” menjadi bahan perbincangan. Alhasil, iklan yang seharusnya menjual sosis malah membuat publik sibuk menafsirkan pesan tersirat. Produk boleh jadi pemeran utama, tetapi masa lalu justru sukses mencuri panggung.

Belum selesai di situ, detail berupa karangan bunga dan sosok pria berseragam yang mengingatkan sebagian penonton pada program Lapor Pak! ikut disorot. Warganet pun mulai menyusun teori sendiri, seolah-olah sedang memecahkan teka-teki dengan hadiah utama jawaban dari masa lalu. Sindirannya terasa pedas bagi mereka yang menangkap makna tertentu, tetapi perlu diingat bahwa dugaan tersebut belum membuktikan iklan itu memang sengaja ditujukan kepada Andre. Bisa jadi ini murni kreativitas tim iklan, bisa juga penonton yang terlalu jeli menghubungkan titik-titik.

Terlepas dari berbagai spekulasi, debut Erin berhasil membuat iklannya ramai dibicarakan. Strategi promosi yang memancing rasa penasaran memang bisa membuat sebuah produk lebih mudah diingat, apalagi jika dibalut dialog yang mengundang tafsir. Namun, sampai ada penjelasan langsung dari Erin atau tim kreatifnya, anggapan bahwa iklan tersebut merupakan sindiran terhadap masa lalunya tetap sebatas dugaan. Satu hal yang pasti, niatnya jualan sosis, tetapi warganet malah sibuk mengunyah cerita lama!


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/baru-debut-iklan-erin-anthony-langsung-menyenggol-masa-lalu-netizen-auto-jadi-detektif

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

Dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menjadi sorotan. KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaannya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Publik pun menanti, kapan pemeriksaan ini benar-benar terlaksana? Liputan6, 26 Oktober 2026.

Nusron sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 7 Oktober 2026, tetapi tidak hadir karena agenda internal kementerian. Saat jadwal diulang pada 15 Oktober, ia kembali tidak datang dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri. KPK menyatakan keterangannya dibutuhkan untuk mengonfirmasi temuan penyidik dan memperjelas konstruksi perkara, termasuk dugaan praktik suap serta aliran penerimaan uang.

Yang membuat perkara ini semakin menjadi perhatian, sejumlah pihak di lingkungan ATR/BPN telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK membutuhkan keterangan Nusron untuk mendalami perkara tersebut, bukan berarti pemanggilannya sebagai saksi otomatis membuktikan keterlibatan dirinya dalam tindak pidana. Hingga pemberitaan 26 Oktober, KPK menyampaikan akan segera menjadwalkan pemeriksaan ulang. Sumber: Liputan6.

Pada akhirnya, masyarakat menunggu kejelasan, bukan sekadar kabar pemanggilan yang terus dijadwalkan ulang. Alasan ketidakhadiran perlu dinilai berdasarkan keterangan dan prosedur hukum yang berlaku, sementara KPK perlu memastikan penyidikan berjalan transparan dan profesional. Sebab, ketika perkara menyangkut pejabat publik, pertanyaan masyarakat wajar muncul: kapan pemeriksaan berlangsung dan apa hasilnya? Proses hukum harus tetap berjalan tanpa menghakimi seseorang sebelum ada bukti dan keputusan yang sah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-panggil-nusron-absen-hukum-kok-kayak-janji-ketemuan

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Hasil panen yang melimpah seharusnya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, keberhasilan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Harga jual yang berubah-ubah, informasi pasar yang terbatas, hingga pencatatan hasil pertanian yang belum tertata dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengelolaan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada proses menanam dan memanen, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana hasil panen dicatat, dipasarkan, dan dikelola agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, sektor pertanian memiliki peluang untuk beradaptasi dengan sistem pengelolaan yang lebih praktis. Pemanfaatan teknologi dapat membantu petani dan pelaku usaha pertanian mengorganisasi informasi, memantau aktivitas usaha, serta mengelola transaksi secara lebih terstruktur. Langkah ini penting agar kegiatan pertanian semakin mudah dikelola dan mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Panen Raya, platform yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Platform ini berfokus pada pengelolaan data dan transaksi pertanian untuk membantu mendukung aktivitas usaha di sektor pertanian. Dengan pemanfaatan sistem digital, informasi terkait kegiatan pertanian dapat dikelola secara lebih terorganisasi sehingga memudahkan proses administrasi dan pencatatan usaha.

Melalui Panen Raya, digitalisasi diharapkan dapat membantu petani maupun pelaku usaha pertanian mengelola informasi dan transaksi dengan lebih praktis. Pemanfaatan platform ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih tertata, terutama ketika pengelolaan data menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan teknologi yang sesuai, sektor pertanian memiliki peluang untuk berkembang lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi usaha para pelakunya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/panen-tak-cukup-dipetik-petani-butuh-cara-cerdas-mengelola-hasilnya

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan sebanyak-banyaknya. Pelaku usaha perlu membangun komunikasi yang tepat agar informasi produk, penawaran khusus, hingga pengumuman layanan bisa diterima oleh target pasar secara efektif. Strategi promosi yang terencana dapat membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang penjualan yang lebih besar.

Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menyampaikan informasi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengirim pesan satu per satu. Cara manual tentu membutuhkan waktu dan tenaga, terutama bagi bisnis yang memiliki banyak kontak pelanggan. Karena itu, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi pilihan untuk mendukung kegiatan promosi agar lebih praktis, terorganisasi, dan efisien.

Salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan promosi melalui WhatsApp kepada banyak kontak sekaligus. Dengan dukungan layanan dari BWI, pelaku usaha dapat memanfaatkan komunikasi langsung untuk menyampaikan informasi produk, promo terbaru, program diskon, maupun pengumuman penting kepada pelanggan. Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau audiens secara lebih terarah tanpa harus mengandalkan metode pengiriman pesan manual.

Melalui WA Blasting dari BWI, kegiatan promosi dapat direncanakan dengan lebih praktis sehingga pelaku usaha bisa menghemat waktu dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan. Agar hasilnya optimal, bisnis tetap perlu menentukan target penerima, menyusun pesan yang relevan, serta memperhatikan persetujuan dan kenyamanan pelanggan saat menerima pesan promosi. Dengan penggunaan yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung strategi pemasaran digital untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dan menjaga peluang pertumbuhan bisnis.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-jangan-cuma-ramai-di-awal-saatnya-bisnis-menjangkau-pelanggan-dengan-cara-yang-lebih-cerdas

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Belajar akuntansi kini tidak cukup hanya dengan menghafal debit, kredit, dan rumus perhitungan. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana transaksi dicatat, diproses, hingga menghasilkan laporan keuangan. Berbagai aplikasi hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut, termasuk ACC Learning, AKSI: Asah Akuntansi, dan MYOB. Ketiganya memiliki pendekatan berbeda, mulai dari latihan soal untuk menguji pemahaman hingga penggunaan software untuk mengenal proses akuntansi dalam perusahaan.

AKSI: Asah Akuntansi

  • aplikasi evaluasi pembelajaran yang menyediakan latihan soal dengan format pilihan ganda, benar-salah, mencocokkan jawaban, dan esai singkat.

MYOB

  •  membantu pengguna mempelajari pencatatan transaksi

  •  pengelolaan keuangan melalui software akuntansi yang digunakan dalam konteks bisnis.

Kedua pendekatan tersebut memiliki manfaat tersendiri, tetapi kebutuhan pembelajaran yang lebih menyeluruh juga memerlukan sarana yang dapat menghubungkan teori dengan praktik serta membantu pengajar memantau perkembangan mahasiswa.

Di sinilah ACC Learning by RuangDosen

Platform ini memungkinkan mahasiswa mempraktikkan siklus akuntansi melalui perusahaan simulasi,

  • pencatatan transaksi

  • jurnal umum

  • buku besar

  • hingga penyusunan laporan keuangan

  • praktiknya juga meliputi kas dan bank

  • penjualan dan piutang

  • pembelian dan utang

  • persediaan aset tetap

  • serta perpajakan.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas mahasiswa, ACC Learning turut mendukung dosen dalam menyusun kasus praktikum, memberikan tugas, memantau progres, dan melakukan penilaian. Dengan alur yang saling terhubung, mahasiswa dapat mempelajari dampak transaksi terhadap laporan keuangan sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang lebih terstruktur.

Pada akhirnya, memilih aplikasi akuntansi perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. AKSI dapat menjadi pilihan untuk latihan dan evaluasi konsep, sedangkan MYOB membantu mengenalkan penggunaan software akuntansi dalam aktivitas bisnis. Namun, bagi sekolah, perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa yang membutuhkan pengalaman praktikum terintegrasi dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning layak menjadi pilihan utama untuk dipertimbangkan. Perpaduan simulasi perusahaan, beragam modul akuntansi, dan fasilitas pemantauan pembelajaran menjadikannya lebih dari sekadar alat pencatatan: sebuah sarana untuk membangun pemahaman akuntansi melalui praktik langsung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perbandingan-acc-learning-aksi-dan-myob-kenali-fitur-dan-fungsinya

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Menjadi kasir bukan sekadar menghitung belanjaan dan menerima pembayaran dari pelanggan. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada tanggung jawab untuk memastikan harga sesuai, uang yang diterima tepat, dan setiap penjualan tercatat dengan benar. Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat membuat laporan harian tidak sesuai, sehingga ketelitian menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjalankan usaha.

Bagi pelaku UMKM, pencatatan transaksi yang teratur juga membantu pemilik usaha memahami perkembangan bisnis. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk yang paling diminati, memperkirakan kebutuhan stok, serta membandingkan pemasukan dan pengeluaran. Karena itu, kasir yang bekerja dengan sistem pencatatan yang baik bukan hanya membantu pelayanan lebih lancar, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menggabungkan transaksi penjualan, pengelolaan stok, dan laporan usaha dalam satu platform. Berdasarkan informasi di situs resminya, Aposerba mendukung pencatatan transaksi, riwayat penjualan, pencetakan struk, serta pemantauan persediaan barang. Fitur-fitur ini dapat membantu kasir bekerja lebih terstruktur sekaligus memudahkan pemilik usaha memantau aktivitas toko.

Selain fungsi kasir, Aposerba menyediakan fitur laporan penjualan, pemasukan, pengeluaran, dan ringkasan keuangan untuk membantu pemilik UMKM mengevaluasi kondisi usahanya. Dengan pencatatan digital yang lebih terorganisasi, pemilik toko dapat memiliki data sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan bisnis. Informasi mengenai fitur dan pilihan paket Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kasir-bukan-cuma-hitung-uang-pencatatan-rapi-jadi-kunci-usaha-bertahan

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

SURABAYA – Pemandangan tak biasa terjadi di Kali Jagir, kawasan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Permukaan sungai terlihat dipenuhi busa putih yang mengapung hingga menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (24/10/2026). Sejumlah warga mengaku fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Selain penampakan busa yang tebal, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap di sekitar aliran sungai. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan air sungai di tengah permukiman perkotaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran di kawasan Kali Jagir dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I. Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menyatakan busa yang muncul bukan berasal dari limbah industri. Menurut penjelasannya, busa terbentuk akibat turbulensi atau pergerakan air ketika pompa banjir berkapasitas 5 meter kubik dioperasikan. Pompa tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan peninggian bendungan yang membutuhkan kondisi area tetap kering.

DLH juga menjelaskan bahwa kondisi kemarau dapat memengaruhi kemunculan busa. Ketika debit air berkurang, buih lebih mudah terlihat saat air bergerak kuat akibat pengoperasian pompa. Meski demikian, warga setempat menyebut busa kerap muncul dan terkadang disertai bau yang mengganggu. Perbedaan antara penjelasan teknis pemerintah dan pengalaman warga membuat informasi mengenai kondisi sungai menjadi penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun, bau dan busa saja tidak cukup untuk memastikan apakah air tercemar atau tidak; diperlukan pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui kondisinya secara lebih akurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjelaskan penyebab munculnya busa. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, parameter yang diuji, serta tindak lanjut apabila ditemukan masalah. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan kondisi Kali Jagir terus dipantau. Dengan begitu, penjelasan pemerintah dapat disertai data yang jelas, sementara kekhawatiran masyarakat mendapat jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/busa-putih-penuhi-kali-jagir-ada-apa-dengan-sungai-surabaya

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

Gunung Ibu Erupsi Beruntun, Abu Vulkanik Membubung 500 Meter!

MALUKU UTARA – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Senin (26/10/2026) pagi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 08.34 WIT dengan kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat laut. Aktivitas tersebut menambah perhatian terhadap kondisi gunung api yang masih menunjukkan peningkatan aktivitas.

Aktivitas Gunung Ibu dilaporkan terjadi beberapa kali sejak dini hari. Menurut laporan iNews, erupsi tercatat pada pukul 01.01 WIT, 02.19 WIT, 03.39 WIT, dan kembali terjadi pada pukul 08.34 WIT. Letusan terakhir terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sekitar 52 detik. Rangkaian erupsi ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik perlu terus dipantau, meskipun tinggi kolom abu pada setiap letusan dapat berbeda.

Saat ini, Gunung Ibu masih berstatus Level II atau Waspada. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif serta menghindari perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Warga juga diminta menggunakan masker dan kacamata pelindung apabila terjadi hujan abu, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Imbauan ini penting untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik dan menjaga keselamatan masyarakat di sekitar gunung.

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu diharapkan tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan peringatan petugas. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung sebaiknya diperoleh melalui PVMBG, Pos Pengamatan Gunung Ibu, dan pemerintah daerah setempat. Warga juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan. Dengan mengikuti rekomendasi resmi dan menjauhi zona berbahaya, masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan sambil menunggu pembaruan kondisi gunung api.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/gunung-ibu-erupsi-beruntun-abu-vulkanik-membubung-500-meter

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

Sebulan Dicari, Kasus Ibu dan Anak di Madiun Berujung Penangkapan Suami Siri

MADIUN – Misteri hilangnya seorang ibu dan anak di Kota Madiun, Jawa Timur, memasuki babak baru. Polisi menangkap Dwi Bagus, pria yang diduga terlibat dalam pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan putranya yang berusia empat tahun. Penangkapan dilakukan pada Minggu malam (25/10/2026), setelah keberadaan ibu dan anak tersebut tidak diketahui sejak 20 September 2026. Kasus ini menyita perhatian publik karena pencarian yang berlangsung selama lebih dari sebulan kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H. M. Sihombing, membenarkan penangkapan tersebut pada Senin (26/10/2026). Berdasarkan keterangan kepolisian, Dwi Bagus merupakan suami siri Dini. Penyelidikan dilakukan setelah keluarga melaporkan hilangnya kedua korban dan menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi kini masih memeriksa terduga pelaku untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengumpulkan bukti yang diperlukan dalam penanganan perkara ini.

Salah satu petunjuk yang ditelusuri penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV dari sebuah hotel di Kota Madiun. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, dugaan peristiwa tersebut bermula di Hotel Mataram Baru pada 20 September 2026. Penyelidik juga mendalami dugaan kejadian lanjutan setelah ibu dan anak itu berada di hotel. Namun, hingga berita ini disusun, keberadaan jasad kedua korban belum ditemukan. Polisi masih melakukan pencarian sekaligus mendalami keterangan terduga pelaku.

Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan seorang perempuan dan anak yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga. Polisi masih perlu mengungkap motif, memastikan kronologi secara menyeluruh, serta menemukan keberadaan kedua korban. Masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial sebelum ada keterangan resmi dari penyidik. Perkembangan kasus ini kini dinantikan untuk menjawab berbagai pertanyaan keluarga dan publik mengenai hilangnya Dini Hardiyanti bersama putranya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sebulan-dicari-kasus-ibu-dan-anak-di-madiun-berujung-penangkapan-suami-siri

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

Surabaya Geger! 10 Calon ART Diduga Disekap, Berawal dari Dua Perempuan Minta Tolong

SURABAYA – Niat mencari pekerjaan justru berujung persoalan serius. Sebanyak 10 calon asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami penyekapan di sebuah tempat penyaluran tenaga kerja di Jalan Kedung Anyar II, Kelurahan Sawahan, Surabaya. Kasus ini terungkap setelah dua orang dari luar kota menghampiri petugas Satpol PP yang sedang berpatroli pada Sabtu (24/10/2026) dan meminta pertolongan. Awalnya, petugas mengira keduanya kehabisan bekal. Namun, setelah dilakukan pendalaman, mereka mengaku mengalami dugaan penyekapan di tempat penyaluran tersebut. Sumber: detikJatim

Petugas kemudian berkoordinasi dengan Polsek Sawahan untuk memeriksa lokasi yang dimaksud. Dari pemeriksaan tersebut, ditemukan delapan calon ART lainnya sehingga total ada 10 orang yang diamankan. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat yang diberitakan media, para calon pekerja itu berasal dari luar Surabaya dan sebagian besar berusia sekitar 50–60 tahun. Mereka disebut telah tinggal di tempat penampungan selama berbulan-bulan. Temuan ini pun memunculkan perhatian terhadap kondisi para pencari kerja yang datang ke kota lain dengan harapan memperoleh penghasilan.

Pemerintah Kota Surabaya bersama Satpol PP, kepolisian, dan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) kemudian mendatangi tempat penyaluran tersebut. Usaha itu ditutup sementara dan dipasangi garis Satpol PP karena terdapat persoalan perizinan yang perlu ditindaklanjuti. Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana, termasuk kemungkinan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), menjadi ranah kepolisian untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, para calon ART dibawa ke Liponsos untuk pendataan, dengan koordinasi bersama Dinas Sosial guna memfasilitasi pemulangan ke daerah asal. Sumber: ANTARA Jatim

Kasus ini menjadi pengingat bahwa mencari pekerjaan di luar daerah perlu disertai informasi yang jelas mengenai penyalur tenaga kerja, identitas pemberi kerja, serta ketentuan pekerjaan yang ditawarkan. Masyarakat juga perlu berhati-hati apabila menemukan tawaran kerja dengan prosedur yang tidak transparan atau kondisi yang membatasi kebebasan pekerja. Meski 10 calon ART telah diamankan, dugaan penyekapan tersebut tetap harus ditangani melalui proses hukum untuk memastikan fakta, pihak yang bertanggung jawab, serta ada atau tidaknya unsur tindak pidana. Jangan sampai harapan mendapatkan pekerjaan justru membuat pencari nafkah berada dalam situasi yang membahayakan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/surabaya-geger-10-calon-art-diduga-disekap-berawal-dari-dua-perempuan-minta-tolong

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

Razia Narkoba di Surabaya: Kos hingga Tempat Hiburan Malam, Puluhan Orang Positif

SURABAYA – Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba kembali menjadi sorotan di Kota Surabaya. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya menggelar razia mendadak di dua tempat kos di Jalan Dupak Bangunrejo dan Dupak Bangunsari, Jumat (23/10/2026). Dari 19 penghuni yang menjalani tes urine, empat orang dinyatakan positif narkoba. https://radarsurabaya.jawapos.com/surabaya/2610240008/razia-tempat-kos-di-dupak-surabaya-empat-penghuni-positif-sabu-dan-ekstasi

Berdasarkan keterangan Kasatresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan yang dikutip Radar Surabaya, dua laki-laki dan dua perempuan dinyatakan positif. Satu laki-laki terdeteksi mengandung sabu, sedangkan tiga orang lainnya terdeteksi mengandung ekstasi. Keempatnya dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk pendalaman mengenai asal-usul narkoba yang dikonsumsi.

Sementara itu, Ditresnarkoba Polda Jawa Timur juga menggelar razia di tiga tempat hiburan malam di Surabaya pada Rabu malam (21/10) hingga Kamis dini hari (22/10). Dari 110 orang yang menjalani tes urine, sebanyak 20 orang menunjukkan hasil positif dengan temuan zat yang berbeda-beda. Mereka selanjutnya dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Jatim untuk pemeriksaan dan koordinasi asesmen bersama BNNP Jawa Timur. https://radarsurabaya.jawapos.com/jatim/2610220027/polda-jatim-razia-tiga-tempat-hiburan-malam-di-surabaya-puluhan-pengunjung-positif

Dua operasi tersebut menjadi perhatian terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan permukiman maupun tempat hiburan malam. Meski hasil tes urine menunjukkan adanya dugaan konsumsi zat terlarang, proses pemeriksaan dan asesmen tetap diperlukan untuk menentukan tindak lanjut setiap orang yang diamankan. Aparat juga menegaskan razia serupa akan terus dilakukan guna menekan penyalahgunaan narkotika serta menjaga keamanan masyarakat Surabaya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/razia-narkoba-di-surabaya-kos-hingga-tempat-hiburan-malam-puluhan-orang-positif

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BBM Subsidi Langka di Bangkalan, Warga Harus Antre untuk Mengisi Tangki

BANGKALAN – Antrean panjang kendaraan bermotor terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pada Jumat (23/10/2026), antrean terlihat di SPBU Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Bangkalan, hingga meluber ke badan jalan. Kondisi serupa dilaporkan terjadi di sejumlah SPBU lain, termasuk wilayah Kecamatan Kamal. Pengendara harus menunggu untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi jenis Pertalite dan Solar. (BeritaSatu)

Antrean tersebut berkaitan dengan keterlambatan pasokan yang membuat stok di sejumlah SPBU sempat kosong. Manajer SPBU Kamal, Miskanto, mengatakan pengiriman BBM belakangan ini rata-rata terlambat lebih dari satu hari sejak pemesanan. Ia juga menyebut alokasi pengiriman BBM bersubsidi di SPBU tempatnya bekerja pada Oktober mengalami penurunan dibandingkan September. Akibatnya, ketersediaan bahan bakar tidak selalu mampu mengimbangi kebutuhan pengendara yang datang untuk mengisi tangki.

Dampaknya dirasakan oleh masyarakat yang mengandalkan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan usaha. Sejumlah pengendara, termasuk sopir angkutan umum, dilaporkan kesulitan mencari Solar ketika stok di beberapa SPBU kosong. Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) telah meminta penjelasan kepada Pertamina Patra Niaga mengenai kondisi pasokan, distribusi, dan kuota BBM di wilayah tersebut. (Radar Madura)

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa distribusi BBM ke SPBU berjalan sesuai jadwal dan antrean berkaitan dengan meningkatnya permintaan BBM bersubsidi serta penyesuaian jadwal pengiriman. Perbedaan penjelasan ini membuat kepastian mengenai penyebab utama antrean perlu ditindaklanjuti melalui koordinasi antara pemerintah daerah, Pertamina, dan pengelola SPBU. Masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan, sembari menunggu kepastian pasokan agar antrean tidak terus mengganggu aktivitas warga.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bbm-subsidi-langka-di-bangkalan-warga-harus-antre-untuk-mengisi-tangki

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

Sungai Surabaya Berubah Jadi Karpet Hijau, Eceng Gondok Kembali Bikin Warga Waswas

SURABAYA – Hamparan eceng gondok yang memenuhi permukaan sungai kembali menjadi perhatian warga Surabaya. Di Sungai Rolak, kawasan Jalan Gunung Sari, tumpukan tanaman air tersebut terlihat menutupi sebagian besar permukaan sungai hingga aliran air sulit terlihat dari tepi. Kondisi serupa juga sempat menjadi sorotan di Sungai Jagir, Wonokromo, pada awal Oktober 2026.

Bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, persoalan ini bukan sekadar pemandangan yang kurang sedap. Eceng gondok yang tumbuh rapat dikhawatirkan dapat menghambat aliran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan. Warga sekitar Sungai Jagir juga mengeluhkan kondisi sungai yang terlihat semakin kumuh dan berharap pembersihan dilakukan sebelum tumpukan tanaman semakin meluas.

Penanganan eceng gondok sebenarnya telah dilakukan di sejumlah titik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya menjelaskan bahwa pembersihan sungai melibatkan beberapa pihak sesuai kewenangan masing-masing. Di kawasan Mastrip, misalnya, eceng gondok yang terbawa arus ditahan menggunakan trash boom agar mudah dikumpulkan dan diangkut. Namun, sebagian tanaman dapat lolos dan terbawa ke aliran sungai lainnya.

Masalah eceng gondok yang terus muncul menjadi pengingat bahwa menjaga sungai tidak cukup hanya dengan membersihkan tanaman ketika sudah menumpuk. Pemantauan rutin, koordinasi antarinstansi, dan kepedulian masyarakat diperlukan agar aliran sungai tetap terjaga. Warga pun berharap penanganan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga sungai tidak kembali dipenuh


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sungai-surabaya-berubah-jadi-karpet-hijau-eceng-gondok-kembali-bikin-warga-waswas

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

Pramugari Super Air Jet Berubah Bak Penari Gandrung, Penumpang Banyuwangi Dapat Sambutan Tak Biasa

BANYUWANGI – Ada pemandangan berbeda bagi penumpang pesawat Super Air Jet rute Banyuwangi–Jakarta–Banyuwangi. Para pramugari tampil mengenakan aksesori khas Tari Gandrung, lengkap dengan omprog atau mahkota dan selendang merah. Bukan sekadar penampilan unik, cara ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya lokal kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Penampilan tersebut merupakan bagian dari semarak Festival Gandrung Sewu 2026. Sejak 22 hingga 25 Oktober 2026, nuansa kesenian tradisional dihadirkan untuk menyambut para penumpang. Para pramugari tidak hanya menyapa penumpang ketika memasuki pesawat, tetapi juga mengenakan atribut Gandrung saat memperagakan demonstrasi keselamatan penerbangan. Dengan demikian, unsur budaya lokal hadir di tengah aktivitas perjalanan udara tanpa menghilangkan fungsi utama awak kabin.

Penyambutan bernuansa budaya juga dilakukan di Bandara Banyuwangi. Penumpang yang tiba disambut penari Gandrung asli dengan iringan musik tradisional khas Banyuwangi. Sejumlah penumpang bahkan tertarik ikut menari, sehingga suasana kedatangan terasa lebih meriah. Ornamen dan poster bertema Gandrung turut menghiasi area bandara untuk memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pengunjung.

Festival Gandrung Sewu tahun ini mengusung tema Kembang Dermo dan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Pantai Boom Marina dengan konsep pertunjukan malam Glow in the Dark. Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pengelola transportasi, budaya Gandrung diperkenalkan sejak wisatawan memulai perjalanan hingga tiba di Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus menjaga kesenian tradisional agar semakin dikenal oleh masyarakat luas.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pramugari-super-air-jet-berubah-bak-penari-gandrung-penumpang-banyuwangi-dapat-sambutan-tak-biasa

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Ujian Digital Tanpa Takut Curang! Ruang Siswa vs Extraordinary CBT, Mana Lebih Unggul?

Digitalisasi pendidikan membuat aplikasi Computer Based Test (CBT) semakin dibutuhkan sekolah. Ruang Siswa dan Extraordinary CBT menjadi dua pilihan yang menarik untuk dibandingkan. Keduanya berkaitan dengan ujian berbasis komputer, tetapi sekolah tetap perlu mempertimbangkan biaya, keamanan, kemudahan penggunaan, dan pengelolaan hasil ujian.

Extraordinary CBT menawarkan fitur yang terdokumentasi, seperti berbagai tipe soal, impor soal dari Google Docs atau Word, pemantauan peserta, deteksi perpindahan tab, penilaian otomatis, serta ekspor nilai ke Excel. Aplikasi ini juga mendukung jaringan lokal (LAN), VPS, dan Docker. Versi instalasi mandiri tersedia gratis untuk penggunaan nonkomersial sekolah.

  • Exam browser dan pencegahan kecurangan

  • Penilaian dan laporan hasil

  • Instalasi fleksibel

  • AI Generate Soal

Sementara itu, Ruang Siswa menjadi alternatif menarik bagi sekolah yang mencari aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan meliputi pembatasan menyontek, pengelolaan soal, pengaturan waktu ujian, penilaian otomatis, dan rekap nilai. Ketersediaan fitur-fitur yang ada yaitu :

  • Ujian berbasis komputer (CBT)

  • Keamanan ujian

  • Pembatasan menyontek

  • Pengelolaan soal

  • Pengaturan waktu ujian

  • Penilaian otomatis

  • Rekap hasil ujian

  • Akses gratis

Dari perbandingan tersebut, Ruang Siswa menjadi pilihan menarik bagi sekolah yang membutuhkan aplikasi CBT gratis dengan fokus pada keamanan ujian dan pencegahan kecurangan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan sekolah akan ujian digital yang praktis, efisien, dan terjangkau, Ruang Siswa layak dipilih sebagai alternatif untuk mendukung pelaksanaan evaluasi siswa. Kehadiran aplikasi CBT seperti Ruang Siswa diharapkan dapat membantu menciptakan ujian yang lebih tertib dan adil, sekaligus mendukung transformasi digital di dunia pendidikan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ujian-digital-tanpa-takut-curang-ruang-siswa-vs-extraordinary-cbt-mana-lebih-unggul

Efisiensi Berlanjut, Publik Menunggu: Anggaran Dipangkas, Apa Dampaknya?

Efisiensi Berlanjut, Publik Menunggu: Anggaran Dipangkas, Apa Dampaknya?

Presiden Prabowo Subianto membuka peluang untuk melanjutkan penghematan anggaran secara besar-besaran jika diperlukan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026. Prabowo menegaskan bahwa pemerintah masih memiliki perjalanan panjang dan perlu terus mencari cara agar penggunaan anggaran lebih efisien. Wacana ini kembali menjadi perhatian karena kebijakan penghematan dapat memengaruhi cara pemerintah membiayai berbagai program dan kebutuhan negara.

Sebelumnya, pemerintah telah menargetkan efisiensi anggaran sekitar Rp306,69 triliun melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan bahwa efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, melainkan memastikan anggaran digunakan secara optimal tanpa menghentikan program prioritas. Pemerintah juga memperkirakan belanja APBN pada kuartal IV 2026 mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Artinya, penghematan tidak otomatis berarti seluruh belanja pemerintah akan menyusut, karena anggaran tetap dialokasikan untuk kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Meski bertujuan menjaga penggunaan uang negara tetap efektif, kebijakan efisiensi tetap perlu diawasi agar tidak mengurangi kualitas pelayanan publik. Masyarakat tentu berharap penghematan benar-benar menyasar pengeluaran yang kurang mendesak, bukan justru menghambat layanan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, atau bantuan sosial. Pada akhirnya, ukuran keberhasilan efisiensi bukan hanya seberapa besar anggaran berhasil dihemat, tetapi juga seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat. Jika pengeluaran dipangkas tanpa hasil yang jelas, publik tentu berhak bertanya: anggaran boleh dihemat, tetapi jangan sampai pelayanan kepada rakyat ikut dikorbankan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/efisiensi-berlanjut-publik-menunggu-anggaran-dipangkas-apa-dampaknya

Promosi Makin Praktis! WA Blasting Bantu Bisnis Menjangkau Pelanggan Lebih Cepat

Promosi Makin Praktis! WA Blasting Bantu Bisnis Menjangkau Pelanggan Lebih Cepat

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, pelaku usaha dituntut untuk menemukan cara promosi yang efektif dan mampu menjangkau pelanggan secara lebih luas. Mengandalkan promosi secara manual terkadang membutuhkan banyak waktu dan tenaga, terutama ketika bisnis harus menyampaikan informasi produk, penawaran khusus, atau program terbaru kepada banyak pelanggan sekaligus.

WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan untuk mendekatkan bisnis dengan pelanggan. Melalui pesan yang dikirim secara langsung, pelaku usaha dapat menyampaikan informasi dengan lebih praktis dan membangun komunikasi yang terasa personal. Namun, ketika jumlah pelanggan terus bertambah, pengelolaan pesan promosi membutuhkan solusi yang lebih terstruktur agar komunikasi bisnis tetap efisien.

Salah satu solusi yang bisa dipertimbangkan adalah WA Blasting dari Bengkel Web Indonesia (BWI). Layanan ini dirancang untuk membantu bisnis mengirimkan pesan promosi kepada banyak kontak melalui WhatsApp dengan lebih praktis. Dengan dukungan layanan WA Blasting, pelaku usaha dapat mempermudah penyampaian informasi mengenai produk, promo, maupun pengumuman penting tanpa harus mengirim pesan satu per satu secara manual.

Melalui pemanfaatan WA Blasting, proses promosi bisnis berpotensi menjadi lebih hemat waktu dan terorganisasi. Pelaku usaha dapat memanfaatkannya untuk mendukung komunikasi dengan pelanggan, memperkenalkan penawaran terbaru, serta menjaga hubungan dengan audiens bisnis. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, termasuk mengirim pesan kepada kontak yang telah memberikan persetujuan, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung strategi pemasaran digital yang lebih praktis dan terarah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-makin-praktis-wa-blasting-bantu-bisnis-menjangkau-pelanggan-lebih-cepat

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, ACC Learning Hadir dengan Cara yang Lebih Praktis

Belajar Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, ACC Learning Hadir dengan Cara yang Lebih Praktis

Belajar akuntansi sering dianggap rumit karena identik dengan angka, jurnal, laporan keuangan, hingga perhitungan yang membutuhkan ketelitian tinggi. Tak sedikit mahasiswa yang harus mengulang materi agar benar-benar memahami konsep dasar akuntansi. Padahal, dengan metode belajar yang tepat dan akses materi yang mudah, memahami dunia akuntansi bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan dan tidak selalu terasa membebani.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode belajar digital menjadi salah satu alternatif untuk mendukung proses pembelajaran. Mahasiswa kini dapat memanfaatkan platform digital untuk mengakses materi, mengulang pembahasan, serta belajar sesuai kebutuhan. Cara ini memberikan fleksibilitas bagi pelajar untuk membangun pemahaman secara bertahap, tanpa harus selalu bergantung pada pembelajaran di ruang kelas.

Salah satu platform yang dapat menjadi pilihan untuk dieksplorasi adalah ACC Learning, sebuah aplikasi pembelajaran yang berfokus pada bidang akuntansi. Kehadiran ACC Learning dapat menjadi alternatif bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin mendalami materi akuntansi melalui pendekatan digital. Dengan memanfaatkan platform pembelajaran, pengguna dapat menyesuaikan kegiatan belajar dengan waktu dan kebutuhan mereka.

Melalui ACC Learning, proses belajar akuntansi diharapkan terasa lebih praktis dan mudah dijangkau. Platform ini dapat dimanfaatkan sebagai pendamping belajar untuk memperkuat pemahaman materi, terutama ketika pengguna ingin kembali mempelajari konsep yang belum dikuasai. Untuk mengetahui fitur, materi, dan layanan yang tersedia secara lebih lengkap, calon pengguna dapat mengunjungi platform resmi ACC Learning. Pada akhirnya, teknologi bukan pengganti ketekunan belajar, tetapi dapat menjadi alat bantu agar memahami akuntansi terasa lebih terarah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/belajar-akuntansi-tak-harus-bikin-pusing-acc-learning-hadir-dengan-cara-yang-lebih-praktis

Sampah Menumpuk, Api Menyusul! TPA Supiturang Terbakar, Masalah Lama Belum Beres

Sampah Menumpuk, Api Menyusul! TPA Supiturang Terbakar, Masalah Lama Belum Beres

MALANG — Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supiturang di Kecamatan Sukun, Kota Malang, kembali menjadi sorotan setelah kebakaran melanda kawasan tersebut pada Rabu (21/10/2026). Api membakar area tumpukan sampah hingga diperkirakan mencapai satu hektare. Hingga Kamis (22/10/2026), petugas masih berupaya memadamkan puluhan titik api yang tersisa. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa sampah bukan sekadar persoalan pemandangan kumuh, tetapi juga menyangkut risiko kebakaran dan keselamatan lingkungan.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di sisi selatan, di luar area TPA. Kepala Satpol PP Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa percikan bara api kemungkinan terbawa angin hingga menyambar tumpukan sampah. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan awal, bukan kesimpulan final. Kondisi angin kencang, rumput kering pada musim kemarau, serta kandungan gas metana di tumpukan sampah turut memperbesar risiko dan menyulitkan pemadaman.

Penanganan kebakaran melibatkan petugas gabungan dari Damkar Kota Malang, Kabupaten Malang, dan unsur terkait. Laporan terbaru menyebut masih terdapat sekitar 50–70 titik api kecil pada Rabu malam, sedangkan laporan Kamis pagi menyebut petugas berfokus memadamkan sekitar 70 titik api tersisa. Tantangannya, api yang tampak padam di permukaan belum tentu benar-benar mati karena bara dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sampah. Petugas pun perlu melakukan pembasahan berulang, penyekatan, serta mempertimbangkan metode seperti penyuntikan air ke dalam timbunan atau pembongkaran menggunakan ekskavator.

Kebakaran ini semestinya menjadi bahan evaluasi serius, bukan sekadar menunggu api padam lalu melupakan persoalan sampai kejadian serupa muncul lagi. Pengawasan terhadap pembakaran sampah, kesiapan sarana pemadam, dan pengelolaan timbunan perlu diperkuat agar risiko tidak terus berulang. Sebab, kalau sampah sudah menumpuk dan api ikut menyala, yang dipertaruhkan bukan cuma tumpukan limbah, melainkan juga kualitas udara, kesehatan warga, dan keselamatan petugas. Masalah sampah tidak akan selesai hanya dengan memadamkan api; pencegahan dan pengelolaan yang konsisten juga harus berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sampah-menumpuk-api-menyusul-tpa-supiturang-terbakar-masalah-lama-belum-beres

Hutan Jadi Abu, Rakyat Hirup Asap: 11 Korporasi Tersangka, Jangan Sampai Hukum Cuma Galak di Awal!

Hutan Jadi Abu, Rakyat Hirup Asap: 11 Korporasi Tersangka, Jangan Sampai Hukum Cuma Galak di Awal!

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap bahwa Polri telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka terkait kasus karhutla. Pernyataan tersebut disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dari jumlah tersebut, tiga korporasi merupakan perusahaan berstatus penanaman modal asing (PMA) yang terkait dengan wilayah Kalimantan. Namun, identitas perusahaan belum diumumkan secara terperinci kepada publik. (Sumber: detikNews)

Angka 11 korporasi ini bukan sekadar angka untuk memenuhi berita utama. Di balik persoalan karhutla, ada hutan yang rusak, ekosistem yang terancam, serta masyarakat yang berpotensi menanggung dampak asap dan gangguan kesehatan. Ketika kebakaran terjadi berulang kali, publik tentu berhak mempertanyakan seberapa serius upaya pencegahan dilakukan. Jangan sampai kerusakan lingkungan menjadi persoalan tahunan, sementara warga harus terus berhadapan dengan risiko yang sebenarnya bisa ditekan melalui pengawasan dan penanganan yang tepat.

Kini, tantangannya bukan hanya menetapkan tersangka, melainkan memastikan proses hukum berjalan transparan dan tidak berhenti di tengah jalan. Publik masih menunggu identitas korporasi yang diumumkan secara resmi, penjelasan mengenai dugaan keterlibatan masing-masing pihak, serta perkembangan penyidikannya. Status tersangka bukan berarti perusahaan telah terbukti bersalah, tetapi proses hukum harus mampu mengungkap fakta dan menentukan pertanggungjawaban sesuai bukti. Jika memang ditemukan pelanggaran, penanganannya harus tegas tanpa memandang besar kecilnya perusahaan maupun asal modalnya.

Hutan bukan sekadar hamparan lahan yang bisa dihitung berdasarkan nilai ekonominya. Hutan adalah penyangga kehidupan, tempat berbagai spesies bergantung, sekaligus bagian penting dari lingkungan yang dinikmati masyarakat. Karena itu, penindakan terhadap dugaan karhutla tidak boleh berhenti sebagai kabar yang ramai selama beberapa hari, lalu tenggelam tanpa kejelasan. Jangan sampai hukum terdengar garang saat mengumumkan tersangka, tetapi kehilangan taring ketika publik menunggu hasil akhirnya. Sebab, yang dibutuhkan bukan sekadar angka tersangka, melainkan kepastian hukum, pencegahan yang nyata, dan perlindungan lingkungan yang benar-benar terasa.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-jadi-abu-rakyat-hirup-asap-11-korporasi-tersangka-jangan-sampai-hukum-cuma-galak-di-awal

Jari Menyilang, Mahasiswa Meradang! Gubernur Kaltim Baru Bereaksi Setelah Demo Memanas

Jari Menyilang, Mahasiswa Meradang! Gubernur Kaltim Baru Bereaksi Setelah Demo Memanas

SAMARINDA — Polemik yang melibatkan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud dan ajudannya menjadi sorotan setelah video dugaan tindakan kasar terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) beredar di media sosial. Insiden ini memicu kritik publik, terutama soal sikap aparat pengawal pejabat ketika berhadapan dengan mahasiswa yang menyampaikan aspirasi. Persoalannya pun melebar, dari dugaan kontak fisik hingga cara pemerintah daerah merespons kritik.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (19/10/2026) di kawasan Masjid Nurul Mu’minin, kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda. Saat itu, mahasiswa GMNI tengah menyampaikan protes terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ketika Rudy melintas menuju masjid, sejumlah mahasiswa mempertanyakan alasan mereka tidak ditemui saat demonstrasi berlangsung. Situasi kemudian memanas setelah seorang ajudan diduga menepis ponsel mahasiswa hingga terjadi kontak fisik.

Sorotan semakin besar setelah Rudy menemui ribuan demonstran pada Rabu (21/10/2026). Di hadapan massa, ia menyatakan setuju untuk mencopot Asky Rizal Toding dari tugasnya sebagai ajudan dan mengembalikannya ke kesatuan asal. Rudy juga terlihat menyilangkan jari di bagian leher ketika menyampaikan sikapnya. Gestur tersebut ikut menjadi bahan pembicaraan, meski makna sebenarnya tidak bisa dipastikan hanya dari bahasa tubuh.

Ajudan yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf dan mengakui tindakannya berlebihan serta tidak dapat dibenarkan. Sementara itu, Polda Kaltim menyatakan personel tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam. Janji pencopotan memang menjadi respons atas tuntutan mahasiswa, tetapi publik tetap berhak menunggu kejelasan tindak lanjutnya. Sebab, dalam demokrasi, kritik bukan alasan untuk bersikap kasar, dan jabatan bukan tameng untuk menghindari pertanggungjawaban.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jari-menyilang-mahasiswa-meradang-gubernur-kaltim-baru-bereaksi-setelah-demo-memanas