Hutan Terbakar, 20 Korporasi Terseret! Alam Rusak, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Hutan Terbakar, 20 Korporasi Terseret! Alam Rusak, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi sorotan setelah Bareskrim Polri menetapkan 20 korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan kebakaran hutan di sejumlah wilayah Indonesia. Kasus ini bukan persoalan kecil, sebab total luas lahan terbakar yang masuk dalam penanganan 104 laporan polisi mencapai 29.168,78 hektare. Angka tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya menghilangkan kawasan hijau, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, merusak ekosistem, dan mengganggu kehidupan warga sekitar.

Dari 20 korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka, empat di antaranya merupakan perusahaan berstatus penanaman modal asing (PMA), yakni PT HKI dan PT AI yang berasal dari Singapura, PT RKA dari Malaysia, serta PT API dari Korea Selatan. Sementara itu, 16 perusahaan lainnya merupakan penanaman modal dalam negeri, yaitu PT BOS, PT AER, PT SKM, PT WLJ, PT SAE, PT BSLT, PT CGUK, PT FSL, PT BPK, PT PW, PT BWL, PT MIB, PT STP, PT JMS, PT RAS, dan PT MAS. Polri menyebut dugaan pelanggaran dilakukan melalui tindakan pembakaran secara sengaja maupun kelalaian yang menyebabkan kebakaran dan kerusakan lingkungan.

Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di antaranya Pasal 98, Pasal 99, dan Pasal 108. Berdasarkan keterangan Polri, ancaman hukuman yang disampaikan mencakup pidana penjara 3 hingga 5 tahun serta denda Rp3 miliar sampai Rp15 miliar. Namun, penetapan tersangka bukan berarti seluruh perusahaan tersebut telah dinyatakan bersalah. Pembuktian tetap harus dilakukan melalui proses hukum yang berlaku.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan perusahaan yang mengelola kawasan hutan dan lahan di Indonesia. Sebab, ketika hutan terbakar, masyarakat sekitar ikut menanggung dampaknya, mulai dari ancaman asap, gangguan kesehatan, hingga rusaknya sumber penghidupan. Publik kini menunggu ketegasan aparat dalam mengusut perkara tersebut. Jangan sampai urusan keuntungan perusahaan berjalan lancar, sementara kerusakan lingkungan justru menjadi beban masyarakat dan generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hutan-terbakar-20-korporasi-terseret-alam-rusak-siapa-yang-harus-bertanggung-jawab

45 Ribu Anak Kembali Sekolah, Kemiskinan Tak Seharusnya Jadi Alasan Kehilangan Masa Depan

45 Ribu Anak Kembali Sekolah, Kemiskinan Tak Seharusnya Jadi Alasan Kehilangan Masa Depan

Kesempatan memperoleh pendidikan yang layak masih menjadi tantangan bagi sebagian anak di Indonesia, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Keterbatasan ekonomi, kondisi keluarga, hingga sulitnya akses sekolah membuat sejumlah anak terpaksa tidak melanjutkan pendidikan. Untuk menjawab persoalan tersebut, pemerintah terus mengembangkan program Sekolah Rakyat sebagai salah satu upaya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Hingga Oktober 2026, pemerintah melaporkan sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota di Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program tersebut telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 45 ribu anak untuk kembali mengenyam pendidikan. Program ini tidak hanya menyediakan fasilitas belajar, tetapi juga menawarkan tempat tinggal, sarana olahraga, makanan bergizi, serta layanan kesehatan bagi para peserta didik.

Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem pendidikan berasrama yang memungkinkan siswa mendapatkan pendampingan dalam kegiatan belajar maupun kehidupan sehari-hari. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga rentan, termasuk mereka yang tidak bersekolah, putus sekolah, atau berisiko meninggalkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berharap anak-anak tidak lagi kehilangan kesempatan mengembangkan kemampuan hanya karena kondisi keuangan keluarga.

Meski menunjukkan perkembangan dari sisi jumlah sekolah dan peserta didik, tantangan berikutnya adalah memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga di seluruh daerah. Ketersediaan tenaga pengajar, fasilitas yang memadai, pendampingan siswa, hingga keberlanjutan pendidikan setelah lulus perlu menjadi perhatian. Sebab, keberhasilan Sekolah Rakyat bukan hanya diukur dari banyaknya gedung yang dibangun atau siswa yang diterima, melainkan dari seberapa besar program ini mampu memberikan kesempatan nyata bagi anak-anak untuk memperbaiki masa depan mereka.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/45-ribu-anak-kembali-sekolah-kemiskinan-tak-seharusnya-jadi-alasan-kehilangan-masa-depan

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Bukan Sekadar Jago Menghitung! Calon Akuntan Perlu Naik Level dengan Pengalaman Praktik Digital

Dunia akuntansi terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan teknologi dalam aktivitas bisnis dan keuangan. Kemampuan menghitung serta memahami teori debit dan kredit memang menjadi dasar penting, tetapi calon akuntan juga dituntut mampu menghadapi proses pencatatan transaksi, pengelolaan keuangan, hingga penyusunan laporan secara sistematis. Tantangannya, memahami teori di ruang kelas terkadang belum cukup untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana pekerjaan akuntansi berlangsung dalam lingkungan perusahaan sesungguhnya.

Pembelajaran berbasis praktik menjadi salah satu cara untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenali berbagai aktivitas perusahaan, mulai dari transaksi penjualan dan pembelian, pengelolaan persediaan, pencatatan jurnal, hingga penyusunan laporan keuangan. Dengan pengalaman praktik, pemahaman terhadap materi akuntansi tidak hanya berhenti pada hafalan rumus, tetapi berkembang menjadi keterampilan yang dapat diterapkan dalam dunia profesional.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ACC Learning by RuangDosen hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk membantu mahasiswa mempraktikkan akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui aplikasi ini, mahasiswa dapat membuat perusahaan praktik, mencatat transaksi, mengelola jurnal umum, buku besar, hingga menghasilkan berbagai laporan keuangan. Setiap transaksi juga terhubung dengan sistem pencatatan jurnal berpasangan, sehingga pengguna dapat memahami bagaimana aktivitas operasional memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.

Tidak hanya membantu mahasiswa belajar secara mandiri, ACC Learning juga menyediakan fasilitas pendukung bagi dosen untuk membuat kasus praktikum, memberikan tugas, memantau perkembangan pengerjaan, hingga melakukan penilaian. Pendekatan ini membuat kegiatan pembelajaran lebih terarah karena mahasiswa dapat merasakan simulasi proses akuntansi, sementara dosen dapat memantau hasil praktik melalui sistem digital. Dengan konsep tersebut, ACC Learning menjadi salah satu alternatif menarik bagi sekolah dan perguruan tinggi yang ingin menghadirkan pengalaman belajar akuntansi lebih aplikatif, modern, dan dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui RuangDosen.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-jago-menghitung-calon-akuntan-perlu-naik-level-dengan-pengalaman-praktik-digital

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Sungai Simalagi Meluap, 32 Rumah Terendam Banjir di Mandailing Natal

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Rabu (28/10/2026) menyebabkan Sungai Simalagi meluap dan membanjiri permukiman warga. Banjir terjadi di dua desa yang berada di kecamatan berbeda, yakni Desa Binanga, Kecamatan Huta Bargot, dan Desa Rumbio, Kecamatan Panyabungan Utara. Peristiwa tersebut membuat puluhan rumah warga terendam dan sejumlah aktivitas masyarakat sempat terganggu.

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir mulai dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat sekitar pukul 18.00 WIB. Di Desa Binanga, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 60 sentimeter. Secara keseluruhan, sebanyak 32 rumah warga terendam dan satu fasilitas ibadah turut terdampak. Akses jalan di sekitar lokasi juga sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat genangan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mandailing Natal turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa. Dalam pembaruan BNPB pada 29 Oktober, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut dan jalan yang sebelumnya terendam sudah dapat kembali dilalui. Data yang tersedia belum mencantumkan nilai kerugian materiil secara keseluruhan, sehingga dampak ekonomi terhadap warga masih memerlukan pendataan lebih lanjut.

Meski genangan mulai surut, ancaman banjir susulan tetap perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai. Pemerintah daerah melalui BPBD perlu melanjutkan pemantauan debit air, memastikan kesiapan personel dan peralatan evakuasi, serta menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat. BNPB juga mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sungai-simalagi-meluap-32-rumah-terendam-banjir-di-mandailing-natal

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Jangan Sampai Bisnis Untung di Kertas, Boncos di Kenyataan! Kenali Aposerba

Mengelola bisnis bukan hanya tentang seberapa banyak produk yang berhasil terjual setiap hari. Di balik aktivitas penjualan, ada hal penting yang sering menjadi tantangan pelaku UMKM, yaitu mengatur pemasukan, pengeluaran, keuntungan, hingga arus kas. Tanpa pencatatan yang teratur, pemilik usaha bisa kesulitan mengetahui kondisi keuangan sebenarnya. Bahkan, omzet yang terlihat besar belum tentu mencerminkan keuntungan yang diperoleh setelah seluruh biaya operasional diperhitungkan.

Dalam pengelolaan akuntansi dan keuangan, pencatatan transaksi menjadi dasar penting untuk mengevaluasi perkembangan usaha. Informasi mengenai penjualan, pengeluaran, harga beli produk, dan persediaan barang dapat membantu pemilik bisnis memahami perputaran uang dengan lebih baik. Karena itu, penggunaan teknologi digital menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual yang membutuhkan ketelitian dan waktu lebih banyak.

Menjawab kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang tidak hanya mendukung transaksi penjualan, tetapi juga menyediakan fitur keuangan dan akuntansi. Melalui satu platform, pengguna dapat mengelola laporan pemasukan, pengeluaran, serta ringkasan keuangan toko. Riwayat penjualan dan informasi persediaan juga dapat membantu pemilik usaha memperoleh gambaran aktivitas bisnis secara lebih terstruktur.

Bagi pelaku UMKM yang ingin mengelola keuangan secara lebih praktis, Aposerba dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pencatatan dan pemantauan usaha. Aplikasi ini juga menyediakan dasbor untuk melihat berbagai informasi operasional serta pilihan paket sesuai kebutuhan bisnis, termasuk uji coba gratis. Dengan memanfaatkan sistem digital, pemilik usaha dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih tertata, sehingga keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan perkiraan, tetapi juga didukung data transaksi. Informasi lengkap dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jangan-sampai-bisnis-untung-di-kertas-boncos-di-kenyataan-kenali-aposerba

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Jadi Upacara, Mahasiswa Bandung Tagih Bukti Kerja Pemerintah!

Sumpah Pemuda Jangan Cuma Jadi Upacara, Mahasiswa Bandung Tagih Bukti Kerja Pemerintah!

BANDUNG, Jawa Barat — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada Rabu (28/10/2026) tak hanya diwarnai seremoni. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Mereka menyoroti persoalan pendidikan, kesehatan, penegakan hukum, hingga kesejahteraan masyarakat.

Salah satu tuntutan yang disampaikan adalah evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk desakan agar anggarannya dipisahkan dari dana pendidikan. Mahasiswa juga meminta pemerintah lebih serius menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memperhatikan persoalan kemiskinan dan pengangguran. Bagi mereka, kebijakan pemerintah harus bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

Tak berhenti di situ, mahasiswa turut menyoroti janji penciptaan lapangan kerja dan pentingnya transparansi dalam pengambilan kebijakan. Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, M. Sidkon Djampi, menyatakan aspirasi yang disampaikan akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk diteruskan kepada DPR RI. Langkah tersebut menjadi jalur tindak lanjut formal atas tuntutan mahasiswa.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga momentum untuk menyampaikan aspirasi dan mengawasi jalannya pemerintahan. Kritik mahasiswa perlu dijawab melalui langkah konkret dan penjelasan yang transparan. Sebab, bagi masyarakat, janji kebijakan baru benar-benar berarti ketika hasilnya bisa dirasakan, bukan hanya terdengar dalam pidato.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sumpah-pemuda-jangan-cuma-jadi-upacara-mahasiswa-bandung-tagih-bukti-kerja-pemerintah

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Promosi Tak Harus Bikin Tim Kewalahan, WA Blasting Bantu Bisnis Bergerak Lebih Cepat

Di tengah persaingan bisnis digital, kecepatan menyampaikan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Mulai dari pengumuman produk baru, penawaran khusus, hingga pemberitahuan layanan, semuanya membutuhkan komunikasi yang praktis dan terarah. Jika setiap pesan harus dikirim satu per satu, pekerjaan bisa menyita waktu dan membuat tim kesulitan menangani kebutuhan bisnis lainnya.

WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang banyak dimanfaatkan pelaku usaha untuk berinteraksi dengan pelanggan. Namun, mengelola pengiriman pesan dalam jumlah besar membutuhkan sistem yang lebih terorganisasi. Teknologi otomatisasi dapat membantu bisnis menyederhanakan proses komunikasi, mengurangi pekerjaan berulang, dan menyusun penyampaian informasi secara lebih efisien.

Menjawab kebutuhan tersebut, WA Blasting dari PT Bengkel Web Indonesia (BWI) hadir sebagai solusi digital untuk membantu bisnis dan organisasi mengirimkan pesan WhatsApp secara massal. Melalui sistem terpusat, pengguna dapat memanfaatkan layanan ini untuk kebutuhan promosi, pengumuman, maupun notifikasi bisnis. Informasi mengenai produk dapat dilihat melalui halaman resmi WA Blasting BWI.

WA Blasting BWI juga menyediakan fitur pendukung seperti dashboard pemantauan status pengiriman, penjadwalan pesan, personalisasi isi pesan, serta integrasi API dan webhook sesuai kebutuhan sistem bisnis. Fitur tersebut membantu proses komunikasi menjadi lebih terukur dan memudahkan tim memantau pelaksanaan pengiriman. Dengan penggunaan yang bertanggung jawab, termasuk mengirim pesan kepada penerima yang telah memberikan persetujuan, WA Blasting dapat menjadi bagian dari strategi komunikasi digital yang lebih efektif dan profesional.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-tak-harus-bikin-tim-kewalahan-wa-blasting-bantu-bisnis-bergerak-lebih-cepat

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

Anak Muda Nganjuk Buktikan Tradisi Belum Mati, Jaranan Pogogan Tak Mau Kalah dari Zaman!

NGANJUK, Jawa Timur — Di tengah gempuran hiburan modern, anak muda di Kabupaten Nganjuk masih memilih merawat kesenian tradisional. Pada Rabu (28/10/2026), para pemain muda dari Sanggar Seni Eko Joyo menampilkan Jaranan Pogogan di Balai Budaya Mpu Sindok dalam Seminar Pelestarian dan Pemajuan Kebudayaan Jaranan Pogogan Nganjuk. Kegiatan ini mengangkat tema Menjaga Tradisi, Meningkatkan Apresiasi.

Salah satu pemainnya, Rofiq Kurniawan, 22 tahun, mengaku bangga bisa ikut menjaga warisan kesenian daerah. Ia bersama para pemuda, remaja, anak-anak, dan orang dewasa di sanggar tersebut rutin berlatih di bawah bimbingan Eko Kadiono. Semangat mereka menjadi bukti bahwa kesenian tradisional masih bisa menarik minat generasi muda jika terus dikenalkan dan dipelajari.

Jaranan Pogogan memiliki ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan jaranan lainnya. Selain menggunakan properti kuda kepang, kesenian ini memadukan gerak tari, musik tradisional, cerita, dan humor. Menurut Eko Kadiono, salah satu keunikannya adalah pertunjukan ini tidak menampilkan adegan kesurupan maupun ritual menggunakan kemenyan. Kesenian tersebut berasal dari Dusun Jimbir, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

Meski mulai jarang tampil di ruang publik, para pelestari tetap berupaya menjaga Jaranan Pogogan agar tidak hilang ditelan zaman. Seminar yang digelar bersama komunitas pemerhati sejarah dan ekologi serta instansi pelestarian kebudayaan menjadi salah satu upaya meningkatkan apresiasi masyarakat. Sebab, budaya lokal tidak cukup hanya dibanggakan sebagai warisan leluhur, tetapi juga perlu dipelajari, dipentaskan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/anak-muda-nganjuk-buktikan-tradisi-belum-mati-jaranan-pogogan-tak-mau-kalah-dari-zaman

KPK Geledah Djarum, Urusan Cukai Kok Bikin Tanda Tanya?

KPK Geledah Djarum, Urusan Cukai Kok Bikin Tanda Tanya?

KUDUS, Jawa Tengah — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor PT Djarum dan Kantor Bea Cukai Kudus pada Rabu (28/10/2026). Penggeledahan ini menjadi bagian dari pengembangan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Urusan cukai yang seharusnya berkaitan dengan penerimaan negara kini ikut menjadi sorotan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik mendalami dugaan penyimpangan yang berkaitan dengan penerimaan negara dari sektor cukai, termasuk dugaan pemberian imbalan dalam pengurusan pita cukai rokok. Penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik untuk dianalisis lebih lanjut.

Kasus ini memunculkan pertanyaan penting: apakah proses pengurusan cukai sudah berjalan sesuai aturan, dan apakah ada pihak yang diduga mengambil keuntungan dari proses tersebut? KPK masih mendalami bukti yang ditemukan untuk menyusun konstruksi perkara dan menentukan pihak yang bertanggung jawab. Dalam pengembangan penyidikan terbaru ini, belum ada tersangka yang diumumkan.

Sementara itu, pihak Djarum Group melalui Corporate Communication Budi Darmawan menyatakan akan bersikap kooperatif serta menghormati proses hukum. Penggeledahan bukan bukti bahwa perusahaan telah melakukan tindak pidana. Publik kini menunggu hasil penyidikan KPK untuk mengetahui fakta sebenarnya, sebab penerimaan negara harus dijaga dan setiap dugaan pelanggaran perlu dibuktikan melalui proses hukum.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-geledah-djarum-urusan-cukai-kok-bikin-tanda-tanya

Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Mahasiswa Akuntansi Wajib Tahu! ACC Learning Bawa Praktik Keuangan Lebih Dekat ke Dunia Kerja

Belajar akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit, tetapi juga memahami bagaimana transaksi memengaruhi kondisi keuangan sebuah perusahaan. Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode pembelajaran berbasis praktik semakin relevan untuk membantu mahasiswa memahami proses akuntansi secara menyeluruh. Pengalaman mengerjakan transaksi dan menyusun laporan keuangan dapat menjadi bekal penting untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Tantangan pembelajaran akuntansi adalah menghubungkan teori di kelas dengan penerapan dalam aktivitas bisnis. Mahasiswa perlu memahami bagaimana pencatatan transaksi berkembang menjadi jurnal, buku besar, hingga laporan keuangan. Karena itu, penggunaan platform digital untuk praktikum dapat menjadi salah satu pendekatan pembelajaran yang membantu proses belajar menjadi lebih terstruktur dan aplikatif.

ACC Learning hadir sebagai platform laboratorium akuntansi digital yang dirancang untuk mendukung praktik akuntansi, keuangan, dan perpajakan. Melalui simulasi perusahaan praktik, mahasiswa dapat mempelajari pencatatan transaksi, pengelolaan jurnal, serta proses akuntansi yang saling terhubung. Pendekatan ini membantu pengguna memahami penerapan konsep akuntansi melalui latihan, bukan sekadar membaca teori.

Tidak hanya mendukung aktivitas mahasiswa, ACC Learning juga menyediakan sarana praktikum bagi dosen untuk menyusun kasus, memberikan tugas, memantau progres, serta melakukan penilaian. Dengan proses belajar yang lebih terstruktur, aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh sekolah maupun perguruan tinggi untuk memperkaya pengalaman pembelajaran akuntansi. Bagi mahasiswa yang ingin memperdalam pemahaman dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning menjadi salah satu platform yang layak dikenal dalam mendukung praktikum digital.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-akuntansi-wajib-tahu-acc-learning-bawa-praktik-keuangan-lebih-dekat-ke-dunia-kerja

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

Solar Subsidi 32 Ton Diamankan di Aceh, 22 Orang Jadi Tersangka—Antrean SPBU Ikut Disorot

ACEH – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali menjadi sorotan. Kepolisian Daerah (Polda) Aceh bersama jajaran polres dan polresta mengamankan total 32 ton solar dalam rangkaian operasi penindakan yang berlangsung pada 19–25 Oktober 2026. Dalam kasus tersebut, polisi menangkap dan menetapkan 22 orang sebagai tersangka, sebagaimana disampaikan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto pada Selasa (27/10/2026).

Selain solar bersubsidi, petugas turut mengamankan 18 kendaraan roda empat dan roda enam yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Penindakan dilakukan di sejumlah wilayah hukum jajaran Polda Aceh. Meski demikian, rincian identitas para tersangka, lokasi setiap pengungkapan, dan peran masing-masing pihak perlu merujuk pada keterangan resmi penyidik agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Menurut kepolisian, penyalahgunaan BBM bersubsidi berpotensi mengganggu distribusi bahan bakar bagi masyarakat yang berhak menerima. Praktik tersebut juga dapat memperburuk antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama ketika pasokan tidak tersalurkan sesuai peruntukannya. Polda Aceh menyebut penindakan yang dilakukan turut diikuti berkurangnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU. Namun, kondisi ketersediaan BBM di setiap daerah tetap perlu dipantau secara terpisah.

Polda Aceh menegaskan pengawasan dan penegakan hukum akan terus dilakukan untuk memastikan distribusi solar subsidi tepat sasaran. Masyarakat yang mengetahui dugaan penimbunan, penjualan BBM tanpa izin, atau penyalahgunaan subsidi dapat melaporkannya melalui Call Center Polri 110 maupun kantor polisi terdekat. Kasus ini menjadi pengingat bahwa BBM bersubsidi merupakan dukungan bagi masyarakat yang memenuhi ketentuan, sehingga penyalahgunaannya bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga dapat berdampak pada akses bahan bakar dan aktivitas ekonomi warga.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/solar-subsidi-32-ton-diamankan-di-aceh-22-orang-jadi-tersangka-antrean-spbu-ikut-disorot

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Merpati SiKades, Langkah Digital Menuju Administrasi Desa yang Lebih Praktis

Digitalisasi menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan desa. Pengelolaan administrasi, pencatatan data, dan pelayanan masyarakat membutuhkan sistem yang tertata agar pekerjaan perangkat desa dapat berjalan lebih efektif. Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi pilihan untuk mengurangi ketergantungan pada proses manual sekaligus mendukung tata kelola desa yang lebih modern.

Namun, transformasi digital tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan sistem dalam menyesuaikan kebutuhan administrasi dan pelayanan masyarakat. Data yang tersusun rapi, alur kerja yang jelas, serta kemudahan akses informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pekerjaan perangkat desa. Karena itu, pemilihan aplikasi perlu mempertimbangkan kebutuhan nyata dan kesiapan pengguna di masing-masing desa.

Menjawab kebutuhan tersebut, Merpati SiKades hadir sebagai solusi digital yang diarahkan untuk mendukung pengelolaan administrasi desa. Aplikasi ini dapat diperkenalkan sebagai bagian dari upaya mendorong proses kerja desa yang lebih terstruktur melalui pemanfaatan sistem informasi. Detail fitur dan layanan yang tersedia dapat disesuaikan dengan kebutuhan desa serta informasi resmi produk.

Melalui pemanfaatan Merpati SiKades, digitalisasi diharapkan dapat membantu perangkat desa meningkatkan keteraturan kerja dan mengembangkan pelayanan yang lebih praktis bagi masyarakat. Dengan penerapan yang sesuai kebutuhan, dukungan pelatihan, dan pengelolaan data yang baik, teknologi dapat menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/merpati-sikades-langkah-digital-menuju-administrasi-desa-yang-lebih-praktis

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

Mahasiswa Turun di Bundaran HI, Pemerintah Siap Mendengar atau Menghindar?

JAKARTA – Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu, 28 Oktober 2026, bukan hanya soal mengenang perjuangan generasi terdahulu. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (SADAR) menyerukan aksi bertajuk #IndonesiaSadar di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, mulai pukul 14.00 WIB. Aksi ini menjadi panggung bagi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil untuk menyampaikan keresahan terhadap sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian memadai.

Ada lima isu utama yang menjadi sorotan, yakni penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ketimpangan ekonomi, mahalnya biaya pendidikan, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta perlindungan kebebasan berpendapat. Mahasiswa juga menuntut agar penggunaan anggaran negara lebih berpihak kepada masyarakat. Kritiknya tajam: jangan sampai rakyat terus diminta bersabar, sementara persoalan yang menyentuh kehidupan sehari-hari tak kunjung menemukan jawaban yang memuaskan.

Aksi ini bukan muncul tanpa latar belakang. BEM UI dan elemen masyarakat sipil sebelumnya menggelar demonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada 20 Oktober 2026. Dalam aksi lanjutan ini, mahasiswa dari sejumlah kampus, termasuk UGM, ITB, Undip, dan UB, disebut tengah dikoordinasikan untuk ikut bergabung. Meski begitu, jumlah peserta yang dipastikan hadir belum diumumkan secara pasti. Artinya, besarnya massa tidak perlu ditebak-tebak; yang patut diperhatikan adalah tuntutan dan bagaimana pemerintah meresponsnya.

Momentum Sumpah Pemuda pun menghadirkan pertanyaan yang tak nyaman untuk diabaikan: apa arti persatuan jika suara masyarakat sulit mendapat jawaban? Kritik di jalanan seharusnya tidak otomatis dianggap sebagai gangguan, tetapi menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik perlu dijaga lewat kebijakan yang bisa dirasakan manfaatnya. Pemerintah memiliki ruang untuk menjawab tuntutan melalui langkah konkret dan terbuka, sedangkan peserta aksi berkewajiban menjaga demonstrasi tetap damai. Sebab, Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan—dan pidato tentang masa depan tidak akan cukup jika persoalan hari ini terus dibiarkan menggantung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mahasiswa-turun-di-bundaran-hi-pemerintah-siap-mendengar-atau-menghindar

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

Dana Daerah Rp720 Triliun, Duitnya Fantastis—Rakyat Kebagian Apa?

JAKARTA – Anggaran transfer ke daerah tahun 2026 disebut telah mencapai sekitar Rp720 triliun. Angka fantastis ini diungkapkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Nilainya meningkat dibandingkan pagu awal APBN 2026 sebesar Rp693 triliun. Namun, di tengah besarnya anggaran tersebut, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar berapa banyak uang yang digelontorkan, melainkan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat.

Pemerintah menjelaskan, penambahan transfer dilakukan untuk membantu daerah yang mengalami kesulitan fiskal, memenuhi kebutuhan belanja pegawai, serta menangani dampak bencana alam. Suahasil juga menyebut adanya tambahan transfer Rp20,5 triliun bagi sejumlah kabupaten dan kota yang menghadapi tekanan anggaran. Sebelumnya, pemerintah turut mengalokasikan tambahan Rp10,6 triliun bagi daerah terdampak bencana. Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pelayanan publik di tengah kebutuhan yang terus berkembang.

Di sisi lain, besarnya anggaran tidak otomatis menjamin semua persoalan daerah selesai. Tito Karnavian mengungkapkan bahwa ada pemerintah daerah yang mengalokasikan lebih dari 40 hingga 50 persen APBD untuk belanja pegawai. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri karena daerah juga membutuhkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Jika pengelolaan anggaran tidak tepat sasaran, masyarakat berisiko hanya mendengar besarnya angka tanpa merasakan perubahan yang sepadan. Karena itu, transparansi penggunaan dana dan evaluasi hasil pembangunan menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Rp720 triliun bukan angka kecil. Publik wajar berharap anggaran sebesar itu diikuti perbaikan layanan publik, pembangunan yang merata, serta penanganan bencana yang lebih sigap. Pemerintah pusat dan daerah perlu memastikan setiap alokasi memiliki tujuan yang jelas, pelaksanaan yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, anggaran boleh fantastis, tetapi ukuran keberhasilannya bukan sekadar angka dalam laporan. Kalau uangnya sudah sebesar itu, rakyat pantas bertanya: perubahan nyatanya bisa dilihat di mana?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dana-daerah-rp720-triliun-duitnya-fantastis-rakyat-kebagian-apa

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

Pulang Nonton Bola Berujung Maut, Bobotoh 16 Tahun Tewas Dibacok di Bogor

BOGOR — Kegembiraan usai menonton pertandingan sepak bola berubah menjadi duka bagi keluarga seorang remaja suporter Persib Bandung atau Bobotoh. ARK (16) meninggal dunia setelah diduga dibacok menggunakan senjata tajam saat dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (25/10/2026).

Berdasarkan keterangan Polres Bogor yang diberitakan pada Senin (26/10), korban diserang menggunakan celurit di Jalan Raya Jakarta–Bogor, sekitar kilometer 51. Senjata tajam tersebut diduga mengenai bagian punggung korban. Setelah kejadian, korban terjatuh dan sempat dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong. Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan suporter, termasuk ketika perjalanan pulang dari pertandingan.

Polisi telah menangkap seorang pria berinisial MR dalam waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian dan menetapkannya sebagai tersangka. Petugas juga mengamankan celurit serta pakaian korban sebagai barang bukti. Menurut pemberitaan, tersangka dijerat dengan ketentuan hukum terkait tindak pidana yang mengakibatkan anak meninggal dunia. Adapun motif dan rangkaian kejadian perlu merujuk pada hasil penyidikan resmi agar tidak berkembang menjadi spekulasi.

Tragedi ini menjadi pengingat bahwa rivalitas sepak bola tidak seharusnya berujung pada kekerasan dan hilangnya nyawa. Pengamanan di sekitar stadion, pencegahan bentrokan, serta kesadaran suporter untuk tidak membawa senjata tajam perlu menjadi perhatian bersama. Dukungan terhadap klub semestinya ditunjukkan melalui semangat dan sportivitas, bukan tindakan yang membahayakan orang lain. Publik pun diharapkan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan memberi ruang bagi proses hukum untuk berjalan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pulang-nonton-bola-berujung-maut-bobotoh-16-tahun-tewas-dibacok-di-bogor

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Baru Debut Iklan, Erin Anthony Langsung ‘Menyenggol’ Masa Lalu? Netizen Auto Jadi Detektif!

Erin Anthony akhirnya mencuri perhatian lewat debutnya sebagai bintang iklan sosis keju Leza. Namun, bukannya cuma membahas produk yang dipromosikan, warganet justru sibuk membedah setiap adegan dan dialognya. Kalimat pembuka, “Selama ini aku diam aja. Sini, aku kasih tahu yang sebenarnya!” langsung memancing rasa penasaran. Bukannya iklan biasa, penonton malah merasa seperti sedang diajak masuk ke episode baru drama kehidupan selebritas.

Yang bikin suasana makin panas, sejumlah dialog dalam iklan tersebut dinilai warganet punya kemiripan dengan kisah masa lalu Erin dan mantan suaminya, Andre Taulany. Kalimat “Emang nggak akan ada asap kalau nggak ada api” hingga “Ada yang baru, jadi alasan buat buru-buru” menjadi bahan perbincangan. Alhasil, iklan yang seharusnya menjual sosis malah membuat publik sibuk menafsirkan pesan tersirat. Produk boleh jadi pemeran utama, tetapi masa lalu justru sukses mencuri panggung.

Belum selesai di situ, detail berupa karangan bunga dan sosok pria berseragam yang mengingatkan sebagian penonton pada program Lapor Pak! ikut disorot. Warganet pun mulai menyusun teori sendiri, seolah-olah sedang memecahkan teka-teki dengan hadiah utama jawaban dari masa lalu. Sindirannya terasa pedas bagi mereka yang menangkap makna tertentu, tetapi perlu diingat bahwa dugaan tersebut belum membuktikan iklan itu memang sengaja ditujukan kepada Andre. Bisa jadi ini murni kreativitas tim iklan, bisa juga penonton yang terlalu jeli menghubungkan titik-titik.

Terlepas dari berbagai spekulasi, debut Erin berhasil membuat iklannya ramai dibicarakan. Strategi promosi yang memancing rasa penasaran memang bisa membuat sebuah produk lebih mudah diingat, apalagi jika dibalut dialog yang mengundang tafsir. Namun, sampai ada penjelasan langsung dari Erin atau tim kreatifnya, anggapan bahwa iklan tersebut merupakan sindiran terhadap masa lalunya tetap sebatas dugaan. Satu hal yang pasti, niatnya jualan sosis, tetapi warganet malah sibuk mengunyah cerita lama!


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/baru-debut-iklan-erin-anthony-langsung-menyenggol-masa-lalu-netizen-auto-jadi-detektif

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

KPK Panggil, Nusron Absen: Hukum Kok Kayak Janji Ketemuan?

Dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menteri ATR/BPN Nusron Wahid kembali menjadi sorotan. KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaannya sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor. Publik pun menanti, kapan pemeriksaan ini benar-benar terlaksana? Liputan6, 26 Oktober 2026.

Nusron sebelumnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan pada 7 Oktober 2026, tetapi tidak hadir karena agenda internal kementerian. Saat jadwal diulang pada 15 Oktober, ia kembali tidak datang dengan alasan perjalanan dinas ke luar negeri. KPK menyatakan keterangannya dibutuhkan untuk mengonfirmasi temuan penyidik dan memperjelas konstruksi perkara, termasuk dugaan praktik suap serta aliran penerimaan uang.

Yang membuat perkara ini semakin menjadi perhatian, sejumlah pihak di lingkungan ATR/BPN telah ditetapkan sebagai tersangka. KPK membutuhkan keterangan Nusron untuk mendalami perkara tersebut, bukan berarti pemanggilannya sebagai saksi otomatis membuktikan keterlibatan dirinya dalam tindak pidana. Hingga pemberitaan 26 Oktober, KPK menyampaikan akan segera menjadwalkan pemeriksaan ulang. Sumber: Liputan6.

Pada akhirnya, masyarakat menunggu kejelasan, bukan sekadar kabar pemanggilan yang terus dijadwalkan ulang. Alasan ketidakhadiran perlu dinilai berdasarkan keterangan dan prosedur hukum yang berlaku, sementara KPK perlu memastikan penyidikan berjalan transparan dan profesional. Sebab, ketika perkara menyangkut pejabat publik, pertanyaan masyarakat wajar muncul: kapan pemeriksaan berlangsung dan apa hasilnya? Proses hukum harus tetap berjalan tanpa menghakimi seseorang sebelum ada bukti dan keputusan yang sah.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kpk-panggil-nusron-absen-hukum-kok-kayak-janji-ketemuan

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Panen Tak Cukup Dipetik, Petani Butuh Cara Cerdas Mengelola Hasilnya

Hasil panen yang melimpah seharusnya menjadi kabar baik bagi petani. Namun, keberhasilan produksi tidak selalu berbanding lurus dengan keuntungan yang diperoleh. Harga jual yang berubah-ubah, informasi pasar yang terbatas, hingga pencatatan hasil pertanian yang belum tertata dapat menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, pengelolaan pertanian tidak cukup hanya berfokus pada proses menanam dan memanen, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana hasil panen dicatat, dipasarkan, dan dikelola agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Di tengah perkembangan teknologi digital, sektor pertanian memiliki peluang untuk beradaptasi dengan sistem pengelolaan yang lebih praktis. Pemanfaatan teknologi dapat membantu petani dan pelaku usaha pertanian mengorganisasi informasi, memantau aktivitas usaha, serta mengelola transaksi secara lebih terstruktur. Langkah ini penting agar kegiatan pertanian semakin mudah dikelola dan mampu mengikuti kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah Panen Raya, platform yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Platform ini berfokus pada pengelolaan data dan transaksi pertanian untuk membantu mendukung aktivitas usaha di sektor pertanian. Dengan pemanfaatan sistem digital, informasi terkait kegiatan pertanian dapat dikelola secara lebih terorganisasi sehingga memudahkan proses administrasi dan pencatatan usaha.

Melalui Panen Raya, digitalisasi diharapkan dapat membantu petani maupun pelaku usaha pertanian mengelola informasi dan transaksi dengan lebih praktis. Pemanfaatan platform ini dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pertanian yang lebih tertata, terutama ketika pengelolaan data menjadi kebutuhan penting dalam menjalankan usaha. Dengan pengelolaan yang semakin baik dan dukungan teknologi yang sesuai, sektor pertanian memiliki peluang untuk berkembang lebih efisien sekaligus memperkuat fondasi usaha para pelakunya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/panen-tak-cukup-dipetik-petani-butuh-cara-cerdas-mengelola-hasilnya

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Promosi Jangan Cuma Ramai di Awal, Saatnya Bisnis Menjangkau Pelanggan dengan Cara yang Lebih Cerdas

Di tengah persaingan bisnis digital yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan sebanyak-banyaknya. Pelaku usaha perlu membangun komunikasi yang tepat agar informasi produk, penawaran khusus, hingga pengumuman layanan bisa diterima oleh target pasar secara efektif. Strategi promosi yang terencana dapat membantu bisnis menjaga hubungan dengan pelanggan sekaligus membuka peluang penjualan yang lebih besar.

Salah satu tantangan dalam pemasaran adalah menyampaikan informasi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengirim pesan satu per satu. Cara manual tentu membutuhkan waktu dan tenaga, terutama bagi bisnis yang memiliki banyak kontak pelanggan. Karena itu, pemanfaatan teknologi komunikasi menjadi pilihan untuk mendukung kegiatan promosi agar lebih praktis, terorganisasi, dan efisien.

Salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan promosi melalui WhatsApp kepada banyak kontak sekaligus. Dengan dukungan layanan dari BWI, pelaku usaha dapat memanfaatkan komunikasi langsung untuk menyampaikan informasi produk, promo terbaru, program diskon, maupun pengumuman penting kepada pelanggan. Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau audiens secara lebih terarah tanpa harus mengandalkan metode pengiriman pesan manual.

Melalui WA Blasting dari BWI, kegiatan promosi dapat direncanakan dengan lebih praktis sehingga pelaku usaha bisa menghemat waktu dalam menyampaikan informasi kepada pelanggan. Agar hasilnya optimal, bisnis tetap perlu menentukan target penerima, menyusun pesan yang relevan, serta memperhatikan persetujuan dan kenyamanan pelanggan saat menerima pesan promosi. Dengan penggunaan yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung strategi pemasaran digital untuk membangun komunikasi yang lebih efektif dan menjaga peluang pertumbuhan bisnis.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/promosi-jangan-cuma-ramai-di-awal-saatnya-bisnis-menjangkau-pelanggan-dengan-cara-yang-lebih-cerdas

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Perbandingan ACC Learning, AKSI, dan MYOB: Kenali Fitur dan Fungsinya

Belajar akuntansi kini tidak cukup hanya dengan menghafal debit, kredit, dan rumus perhitungan. Mahasiswa juga perlu memahami bagaimana transaksi dicatat, diproses, hingga menghasilkan laporan keuangan. Berbagai aplikasi hadir untuk mendukung kebutuhan tersebut, termasuk ACC Learning, AKSI: Asah Akuntansi, dan MYOB. Ketiganya memiliki pendekatan berbeda, mulai dari latihan soal untuk menguji pemahaman hingga penggunaan software untuk mengenal proses akuntansi dalam perusahaan.

AKSI: Asah Akuntansi

  • aplikasi evaluasi pembelajaran yang menyediakan latihan soal dengan format pilihan ganda, benar-salah, mencocokkan jawaban, dan esai singkat.

MYOB

  •  membantu pengguna mempelajari pencatatan transaksi

  •  pengelolaan keuangan melalui software akuntansi yang digunakan dalam konteks bisnis.

Kedua pendekatan tersebut memiliki manfaat tersendiri, tetapi kebutuhan pembelajaran yang lebih menyeluruh juga memerlukan sarana yang dapat menghubungkan teori dengan praktik serta membantu pengajar memantau perkembangan mahasiswa.

Di sinilah ACC Learning by RuangDosen

Platform ini memungkinkan mahasiswa mempraktikkan siklus akuntansi melalui perusahaan simulasi,

  • pencatatan transaksi

  • jurnal umum

  • buku besar

  • hingga penyusunan laporan keuangan

  • praktiknya juga meliputi kas dan bank

  • penjualan dan piutang

  • pembelian dan utang

  • persediaan aset tetap

  • serta perpajakan.

Tidak hanya berfokus pada aktivitas mahasiswa, ACC Learning turut mendukung dosen dalam menyusun kasus praktikum, memberikan tugas, memantau progres, dan melakukan penilaian. Dengan alur yang saling terhubung, mahasiswa dapat mempelajari dampak transaksi terhadap laporan keuangan sekaligus memperoleh pengalaman praktik yang lebih terstruktur.

Pada akhirnya, memilih aplikasi akuntansi perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. AKSI dapat menjadi pilihan untuk latihan dan evaluasi konsep, sedangkan MYOB membantu mengenalkan penggunaan software akuntansi dalam aktivitas bisnis. Namun, bagi sekolah, perguruan tinggi, dosen, dan mahasiswa yang membutuhkan pengalaman praktikum terintegrasi dari transaksi hingga laporan keuangan, ACC Learning layak menjadi pilihan utama untuk dipertimbangkan. Perpaduan simulasi perusahaan, beragam modul akuntansi, dan fasilitas pemantauan pembelajaran menjadikannya lebih dari sekadar alat pencatatan: sebuah sarana untuk membangun pemahaman akuntansi melalui praktik langsung.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perbandingan-acc-learning-aksi-dan-myob-kenali-fitur-dan-fungsinya

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Kasir Bukan Cuma Hitung Uang, Pencatatan Rapi Jadi Kunci Usaha Bertahan

Menjadi kasir bukan sekadar menghitung belanjaan dan menerima pembayaran dari pelanggan. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada tanggung jawab untuk memastikan harga sesuai, uang yang diterima tepat, dan setiap penjualan tercatat dengan benar. Kesalahan kecil dalam pencatatan dapat membuat laporan harian tidak sesuai, sehingga ketelitian menjadi salah satu keterampilan penting dalam menjalankan usaha.

Bagi pelaku UMKM, pencatatan transaksi yang teratur juga membantu pemilik usaha memahami perkembangan bisnis. Data penjualan dapat digunakan untuk mengetahui produk yang paling diminati, memperkirakan kebutuhan stok, serta membandingkan pemasukan dan pengeluaran. Karena itu, kasir yang bekerja dengan sistem pencatatan yang baik bukan hanya membantu pelayanan lebih lancar, tetapi juga mendukung pengelolaan usaha yang lebih terarah.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital yang menggabungkan transaksi penjualan, pengelolaan stok, dan laporan usaha dalam satu platform. Berdasarkan informasi di situs resminya, Aposerba mendukung pencatatan transaksi, riwayat penjualan, pencetakan struk, serta pemantauan persediaan barang. Fitur-fitur ini dapat membantu kasir bekerja lebih terstruktur sekaligus memudahkan pemilik usaha memantau aktivitas toko.

Selain fungsi kasir, Aposerba menyediakan fitur laporan penjualan, pemasukan, pengeluaran, dan ringkasan keuangan untuk membantu pemilik UMKM mengevaluasi kondisi usahanya. Dengan pencatatan digital yang lebih terorganisasi, pemilik toko dapat memiliki data sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan bisnis. Informasi mengenai fitur dan pilihan paket Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kasir-bukan-cuma-hitung-uang-pencatatan-rapi-jadi-kunci-usaha-bertahan

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

Busa Putih Penuhi Kali Jagir, Ada Apa dengan Sungai Surabaya?

SURABAYA – Pemandangan tak biasa terjadi di Kali Jagir, kawasan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Permukaan sungai terlihat dipenuhi busa putih yang mengapung hingga menarik perhatian warga dan ramai diperbincangkan di media sosial pada Sabtu (24/10/2026). Sejumlah warga mengaku fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Selain penampakan busa yang tebal, warga juga mengeluhkan bau tidak sedap di sekitar aliran sungai. Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kebersihan air sungai di tengah permukiman perkotaan.

Menanggapi kejadian tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya melakukan penelusuran di kawasan Kali Jagir dan outlet Rumah Pompa Wonorejo I. Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, menyatakan busa yang muncul bukan berasal dari limbah industri. Menurut penjelasannya, busa terbentuk akibat turbulensi atau pergerakan air ketika pompa banjir berkapasitas 5 meter kubik dioperasikan. Pompa tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan peninggian bendungan yang membutuhkan kondisi area tetap kering.

DLH juga menjelaskan bahwa kondisi kemarau dapat memengaruhi kemunculan busa. Ketika debit air berkurang, buih lebih mudah terlihat saat air bergerak kuat akibat pengoperasian pompa. Meski demikian, warga setempat menyebut busa kerap muncul dan terkadang disertai bau yang mengganggu. Perbedaan antara penjelasan teknis pemerintah dan pengalaman warga membuat informasi mengenai kondisi sungai menjadi penting untuk disampaikan secara terbuka. Namun, bau dan busa saja tidak cukup untuk memastikan apakah air tercemar atau tidak; diperlukan pemeriksaan kualitas air untuk mengetahui kondisinya secara lebih akurat.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menjelaskan penyebab munculnya busa. Masyarakat juga membutuhkan informasi yang mudah diakses mengenai hasil pemeriksaan kualitas air, parameter yang diuji, serta tindak lanjut apabila ditemukan masalah. Transparansi tersebut penting untuk membangun kepercayaan warga sekaligus memastikan kondisi Kali Jagir terus dipantau. Dengan begitu, penjelasan pemerintah dapat disertai data yang jelas, sementara kekhawatiran masyarakat mendapat jawaban berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/busa-putih-penuhi-kali-jagir-ada-apa-dengan-sungai-surabaya