Tak Cukup Ramai Pembeli, UMKM Juga Perlu Catatan Keuangan yang Rapi!

Tak Cukup Ramai Pembeli, UMKM Juga Perlu Catatan Keuangan yang Rapi!

Perkembangan pembayaran digital mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan transaksi yang lebih praktis. Namun, banyaknya pembeli belum tentu menjamin keuntungan jika pemasukan, pengeluaran, dan stok barang tidak tercatat dengan baik. Karena itu, pencatatan keuangan yang teratur penting untuk membantu pedagang mengontrol usaha.

Salah satu kemudahannya adalah QRIS, yang memungkinkan pelanggan membayar secara non-tunai. Pedagang tetap perlu memeriksa status pembayaran melalui kanal resmi, mencocokkan transaksi, serta menjaga keamanan akun dengan tidak membagikan kata sandi dan kode OTP kepada siapa pun.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital dengan fitur pencatatan transaksi penjualan, pengelolaan stok, laporan penjualan, serta keuangan dan akuntansi. Aplikasi ini membantu pedagang memantau aktivitas usaha secara lebih terstruktur. Informasi fitur dan paket layanan dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.

Digitalisasi akan lebih bermanfaat jika disertai kebiasaan mencatat transaksi secara konsisten, memeriksa laporan, dan mengevaluasi pengeluaran. Dengan dukungan Aposerba dan pengelolaan yang disiplin, UMKM dapat lebih mudah memahami kondisi keuangan serta merencanakan perkembangan usahanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/tak-cukup-ramai-pembeli-umkm-juga-perlu-catatan-keuangan-yang-rapi

Pelanggan Tak Selalu Melihat Iklan, Tapi Satu Pesan WhatsApp Bisa Mengubah Segalanya

Pelanggan Tak Selalu Melihat Iklan, Tapi Satu Pesan WhatsApp Bisa Mengubah Segalanya

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan perkara mudah. Unggahan media sosial bisa saja terlewat, sementara iklan membutuhkan strategi dan anggaran tersendiri. Karena itu, pelaku usaha perlu menemukan cara komunikasi yang lebih dekat dengan calon pembeli. Salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, penawaran, dan kabar terbaru secara langsung kepada pelanggan.

Namun, mengirim pesan satu per satu tentu membutuhkan waktu, terutama ketika bisnis memiliki banyak pelanggan. Di sisi lain, pesan promosi yang tidak relevan atau dikirim terlalu sering justru dapat membuat penerima merasa terganggu. Kuncinya bukan sekadar menjangkau banyak orang, melainkan memastikan informasi yang dikirim sesuai kebutuhan, disampaikan dengan jelas, dan diberikan kepada kontak yang memang bersedia menerima komunikasi dari bisnis.

Di sinilah WA Blasting dapat menjadi pilihan untuk membantu kegiatan pemasaran berjalan lebih praktis. Melalui layanan pengiriman pesan WhatsApp secara massal, bisnis dapat menyampaikan informasi promo, peluncuran produk, pengumuman, hingga tindak lanjut kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik pesan berulang kali. Dengan pengelolaan kontak dan penyusunan pesan yang tepat, komunikasi dapat dilakukan secara lebih teratur sekaligus menghemat waktu tim pemasaran.

Lebih dari sekadar mengirim pesan, WA Blasting dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan pelanggan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan isi pesan berdasarkan kebutuhan audiens, memilih waktu pengiriman yang tepat, serta mengevaluasi respons untuk menyusun strategi berikutnya. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, dan kebijakan WhatsApp agar promosi tidak berubah menjadi spam. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung pemasaran digital yang membantu bisnis menjangkau pelanggan secara lebih efektif.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pelanggan-tak-selalu-melihat-iklan-tapi-satu-pesan-whatsapp-bisa-mengubah-segalanya

SBY Ingatkan Politikus: Jangan Sampai Partai Diutamakan, Negara Malah Dilupakan!

SBY Ingatkan Politikus: Jangan Sampai Partai Diutamakan, Negara Malah Dilupakan!

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti pentingnya sikap negarawan di tengah dinamika politik nasional. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat, pada 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, SBY mengajak para pemimpin dan politikus untuk tidak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek, tetapi juga masa depan bangsa.

Menurut SBY, keinginan politikus untuk kembali terpilih dalam pemilu merupakan hal yang wajar. Namun, seorang negarawan harus memiliki cara pandang yang lebih luas dengan mempertimbangkan kepentingan negara dalam jangka panjang. Ia menegaskan prinsip country over party, yakni kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik. Pesan tersebut menekankan bahwa jabatan politik bukan semata-mata tentang mempertahankan kekuasaan, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap masa depan masyarakat.

Selain membahas sikap negarawan, SBY menegaskan bahwa politik tetap harus memiliki moral dan etika meskipun persaingan di dalamnya dapat berlangsung keras. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini tidak lagi aktif dalam politik praktis sehari-hari dan sedang menekuni dunia seni. Meski demikian, ia menyatakan tetap memberikan dukungan kepada generasi muda yang ingin berkiprah dalam politik. Menurutnya, pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Pernyataan SBY kemudian mendapat perhatian dalam pemberitaan politik, termasuk setelah muncul respons dari politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang mengomentari pesan tersebut. Sejumlah pihak mengaitkan pernyataan SBY dengan dinamika politik tokoh nasional, tetapi tidak tepat menyimpulkan bahwa pesan itu ditujukan kepada seseorang tertentu tanpa bukti yang jelas. Inti pernyataan SBY adalah pentingnya menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan partai, menjaga etika politik, dan memikirkan masa depan Indonesia.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sby-ingatkan-politikus-jangan-sampai-partai-diutamakan-negara-malah-dilupakan

Dari Membongkar Korupsi Triliunan hingga Duduk di Kursi Terdakwa, Nama Febrie Adriansyah Jadi Sorotan!

Dari Membongkar Korupsi Triliunan hingga Duduk di Kursi Terdakwa, Nama Febrie Adriansyah Jadi Sorotan!

Nama Febrie Adriansyah kembali menjadi perhatian publik setelah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tersebut menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026. Febrie menegaskan bahwa komitmennya terhadap pemberantasan korupsi tidak berubah, meskipun kini menghadapi dakwaan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pernyataan itu menjadi sorotan karena Febrie sebelumnya dikenal pernah menangani sejumlah perkara korupsi berskala besar.

Dalam nota perlawanannya, Febrie mengungkit rekam jejak penanganan perkara besar, termasuk kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina serta tata niaga komoditas timah. Ia menyampaikan bahwa perkara-perkara tersebut telah diproses hingga berkekuatan hukum tetap. Febrie juga menyatakan tidak pernah meminta jabatan selama berkarier sebagai jaksa dan mempertanyakan tuduhan yang kini ditujukan kepadanya. Menurut laporan ANTARA, ia menekankan bahwa penegakan hukum seharusnya berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum, bukan tekanan kepentingan atau pembalasan.

Di sisi lain, perkara yang menjerat Febrie tetap harus dipahami berdasarkan proses hukum yang berjalan. Jaksa penuntut umum mendakwanya melakukan pemerasan senilai Rp55 miliar terkait penanganan perkara PT Asuransi Jiwasraya dan/atau PT ASABRI, serta TPPU. Dalam laporan detikNews, Febrie dan pihak terkait juga disebut menghadapi dakwaan TPPU dengan nilai sekitar Rp346,7 miliar dan 440.990 dolar AS. Angka dan uraian tersebut merupakan bagian dari dakwaan penuntut umum, bukan putusan bersalah yang telah berkekuatan hukum tetap. Febrie membantah tuduhan dan melalui nota perlawanannya meminta agar dakwaan dibatalkan atau dinyatakan tidak dapat diterima.

Perkembangan ini menjadi ujian penting bagi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. Rekam jejak menangani perkara korupsi besar tidak otomatis membuktikan seseorang bersalah maupun membebaskannya dari proses hukum; sebaliknya, dakwaan juga tidak boleh langsung dianggap sebagai vonis. Publik perlu mengikuti jalannya persidangan, memeriksa bukti yang diajukan kedua pihak, serta menunggu keputusan majelis hakim. Pada akhirnya, prinsip yang harus dijaga tetap sama: pemberantasan korupsi harus tegas, transparan, dan berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dari-membongkar-korupsi-triliunan-hingga-duduk-di-kursi-terdakwa-nama-febrie-adriansyah-jadi-sorotan

Ngecas Cuma 5 Menit, Mobil Listrik BYD Bikin Waktu Tunggu Terasa Kuno!

Ngecas Cuma 5 Menit, Mobil Listrik BYD Bikin Waktu Tunggu Terasa Kuno!

Bayangkan baru selesai memesan kopi, tetapi baterai mobil listrik sudah terisi jauh lebih banyak. Gambaran itu kini semakin mendekati kenyataan lewat teknologi Flash Charging yang diperkenalkan BYD di Indonesia pada 14 Oktober 2026. Inovasi ini menjadi sorotan karena menawarkan waktu pengisian daya yang jauh lebih singkat dibandingkan pengisian mobil listrik pada umumnya. Jika selama ini pengemudi harus mengatur perjalanan berdasarkan waktu mengecas, teknologi baru ini berpotensi membuat pengalaman berkendara listrik menjadi lebih praktis.

Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan pengisian baterai. Menurut BYD, teknologi Flash Charging yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim dapat dicapai dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal. Angka ini tentu menarik perhatian, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh dan tidak ingin terlalu lama berhenti di stasiun pengisian.

Teknologi tersebut berpotensi mengurangi salah satu kekhawatiran pengguna mobil listrik, yaitu waktu pengisian baterai yang panjang. Namun, kecepatan tersebut tidak berarti semua mobil listrik bisa mengecas secepat itu. Hasilnya bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan baterai, kemampuan stasiun pengisian, serta kondisi penggunaan. Karena itu, ketersediaan infrastruktur Flash Charging menjadi faktor penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. BYD sebelumnya juga mengumumkan rencana pembangunan jaringan stasiun Flash Charging di China dan ekspansi global secara bertahap.

Kehadiran Flash Charging menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik kini bukan hanya soal harga, desain, atau jarak tempuh, tetapi juga seberapa cepat kendaraan dapat kembali digunakan. Meski demikian, calon konsumen tetap perlu memperhatikan harga kendaraan, lokasi stasiun yang kompatibel, biaya pengisian, dan layanan purnajual sebelum memutuskan membeli. Jika jaringan pengisian cepat berkembang dan dapat diakses dengan mudah, teknologi ini berpotensi membuat mobil listrik semakin praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, bukan sekadar baterai cepat penuh—yang paling penting, kemudahan itu benar-benar tersedia saat pengemudi membutuhkannya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ngecas-cuma-5-menit-mobil-listrik-byd-bikin-waktu-tunggu-terasa-kuno

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Mengelola pemerintahan desa bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, cepat, dan mudah diakses. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih praktis semakin penting. Perangkat desa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pekerjaan administratif tidak terus menyita waktu dan menghambat pelayanan kepada warga.

Selama ini, berbagai urusan pemerintahan desa dapat melibatkan pencatatan data, pengelolaan dokumen, serta koordinasi antarperangkat. Jika proses tersebut masih dilakukan secara terpisah, pekerjaan berisiko menjadi kurang efisien dan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk membantu desa membangun tata kelola yang lebih terorganisasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu solusi digital yang dapat dilirik adalah Merpati Si Kades, sebuah aplikasi yang diperkenalkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pemerintahan desa. Melalui pendekatan berbasis teknologi, aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi desa yang ingin mulai menata proses kerja secara lebih modern. Informasi mengenai produk ini dapat dilihat melalui halaman Merpati Si Kades, sehingga calon pengguna dapat mengenal layanan yang ditawarkan sebelum mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan desa.

Kehadiran Merpati Si Kades membawa perhatian pada pentingnya digitalisasi dalam membangun pelayanan desa yang lebih praktis dan terarah. Dengan memilih sistem yang sesuai, pemerintah desa berpeluang meningkatkan keteraturan administrasi dan mendukung koordinasi pekerjaan sehari-hari. Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah untuk mendorong pengelolaan desa yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/masih-serba-manual-mungkin-ini-alasan-merpati-si-kades-patut-dilirik

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

JAKARTA – Saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman, muncul gagasan pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk produksi bahan bakar nabati. Gagasan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober 2026.

Hashim menyebut lahan hutan yang telah rusak dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi biofuel B50 hingga B100 sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Namun, gagasan tersebut tidak berarti seluruh lahan akan ditanami kelapa sawit. Jenis tanaman dan skema pemanfaatannya masih membutuhkan kejelasan.

Kalau hutan rusak harus diselamatkan, mengapa pemanfaatannya untuk produksi energi justru menjadi sorotan? Lahan terdegradasi memang berpotensi memberikan nilai ekonomi, tetapi perkebunan monokultur tidak otomatis menggantikan fungsi hutan alam dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, dan mengatur tata air.

Pemerintah perlu menjelaskan lokasi, status lahan, serta rencana pemulihannya agar program biofuel tidak menimbulkan kerusakan baru. Sebab, jangan sampai ketika hutan terbakar kita sibuk memadamkan api, tetapi ketika lahannya dibicarakan, yang lebih dulu terbayang justru potensi produksinya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/karhutla-belum-selesai-hutan-rusak-127-juta-hektare-malah-dilirik-untuk-biofuel

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Sekali Kirim, Banyak yang Membaca? Ini Rahasia di Balik Strategi Promosi Digital yang Bikin Penasaran

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian calon pelanggan bukan lagi perkara memasang iklan semata. Pelaku usaha perlu menemukan cara berkomunikasi yang lebih dekat, cepat, dan tepat sasaran. Salah satu saluran yang banyak digunakan masyarakat sehari-hari adalah WhatsApp, aplikasi pesan yang memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan secara langsung. Tak heran jika komunikasi melalui pesan menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk memperkenalkan produk, menyampaikan informasi, hingga menjaga hubungan dengan pelanggan.

Namun, bagaimana jika sebuah bisnis perlu menyampaikan informasi promosi kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik dan mengirim pesan satu per satu? Di sinilah strategi komunikasi digital mulai memainkan peran penting. Dengan pengelolaan pesan yang terencana, bisnis dapat menghemat waktu, menjaga konsistensi informasi, dan menyusun kampanye promosi secara lebih terarah. Meski begitu, keberhasilan promosi tetap bergantung pada isi pesan yang relevan, waktu pengiriman, serta kesediaan penerima untuk menerima informasi tersebut.

Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah WA Blasting, layanan yang membantu bisnis mengirimkan pesan WhatsApp secara massal untuk kebutuhan promosi maupun penyampaian informasi. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat menyusun pesan untuk menjangkau pelanggan dalam satu kegiatan komunikasi yang lebih terorganisasi. Informasi mengenai layanan WA Blasting dapat dilihat melalui halaman produk BWI sebagai langkah awal untuk mengenal solusi yang ditawarkan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis.

Lantas, apakah WA Blasting bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran yang lebih efektif? Potensinya terletak pada kemampuan membantu bisnis mengelola komunikasi dengan pelanggan secara lebih praktis, terutama ketika ada informasi produk, penawaran, atau pengumuman yang perlu disampaikan. Agar penggunaannya tetap profesional, bisnis perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, serta ketentuan penggunaan WhatsApp. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung promosi digital tanpa mengabaikan kenyamanan pelanggan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sekali-kirim-banyak-yang-membaca-ini-rahasia-di-balik-strategi-promosi-digital-yang-bikin-penasaran

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

Perahu Pulang Tanpa Pemilik! Dua Nelayan Lansia di Pacitan Mendadak Hilang

PACITAN, JAWA TIMUR – Perahu ditemukan tanpa penumpang di sekitar perairan Pantai Watu Murep, Kabupaten Pacitan. Dua nelayan lanjut usia, Mislan (68) dan Budianto (65), warga Desa Jetak, Kecamatan Tulakan, dilaporkan hilang setelah melaut. Hingga Rabu, 14 Oktober 2026, keberadaan keduanya belum diketahui.

Berdasarkan informasi awal, keduanya diperkirakan hendak kembali ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang pada Senin malam, 12 Oktober 2026. Namun, perjalanan pulang diduga terkendala jarak pandang yang terbatas pada malam hari serta gelombang laut yang tinggi. Meski demikian, penyebab pasti hilangnya kedua nelayan tersebut belum diketahui.

Tim SAR gabungan menerima laporan pada Selasa pagi dan melakukan pencarian dengan melibatkan BPBD Kabupaten Pacitan, Polres Pacitan, unsur TNI, serta komunitas nelayan setempat. Kondisi gelombang tinggi menjadi kendala sehingga penyisiran di tengah laut belum dapat dilakukan secara maksimal. Untuk sementara, pencarian difokuskan pada pemantauan dari darat dan sepanjang pesisir pantai.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, tim gabungan masih berupaya menemukan Mislan dan Budianto. Pencarian di laut akan disesuaikan dengan kondisi cuaca demi menjaga keselamatan petugas. Keluarga dan warga setempat masih menantikan kabar keduanya, sementara penyebab hilangnya kedua nelayan tersebut masih menjadi tanda tanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/perahu-pulang-tanpa-pemilik-dua-nelayan-lansia-di-pacitan-mendadak-hilang

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

Misteri Kerangka Bocah Perempuan di Cianjur: Leher Terlilit Tambang, Identitas Masih Jadi Teka-Teki

CIANJUR – Penemuan jasad anak perempuan yang kondisinya telah menjadi kerangka di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyisakan misteri. Polisi menemukan lilitan tali tambang di bagian leher korban, sementara identitas serta penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan.

Jasad tersebut ditemukan warga di Desa Cibaregbeg pada Minggu, 11 Oktober 2026. Mengutip keterangan kepolisian yang diberitakan ANTARA dan Liputan6.com, korban diperkirakan berusia sekitar 8–10 tahun dengan tinggi kerangka kurang lebih 94 sentimeter. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna biru atau hijau toska, sebagaimana disebutkan dalam laporan media. Kondisi jasad yang telah membusuk membuat proses identifikasi menjadi perhatian utama penyidik.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pemeriksaan luar menemukan lilitan tali pada bagian leher korban. Namun, temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian. Pemeriksaan awal juga belum menemukan tanda penganiayaan yang dapat memastikan dugaan tindak kekerasan. Polisi masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Sayang Cianjur untuk memperoleh informasi medis yang lebih jelas sekaligus membantu mengungkap identitas korban.

Hingga laporan terbaru pada 14 Oktober 2026, polisi masih mendalami kronologi penemuan dan mengumpulkan informasi untuk mengungkap peristiwa tersebut. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut diimbau menghubungi Polres Cianjur atau pihak RSUD Sayang Cianjur guna membantu proses identifikasi. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap keselamatan anak, sekaligus perlunya menunggu hasil penyelidikan resmi agar tidak muncul spekulasi mengenai penyebab kematian maupun pihak yang bertanggung jawab.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/misteri-kerangka-bocah-perempuan-di-cianjur-leher-terlilit-tambang-identitas-masih-jadi-teka-teki

Chat Pelanggan Menumpuk, Promosi Malah Tenggelam? Strategi WhatsApp Blasting Bisa Jadi Jawabannya!

Chat Pelanggan Menumpuk, Promosi Malah Tenggelam? Strategi WhatsApp Blasting Bisa Jadi Jawabannya!

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, promosi bukan sekadar soal menawarkan produk, tetapi juga bagaimana pesan dapat menjangkau pelanggan secara tepat. Banyak pelaku usaha masih mengirimkan informasi promosi satu per satu, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga lebih banyak. Padahal, pelanggan sering kali membutuhkan informasi terbaru tentang diskon, produk baru, atau layanan tanpa harus mencarinya sendiri. Karena itu, strategi komunikasi yang praktis dan terencana menjadi salah satu hal penting dalam mengembangkan bisnis.

Salah satu saluran komunikasi yang banyak digunakan masyarakat adalah WhatsApp. Kedekatannya dengan aktivitas sehari-hari membuat aplikasi ini berpotensi menjadi sarana komunikasi antara bisnis dan pelanggan. Namun, mengirim pesan promosi secara manual kepada banyak kontak tentu tidak selalu efisien. Pelaku usaha membutuhkan cara yang lebih terorganisasi agar informasi dapat disampaikan dengan konsisten tanpa mengabaikan kenyamanan penerima pesan.

Untuk membantu kebutuhan tersebut, WA Blasting dari BWI dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang ingin mengelola pengiriman pesan WhatsApp secara lebih praktis. Solusi ini ditujukan untuk membantu penyampaian informasi promosi atau pengumuman kepada banyak penerima dalam satu proses yang lebih terstruktur. Dengan perencanaan pesan yang tepat, pelaku usaha dapat menggunakannya untuk menyampaikan informasi produk, program promosi, maupun pembaruan layanan kepada pelanggan yang relevan.

Meski menawarkan kemudahan, keberhasilan WhatsApp Blasting tetap bergantung pada kualitas pesan dan cara penggunaannya. Pesan sebaiknya singkat, jelas, relevan, serta dikirim kepada penerima yang telah memberikan persetujuan untuk menerima informasi. Pelaku usaha juga perlu menghormati permintaan berhenti berlangganan dan menghindari pengiriman berlebihan agar tidak dianggap mengganggu. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai solusi WA Blasting dari BWI, pelajari bagaimana komunikasi bisnis dapat dikelola dengan lebih terencana.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/chat-pelanggan-menumpuk-promosi-malah-tenggelam-strategi-whatsapp-blasting-bisa-jadi-jawabannya

Mandalika Bukan Cuma Balapan! Bezzecchi Menang, Pesona Wisata Lombok Jadi Sorotan Dunia

Mandalika Bukan Cuma Balapan! Bezzecchi Menang, Pesona Wisata Lombok Jadi Sorotan Dunia

LOMBOK TENGAH — Sirkuit Pertamina Mandalika kembali menjadi pusat perhatian dunia setelah Marco Bezzecchi berhasil memenangkan balapan utama MotoGP Indonesia 2026 pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Aprilia Racing tersebut menyelesaikan 27 putaran dengan waktu 40 menit 46,582 detik, disusul Raul Fernandez di posisi kedua dan Jorge Martin di posisi ketiga. Hasil ini menjadi pencapaian istimewa bagi Aprilia karena empat pembalap yang menggunakan motornya menguasai empat posisi teratas. Sementara itu, Marc Marquez harus puas finis di urutan keenam.

Keseruan akhir pekan balap tidak hanya terjadi di kelas MotoGP. Di kelas Moto3, Maximo Quiles meraih kemenangan sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026 meski musim masih menyisakan lima putaran. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menyelesaikan balapan di posisi keenam. Hasil tersebut menjadi salah satu cerita menarik bagi penggemar balap Tanah Air, karena Veda mampu bersaing dengan para pembalap muda dunia di hadapan penonton Indonesia.

Namun, Mandalika bukan hanya tentang deru mesin dan persaingan di lintasan. Kawasan wisata di Lombok Tengah ini juga menawarkan pantai berpasir putih, perbukitan hijau, dan pemandangan Samudra Hindia. Wisatawan dapat mengunjungi Pantai Kuta Mandalika, Pantai Tanjung Aan, Pantai Seger, hingga Bukit Merese untuk menikmati panorama laut dari ketinggian. Perpaduan olahraga internasional dan keindahan alam tersebut membuat Mandalika memiliki daya tarik bagi pengunjung yang ingin melanjutkan perjalanan setelah menyaksikan balapan.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyebut penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatat lebih dari 150 ribu pengunjung, dengan dampak ekonomi yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun. Aktivitas selama acara berpotensi menggerakkan berbagai sektor, mulai dari hotel, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Meski demikian, manfaat tersebut perlu terus dijaga agar juga dirasakan masyarakat lokal secara berkelanjutan. Dengan kemenangan Bezzecchi dan daya tarik alam yang dimiliki Lombok, Mandalika kembali memperlihatkan bahwa ajang olahraga internasional dapat berjalan beriringan dengan promosi pariwisata Indonesia.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/mandalika-bukan-cuma-balapan-bezzecchi-menang-pesona-wisata-lombok-jadi-sorotan-dunia

Uang Masuk Terus, Tapi Untungnya ke Mana? Ini Pentingnya Sistem Kasir yang Tertata

Uang Masuk Terus, Tapi Untungnya ke Mana? Ini Pentingnya Sistem Kasir yang Tertata

Menjalankan usaha bukan sekadar melayani pembeli dan menerima pembayaran. Di balik transaksi yang terlihat sederhana, ada banyak hal yang perlu diperhatikan, mulai dari pencatatan penjualan, pengelolaan stok barang, hingga perhitungan pendapatan harian. Jika semuanya masih dilakukan secara manual tanpa pencatatan yang rapi, pemilik usaha bisa kesulitan mengetahui kondisi bisnis yang sebenarnya.

Sistem kasir memiliki peran penting untuk membantu proses transaksi menjadi lebih teratur. Pencatatan yang konsisten memudahkan pemilik usaha memeriksa barang yang terjual, memantau persediaan, serta mengevaluasi hasil penjualan. Dengan data yang tersusun baik, keputusan bisnis dapat dibuat berdasarkan catatan yang jelas, bukan sekadar perkiraan. Karena itu, penggunaan sistem kasir digital menjadi salah satu pilihan bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan efisiensi operasional.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Aposerba, aplikasi kasir digital yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola transaksi dengan lebih praktis. Melalui sistem kasir digital, proses pencatatan penjualan dapat dilakukan secara lebih terstruktur sehingga pemilik usaha lebih mudah memantau aktivitas transaksi. Aposerba dapat menjadi alternatif bagi pelaku UMKM yang ingin mulai beralih dari pencatatan manual menuju pengelolaan usaha berbasis digital.

Dengan memanfaatkan Aposerba, pelaku usaha dapat membangun kebiasaan pencatatan yang lebih tertib dan mengurangi ketergantungan pada perhitungan manual. Langkah ini dapat membantu pemilik usaha mengevaluasi penjualan serta mengelola operasional sehari-hari dengan lebih terarah. Bagi pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnis secara bertahap, penggunaan aplikasi kasir digital seperti Aposerba bisa menjadi langkah awal menuju pengelolaan usaha yang lebih modern. Informasi lebih lanjut mengenai Aposerba dapat dilihat melalui situs resminya di https://aposerba.com/.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/uang-masuk-terus-tapi-untungnya-ke-mana-ini-pentingnya-sistem-kasir-yang-tertata

Viral Video Perundungan di Asrama Telkom University, Berujung DO! Kok Bisa Sesama Mahasiswa Baru?

Viral Video Perundungan di Asrama Telkom University, Berujung DO! Kok Bisa Sesama Mahasiswa Baru?

BANDUNG – Video dugaan perundungan terhadap seorang mahasiswa di asrama Telkom University, Bandung, menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memicu kecaman warganet karena memperlihatkan tindakan berbahaya yang melibatkan semprotan cairan aerosol dan api di dekat korban. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Jumat malam, 9 Oktober 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Kasus ini pun memunculkan pertanyaan mengenai keamanan mahasiswa yang tinggal di lingkungan kampus. Sumber: ANTARA dan Liputan6.

Pihak Telkom University menyatakan telah menindaklanjuti kejadian tersebut melalui Direktorat Kemahasiswaan, Karier, dan Alumni bersama Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Berdasarkan hasil pemeriksaan internal, kampus menjatuhkan sanksi administratif akademik kepada dua mahasiswa yang terlibat. Salah satunya dikenai sanksi berat berupa drop out (DO), sedangkan rincian sanksi terhadap mahasiswa lainnya tidak diumumkan kepada publik demi menjaga privasi pihak terkait. Sumber: TVRI News, 11 Oktober 2026.

Wakil Rektor III Telkom University, Ratri Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, serta konseling untuk menjaga kondisi fisik dan mentalnya. Korban dan mahasiswa yang terlibat juga ditempatkan di area asrama berbeda untuk mencegah terjadinya insiden lanjutan. Pihak kampus turut menegaskan bahwa dugaan perundungan tersebut tidak dilatarbelakangi dendam pribadi berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam konferensi pers. Sumber: ANTARA Jawa Barat, 11 Oktober 2026.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan seharusnya menjadi tempat mahasiswa belajar, berkembang, dan merasa aman, bukan tempat tindakan intimidasi dianggap sebagai candaan. Sanksi tegas memang menjadi bagian dari penanganan, tetapi upaya pencegahan, pengawasan asrama, dan keberanian melaporkan kekerasan juga tidak kalah penting. Publik kini menaruh perhatian pada bagaimana institusi pendidikan memastikan kejadian serupa tidak terulang dan setiap mahasiswa dapat menjalani kehidupan kampus tanpa rasa takut.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/viral-video-perundungan-di-asrama-telkom-university-berujung-do-kok-bisa-sesama-mahasiswa-baru

Berhari-hari Melawan Api, Relawan Tanjung Puting Angkat Tangan! Kini Mereka Meminta Bantuan dari Udara

Berhari-hari Melawan Api, Relawan Tanjung Puting Angkat Tangan! Kini Mereka Meminta Bantuan dari Udara

KOTAWARINGIN BARAT, KALIMANTAN TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan setelah para relawan menyampaikan surat terbuka kepada pemerintah. Video permohonan bantuan tersebut beredar luas di media sosial sejak Minggu, 11 Oktober 2026, dan dilaporkan telah meraih lebih dari 4 juta penayangan. Para relawan mengaku kewalahan menghadapi kobaran api yang sulit dikendalikan, terutama di zona inti kawasan konservasi yang menjadi habitat orangutan.

Relawan gabungan dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat akhirnya memutuskan menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman di lapangan. Perwakilan relawan, Moncos, menyebut berbagai upaya telah dilakukan selama berhari-hari, tetapi hasilnya dinilai belum signifikan. Keputusan tersebut bukan berarti kebakaran telah selesai ditangani, melainkan menunjukkan bahwa kemampuan relawan di lapangan telah mencapai batas dan membutuhkan dukungan operasional yang lebih memadai.

Melalui surat terbuka itu, para relawan meminta pemerintah segera meningkatkan penanganan, termasuk mengerahkan helikopter water bombing untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat. Namun, upaya pemadaman dari udara juga menghadapi kendala. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jarak pandang yang rendah akibat asap menghambat operasi helikopter. Kondisi ini membuat penanganan kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting membutuhkan strategi dan dukungan yang sesuai dengan keadaan di lapangan.

Persoalan ini bukan hanya tentang api yang membakar hutan, tetapi juga tentang kelangsungan habitat orangutan dan satwa liar lainnya. Kerusakan kawasan konservasi dapat mengancam ruang hidup satwa sekaligus mengganggu keseimbangan ekosistem. Desakan para relawan pun menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla memerlukan langkah nyata, koordinasi lintas instansi, serta dukungan peralatan dan logistik yang memadai. Masyarakat kini menantikan langkah lanjutan pemerintah untuk memperkuat pemadaman dan mencegah kebakaran meluas lebih jauh.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/berhari-hari-melawan-api-relawan-tanjung-puting-angkat-tangan-kini-mereka-meminta-bantuan-dari-udara

Ada Apa dengan Sekolah Ini? Siswi SMP di Sidrap Diduga Jadi Korban Perundungan

Ada Apa dengan Sekolah Ini? Siswi SMP di Sidrap Diduga Jadi Korban Perundungan

Kasus dugaan perundungan terhadap seorang siswi SMP Negeri 1 Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjadi perhatian publik setelah video kejadian tersebut beredar di media sosial. Peristiwa yang diduga melibatkan 10 siswi itu disebut terjadi di dalam kelas saat jam istirahat pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pemberitaan mengenai kasus ini kemudian ramai disorot pada 10–12 Oktober 2026.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dikelilingi sejumlah siswi. Beberapa di antaranya tampak menunjuk korban dan melontarkan perkataan kasar. Ada pula tindakan menarik jilbab dan mendorong kepala korban. Menurut keterangan kepala sekolah yang dikutip media, para siswi yang diduga terlibat berasal dari kelas VII dan IX. Dugaan pemicu kejadian berkaitan dengan kesalahpahaman atau isu di antara para siswa, tetapi penyebab pastinya belum dapat dipastikan karena keterangan yang diberikan masih berbeda-beda.

Pihak sekolah menyatakan telah berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), serta orang tua siswa terkait. Sementara itu, orang tua korban dilaporkan telah membuat laporan resmi kepada polisi dan memilih agar perkara tersebut diproses melalui jalur hukum. Polisi melalui unit yang menangani perlindungan perempuan dan anak masih melakukan penyelidikan atas laporan tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perundungan di lingkungan pendidikan bukan persoalan sepele yang dapat dianggap sebagai candaan antarteman. Sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa untuk belajar tanpa rasa takut atau tertekan. Penanganan yang serius, pendampingan psikologis bagi korban, serta keterlibatan orang tua dan pihak berwenang sangat diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang. Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan identitas anak-anak yang terlibat atau menghakimi siapa pun sebelum proses pemeriksaan selesai.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ada-apa-dengan-sekolah-ini-siswi-smp-di-sidrap-diduga-jadi-korban-perundungan

Jalan Penghubung Jember–Banyuwangi Retak Sepanjang 40 Meter, Pengendara Diminta Waspada

Jalan Penghubung Jember–Banyuwangi Retak Sepanjang 40 Meter, Pengendara Diminta Waspada

Jawa Timur, 9 Oktober 2026 – Kerusakan jalan penghubung Kabupaten Jember dan Banyuwangi menjadi perhatian setelah dilaporkan terdapat retakan sepanjang sekitar 40 meter. Kondisi ini mengundang kekhawatiran karena kerusakan jalan berada di dekat jurang dengan kedalaman sekitar 2–3 meter. Pengendara yang melintasi jalur tersebut diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama ketika melewati bagian jalan yang mengalami keretakan.

Retakan pada badan jalan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan apabila terus meluas atau menyebabkan sebagian permukaan jalan ambles. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan jika jalur berada di kawasan dengan kondisi tanah yang labil atau berdekatan dengan tebing. Pengendara sepeda motor maupun mobil disarankan mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta tidak berhenti di dekat bagian jalan yang terlihat retak.

Kerusakan jalan di jalur penghubung antarkabupaten juga dapat mengganggu kelancaran mobilitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi warga yang melakukan perjalanan untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari antara Jember dan Banyuwangi. Karena itu, pemeriksaan kondisi jalan dan penanganan yang tepat diperlukan untuk mencegah kerusakan bertambah parah serta mengurangi risiko kecelakaan.

Masyarakat yang melintas di sekitar lokasi diharapkan memperhatikan rambu-rambu peringatan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas. Jika ditemukan retakan yang semakin lebar, permukaan jalan turun, atau tanda-tanda longsor, pengguna jalan sebaiknya menghindari area berbahaya dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Informasi mengenai lokasi persis kerusakan, penyebab retakan, serta rencana perbaikan perlu dikonfirmasi melalui instansi terkait.

Kerusakan sepanjang sekitar 40 meter tersebut menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan, khususnya pada jalur yang berdekatan dengan jurang atau kawasan rawan pergerakan tanah. Penanganan yang cepat dan pemeriksaan teknis diperlukan agar akses Jember–Banyuwangi tetap aman digunakan masyarakat. Hingga tersedia keterangan resmi lebih lanjut, pengendara sebaiknya mengutamakan keselamatan dan tidak menganggap kondisi jalan tersebut aman untuk dilalui dengan kecepatan normal.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jalan-penghubung-jember-banyuwangi-retak-sepanjang-40-meter-pengendara-diminta-waspada

Minimarket Belum Buka, Warga Sudah Kasih “Grand Closing” Pakai Ekskavator!

Minimarket Belum Buka, Warga Sudah Kasih “Grand Closing” Pakai Ekskavator!

PAMEKASAN, Jawa Timur – Aksi penolakan pembangunan minimarket di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menjadi sorotan setelah sekelompok massa menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk merusak bangunan yang masih dalam proses pembangunan pada Rabu (7/10/2026). Peristiwa tersebut ramai diperbincangkan setelah video pembongkaran beredar di media sosial. Aksi ini dipicu penolakan terhadap kehadiran gerai ritel modern di wilayah tersebut.

Massa yang disebut berasal dari kalangan santri dan alumni sejumlah pondok pesantren mendatangi lokasi pembangunan untuk mendesak agar proyek dihentikan. Dalam aksi tersebut, ekskavator digunakan untuk merusak sejumlah bagian bangunan, sementara papan nama proyek dan peralatan kerja juga dilaporkan mengalami kerusakan. Polisi turun tangan untuk meredam situasi agar kerusakan tidak semakin meluas.

Penolakan tersebut dilatarbelakangi kekhawatiran sebagian warga terhadap dampak ekspansi ritel modern bagi pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Mereka khawatir kehadiran minimarket akan menambah persaingan bagi toko kelontong dan usaha lokal yang selama ini menjadi sumber penghasilan masyarakat. Massa juga mempersoalkan kelengkapan izin pembangunan gerai tersebut.

Namun, pihak pengelola membantah tudingan mengenai kelengkapan perizinan. Koordinator tim perizinan PT Indomarco Prismatama wilayah Madura, Wibowo, menyatakan bahwa dokumen dan persyaratan legalitas telah dipenuhi sebelum pembangunan dilanjutkan. Perbedaan pandangan mengenai izin dan dampak ekonomi inilah yang menjadi bagian dari persoalan yang perlu diselesaikan melalui klarifikasi serta mekanisme pemerintah dan hukum, bukan melalui tindakan perusakan.

Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyatakan bahwa kepolisian mengedepankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban. Polisi juga memasang garis polisi di lokasi serta menyatakan akan menindaklanjuti dugaan perusakan sesuai prosedur apabila terdapat laporan resmi dari pihak yang merasa dirugikan. Masyarakat, tokoh agama, dan pihak terkait diimbau menahan diri serta mengutamakan dialog dan jalur hukum agar persoalan pembangunan minimarket di Palengaan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik lanjutan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/minimarket-belum-buka-warga-sudah-kasih-grand-closing-pakai-ekskavator

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Perairan Gresik, Identitas dan Penyebab Kematian Jadi Sorotan

Jasad Pria Ditemukan Mengapung di Perairan Gresik, Identitas dan Penyebab Kematian Jadi Sorotan

GRESIK, 9 Oktober 2026 – Penemuan jasad seorang pria yang mengapung di perairan Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengundang perhatian masyarakat. Jasad tersebut ditemukan oleh nelayan di perairan antara Pulau Mengare dan Desa Karangjamuan pada Sabtu (3/10/2026) sore. Setelah menerima laporan, petugas Satpolairud Polres Gresik segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Hingga laporan terbaru, penyebab kematian korban masih dalam pemeriksaan pihak berwenang.

Penemuan bermula ketika nelayan yang sedang mencari ikan melihat sosok tubuh manusia mengapung di permukaan laut. Menyadari kondisi tersebut, nelayan segera melaporkannya kepada petugas. Satpolairud Polres Gresik kemudian mengerahkan kapal patroli KP X-1017 bersama personel Ditpolairud Polda Jawa Timur yang menggunakan sejumlah kapal pendukung untuk membantu proses evakuasi.

Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Berdasarkan keterangan kepolisian yang diberitakan media, identitas korban diketahui dari kartu tanda penduduk (KTP) yang ditemukan di saku celananya. Korban diketahui bernama Moch Alga Pamungkas, berusia 25 tahun, dan tercatat sebagai warga Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya.

Dalam penanganan kasus ini, petugas juga meminta keterangan dari dua nelayan yang mengetahui keberadaan jasad tersebut. Polisi turut berupaya menghubungi keluarga korban berdasarkan identitas yang ditemukan. Meski identitas telah diketahui melalui KTP, penyebab korban berada di perairan tersebut serta kondisi yang mengakibatkan kematiannya belum dapat dipastikan. Kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyampaikan kesimpulan.

Satpolairud Polres Gresik mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna jalur laut, agar segera melapor apabila menemukan kejadian mencurigakan atau situasi darurat di perairan. Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat kepolisian 110 untuk meminta bantuan. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut serta perlunya menunggu informasi resmi agar penyebab kematian korban tidak disimpulkan berdasarkan dugaan semata.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/jasad-pria-ditemukan-mengapung-di-perairan-gresik-identitas-dan-penyebab-kematian-jadi-sorotan

Bukan Sekadar Kuliah dan Kursus! Ruang Dosen dan ACC Learning Bawa Cara Baru Mengelola Dunia Pendidikan

Bukan Sekadar Kuliah dan Kursus! Ruang Dosen dan ACC Learning Bawa Cara Baru Mengelola Dunia Pendidikan

Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara dunia pendidikan menjalankan aktivitasnya. Perguruan tinggi, dosen, mahasiswa, hingga peserta pelatihan kini membutuhkan sistem yang lebih praktis untuk mendukung kegiatan belajar dan pengelolaan akademik. Di tengah kebutuhan tersebut, pemanfaatan aplikasi digital menjadi salah satu pilihan untuk membantu proses pendidikan berjalan lebih efektif, terorganisasi, dan mudah diakses.

Namun, digitalisasi pendidikan bukan hanya soal memindahkan kegiatan konvensional ke layar komputer atau ponsel. Pengelolaan informasi, penyampaian materi, hingga dukungan terhadap aktivitas akademik juga perlu diperhatikan. Tanpa sistem yang tepat, berbagai kegiatan pendidikan berisiko tetap berjalan secara terpisah dan menyulitkan penggunanya. Karena itu, kehadiran platform digital yang sesuai dengan kebutuhan menjadi semakin penting bagi institusi pendidikan maupun penyelenggara pelatihan.

Salah satu platform yang dapat menjadi perhatian adalah Ruang Dosen, yang berfokus pada kebutuhan di lingkungan akademik. Pemanfaatan aplikasi ini dapat mendukung aktivitas dosen dan pengelolaan kegiatan pendidikan melalui pendekatan digital. Informasi mengenai Ruang Dosen dapat dilihat melalui platform Ruang Dosen apabila tersedia pada alamat tersebut.

Selain Ruang Dosen, ACC Learning juga menjadi nama yang relevan dalam pembahasan pengembangan pembelajaran berbasis digital. Platform pembelajaran dapat membantu penyelenggaraan kegiatan belajar dan pelatihan agar lebih terstruktur serta mudah dijangkau sesuai fitur yang tersedia. Ruang Dosen dan ACC Learning memiliki fokus yang dapat saling melengkapi dalam ekosistem pendidikan, tetapi fungsi, fitur, dan manfaat spesifik masing-masing perlu disesuaikan dengan informasi resmi produknya. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih praktis dan mampu mengikuti kebutuhan pembelajaran masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-kuliah-dan-kursus-ruang-dosen-dan-acc-learning-bawa-cara-baru-mengelola-dunia-pendidikan

Hasil Panen Melimpah tapi Pengelolaan Masih Ribet? Panen Raya Hadir dengan Solusi Digital!

Hasil Panen Melimpah tapi Pengelolaan Masih Ribet? Panen Raya Hadir dengan Solusi Digital!

Sektor pertanian memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian Indonesia. Namun, mengelola usaha pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen. Petani serta pelaku usaha juga perlu mengatur data hasil panen, mencatat aktivitas harian, mengelola mitra, hingga memastikan transaksi berjalan dengan baik. Jika seluruh proses masih dilakukan secara manual, pencatatan bisa menjadi kurang praktis dan informasi usaha lebih sulit dipantau.

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi menjadi salah satu cara untuk membantu pengelolaan usaha pertanian agar lebih terstruktur. Data yang tersusun rapi dapat memudahkan pelaku usaha memantau kegiatan, mengevaluasi proses kerja, serta menentukan langkah berikutnya berdasarkan informasi yang tersedia. Pemanfaatan teknologi pun membuka peluang bagi sektor pertanian untuk berkembang dengan pengelolaan yang lebih modern dan efisien.

Salah satu solusi digital yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi Panen Raya, yang dirancang untuk mendukung pengelolaan aktivitas pertanian dan peternakan. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mengelola data kegiatan serta informasi kemitraan secara digital. Pengelolaan data yang lebih terorganisasi membantu pelaku usaha memantau aktivitas dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. Informasi mengenai aplikasi Panen Raya dapat diakses melalui panenrayakita.id.

Selain mendukung pengelolaan data, Panen Raya juga membantu aktivitas jual-beli serta pencatatan transaksi agar lebih praktis dan terstruktur. Dengan dukungan sistem digital, informasi usaha dapat dikelola dengan lebih mudah sehingga proses pemantauan dan evaluasi menjadi lebih terarah. Kehadiran Panen Raya menjadi salah satu pilihan bagi petani dan pelaku usaha yang ingin mengembangkan pengelolaan pertanian secara digital, menyesuaikan kebutuhan operasional, serta mempersiapkan usaha agar lebih siap menghadapi perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/hasil-panen-melimpah-tapi-pengelolaan-masih-ribet-panen-raya-hadir-dengan-solusi-digital

Misteri Mayat Terborgol di Kendal Terungkap! Pria 29 Tahun Tewas Dipukul, Polisi Kini Buru Pelaku

Misteri Mayat Terborgol di Kendal Terungkap! Pria 29 Tahun Tewas Dipukul, Polisi Kini Buru Pelaku

KENDAL – Warga Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di sebuah bangunan kosong di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Selasa (6/10/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan kiri terborgol dan tertaut pada teralis jendela lantai dua. Kasus ini sontak menjadi perhatian karena kondisi korban mengarah pada dugaan tindak pidana, sementara pelaku dan motifnya hingga kini masih menjadi misteri. detikcom

Penemuan bermula ketika warga mencium bau busuk menyengat dari bangunan yang berada di sekitar Jalur Lingkar Kaliwungu. Setelah mencari sumber bau tersebut, warga akhirnya menemukan jasad korban di lantai dua. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang, termasuk pisau dan gunting, meski hingga kini belum dipastikan apakah kedua benda tersebut berkaitan dengan kematian korban. detikcom

Identitas korban akhirnya terungkap. Polisi memastikan pria tersebut bernama Donna Nuzulul Aditya (29), warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kendal. Hasil autopsi di RS Bhayangkara Semarang mengungkap fakta yang semakin memperkuat dugaan adanya kekerasan. Korban diketahui meninggal akibat hantaman benda tumpul di bagian belakang kepala dan diperkirakan telah meninggal sekitar 5 hingga 10 hari sebelum ditemukan. detiknews

Yang membuat kasus ini semakin menyisakan tanda tanya, keluarga mengungkapkan Donna telah hilang selama sekitar satu pekan sebelum jasadnya ditemukan. Menurut pamannya, Agus Dwi Nugroho, keluarga sempat mencari keberadaan Donna dan terakhir mendapat informasi bahwa korban berada di kawasan Karangtengah. Pihak keluarga juga menyebut sepeda motor dan ponsel Donna tidak ditemukan ketika jasadnya ditemukan, namun dugaan bahwa barang tersebut diambil pelaku masih merupakan dugaan keluarga dan belum menjadi kesimpulan polisi. detikcom

Kini, Satreskrim Polres Kendal masih memburu pelaku dan mendalami motif di balik dugaan pembunuhan tersebut. Polisi belum mengungkap siapa orang yang terakhir bersama korban maupun bagaimana Donna bisa berada di bangunan kosong tersebut. Terlebih, lokasi penemuan jasad diketahui merupakan bangunan yang dikontrak yayasan untuk rencana operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi saat kejadian bangunan tersebut masih kosong. Misteri tentang siapa yang membawa korban ke lokasi, mengapa tangannya diborgol, serta apa yang sebenarnya terjadi sebelum kematiannya menjadi pertanyaan besar yang kini menunggu jawaban dari penyidik. detikcom


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/misteri-mayat-terborgol-di-kendal-terungkap-pria-29-tahun-tewas-dipukul-polisi-kini-buru-pelaku