Nilai Akuntansi Bukan Sekadar Angka, ACC Learning Bantu Belajar Lebih Terarah!

Nilai Akuntansi Bukan Sekadar Angka, ACC Learning Bantu Belajar Lebih Terarah!

Memahami akuntansi bukan hanya tentang menghitung angka, mencatat transaksi, atau menyusun laporan keuangan. Bagi mahasiswa akuntansi dan pelajar yang sedang mendalami bidang keuangan, setiap materi membutuhkan pemahaman konsep, ketelitian, serta latihan yang konsisten. Tidak sedikit yang merasa kesulitan ketika berhadapan dengan jurnal umum, buku besar, hingga penyusunan laporan keuangan. Tantangan tersebut membuat proses belajar yang praktis dan mudah diakses menjadi semakin penting, terutama bagi mereka yang ingin memahami materi secara bertahap.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, metode belajar kini tidak harus selalu bergantung pada buku cetak atau penjelasan di ruang kelas. Pemanfaatan platform pembelajaran digital dapat menjadi alternatif untuk membantu pelajar mengakses materi sesuai kebutuhan dan mengatur waktu belajar secara lebih fleksibel. Dengan dukungan teknologi, proses memahami konsep akuntansi dapat dilakukan secara lebih terarah, asalkan tetap disertai latihan, evaluasi, dan kebiasaan belajar yang konsisten.

Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk mendukung proses belajar tersebut adalah ACC Learning, platform pembelajaran yang berfokus pada bidang akuntansi. ACC Learning dapat diperkenalkan sebagai alternatif bagi pelajar maupun mahasiswa yang ingin mendalami materi akuntansi dengan pendekatan belajar digital. Kehadiran platform pembelajaran seperti ini membuka peluang bagi pengguna untuk mengembangkan pemahaman secara bertahap, sehingga materi yang awalnya terasa rumit dapat dipelajari dengan lebih terstruktur sesuai fasilitas yang tersedia.

Melalui ACC Learning, proses belajar akuntansi diharapkan menjadi lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Platform ini dapat menjadi pendamping belajar bagi mereka yang ingin memperkuat pemahaman konsep serta meningkatkan kesiapan menghadapi tugas maupun evaluasi akademik. Meski teknologi dapat membantu menyediakan akses belajar, hasil yang optimal tetap bergantung pada konsistensi pengguna dalam mempelajari materi dan mengerjakan latihan. Dengan memanfaatkan sarana digital secara tepat, belajar akuntansi bukan lagi sekadar berhadapan dengan deretan angka, melainkan proses memahami bagaimana informasi keuangan digunakan dalam pengambilan keputusan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/nilai-akuntansi-bukan-sekadar-angka-acc-learning-bantu-belajar-lebih-terarah

Belajar Tak Harus Menunggu Bel Masuk, Ruang Siswa Hadir dengan Cara yang Lebih Fleksibel!

Belajar Tak Harus Menunggu Bel Masuk, Ruang Siswa Hadir dengan Cara yang Lebih Fleksibel!

Perkembangan teknologi digital mulai mengubah cara siswa memperoleh informasi dan memahami pelajaran. Jika sebelumnya kegiatan belajar lebih banyak bergantung pada buku cetak dan penjelasan guru di kelas, kini akses terhadap materi pendidikan semakin terbuka melalui perangkat digital. Perubahan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengulang pelajaran, mencari referensi tambahan, serta menyesuaikan waktu belajar dengan kebutuhan masing-masing. Meski begitu, teknologi tetap perlu digunakan secara bijak agar kegiatan belajar tidak terganggu oleh hal-hal di luar kepentingan pendidikan.

Kebutuhan akan metode belajar yang praktis juga semakin terasa di tengah padatnya aktivitas sekolah. Siswa tidak hanya dituntut memahami materi saat pembelajaran berlangsung, tetapi juga perlu mengembangkan kemandirian dalam mengulang dan memperdalam pelajaran. Dukungan platform digital dapat menjadi salah satu alternatif untuk menunjang proses tersebut. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, kegiatan belajar dapat berlangsung lebih fleksibel tanpa menghilangkan peran penting guru dalam membimbing dan mengevaluasi perkembangan siswa.

Salah satu platform yang dapat diperkenalkan dalam konteks pembelajaran digital adalah Ruang Siswa. Melalui pendekatan berbasis teknologi pendidikan, Ruang Siswa dapat menjadi alternatif bagi siswa yang ingin memanfaatkan sarana digital untuk mendukung kegiatan belajar. Kehadiran platform seperti ini sejalan dengan kebutuhan pendidikan masa kini, ketika kemudahan akses dan fleksibilitas menjadi pertimbangan penting. Pengguna dapat mengenal layanan yang tersedia melalui situs resmi Ruang Siswa untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai platform tersebut.

Ruang Siswa berpotensi menjadi pendamping kegiatan belajar, baik untuk membantu siswa mengatur proses belajar maupun mendukung pemanfaatan sumber belajar digital sesuai kebutuhan. Namun, efektivitas penggunaannya tetap bergantung pada materi dan fitur yang tersedia, serta kedisiplinan siswa dalam belajar. Teknologi bukan pengganti guru atau usaha pribadi, melainkan sarana pendukung agar proses memahami pelajaran dapat dilakukan dengan lebih terarah. Dengan memilih layanan yang sesuai dan memanfaatkannya secara konsisten, siswa dapat membangun kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan zaman.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/belajar-tak-harus-menunggu-bel-masuk-ruang-siswa-hadir-dengan-cara-yang-lebih-fleksibel

Antrean BBM Bali Mulai Jinak, tapi Jangan-Jangan Masalahnya Cuma Pindah Antrean!

Antrean BBM Bali Mulai Jinak, tapi Jangan-Jangan Masalahnya Cuma Pindah Antrean!

Antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Bali mulai menunjukkan penurunan setelah memasuki hari kedua penerapan sistem ganjil-genap pada 18–19 Oktober 2026. Pertamina menyatakan kondisi antrean berangsur membaik seiring upaya pengaturan distribusi dan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, berkurangnya antrean belum otomatis membuktikan bahwa seluruh persoalan pasokan BBM di Pulau Dewata telah selesai. Bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja, berdagang, maupun menjalankan aktivitas pariwisata, kepastian mendapatkan BBM tetap menjadi kebutuhan utama.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan BBM tidak cukup dinilai dari panjang atau pendeknya antrean di SPBU. Laporan dari Kabupaten Buleleng menyebut ketersediaan beberapa jenis BBM nonsubsidi masih belum optimal. Artinya, kondisi di satu wilayah belum tentu sama dengan wilayah lainnya. Ketika antrean mulai berkurang, masyarakat tetap membutuhkan informasi yang jelas mengenai jenis BBM yang tersedia, jadwal pasokan, serta SPBU yang dapat melayani kebutuhan mereka. Tanpa informasi yang merata, warga berisiko menghabiskan waktu dan bahan bakar hanya untuk berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain.

Penerapan sistem ganjil-genap menjadi salah satu langkah yang digunakan untuk mengatur pembelian BBM dan mengurangi kepadatan antrean. Namun, kebijakan tersebut juga perlu dievaluasi agar pelaksanaannya tidak justru menambah kebingungan bagi pengendara. Pemerataan distribusi, kejelasan aturan, serta komunikasi antara penyedia BBM dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengatasi persoalan ini. Terlebih di Bali, aktivitas ekonomi dan pariwisata melibatkan banyak pekerja serta pelaku usaha yang membutuhkan mobilitas tinggi setiap hari.

Pada akhirnya, antrean yang mulai terurai patut diapresiasi, tetapi bukan berarti persoalan otomatis berakhir. Masyarakat masih membutuhkan kepastian bahwa BBM tersedia secara konsisten, bukan sekadar melihat antrean yang terlihat lebih pendek. Pertamina dan pihak terkait perlu terus menyampaikan perkembangan pasokan secara transparan serta memastikan kondisi di berbagai wilayah terpantau dengan baik. Sebab, bagi warga yang harus mencari BBM sebelum bekerja, kabar bahwa antrean sudah berkurang tentu belum cukup jika bahan bakar yang dibutuhkan ternyata masih sulit ditemukan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/antrean-bbm-bali-mulai-jinak-tapi-jangan-jangan-masalahnya-cuma-pindah-antrean

Liburan Karyawan Berujung Duka di Tol Ngawi, Bus Tabrak Truk hingga 3 Orang Tewas

Liburan Karyawan Berujung Duka di Tol Ngawi, Bus Tabrak Truk hingga 3 Orang Tewas

Kecelakaan maut terjadi di ruas Tol Ngawi–Solo, tepatnya di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Minggu dini hari, 18 Oktober 2026. Sebuah bus pariwisata Chandra Jaya yang membawa rombongan karyawan PT Cipta Alas Nusantara asal Mojokerto menabrak truk Fuso bermuatan tripleks yang sedang berhenti di bahu jalan. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka. Rombongan saat itu tengah melakukan perjalanan menuju Yogyakarta untuk mengikuti kegiatan wisata bersama.

Berdasarkan keterangan awal kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB di kilometer 551+200 B Tol Ngawi–Solo. Truk Fuso tersebut diketahui berhenti karena mengalami kerusakan pada ban belakang sebelah kanan. Saat bus melintas, kendaraan diduga oleng ke kiri hingga menghantam bagian belakang truk. Dua korban meninggal dunia merupakan rekan pengemudi truk yang berada di sekitar kendaraan untuk membantu perbaikan, sedangkan satu korban lainnya adalah penumpang bus. Ketiga korban meninggal dunia dilaporkan bernama Alfred Noo, Yoseph Rianto, dan Muhammad Iskhak.

Sebanyak 19 orang yang mengalami luka-luka dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di wilayah Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis. Sejumlah penumpang mengaku sedang tertidur ketika benturan terjadi sehingga tidak mengetahui secara pasti bagaimana kecelakaan bermula. Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan selama perjalanan jarak jauh, terutama pada dini hari ketika pengemudi berpotensi mengalami kelelahan atau mengantuk. Meski demikian, faktor penyebab kecelakaan tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan dugaan tersebut karena penyelidikan kepolisian masih berlangsung.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi, Iptu Agus Harianto, membenarkan bahwa bus menabrak truk yang sedang berhenti akibat mengalami kerusakan ban. Polisi masih mendalami kronologi kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengelola perjalanan wisata dan pengemudi kendaraan besar agar memperhatikan kondisi kendaraan, kecukupan istirahat, serta keselamatan saat menghadapi kendaraan yang berhenti di bahu jalan. Keselamatan perjalanan bukan hanya bergantung pada keterampilan pengemudi, tetapi juga pada kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan di jalan tol.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/liburan-karyawan-berujung-duka-di-tol-ngawi-bus-tabrak-truk-hingga-3-orang-tewas

Bali Dipuja karena Keindahannya, Sampahnya Siapa yang Mau Bereskan?

Bali Dipuja karena Keindahannya, Sampahnya Siapa yang Mau Bereskan?

Bali dikenal dunia karena pantai yang indah, budaya yang khas, dan kawasan wisata yang menarik jutaan pengunjung. Namun, di balik citra sebagai destinasi unggulan, persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan menjaga penampilan kawasan wisata. Pengelolaan sampah di Bali, khususnya di Denpasar dan Badung, menghadapi tantangan serius seiring tingginya volume sampah dan keterbatasan tempat pemrosesan akhir. Ironisnya, pulau yang menjadi kebanggaan pariwisata Indonesia ini tetap harus berhadapan dengan persoalan mendasar: sampah yang dihasilkan setiap hari harus dibawa ke mana dan siapa yang bertanggung jawab mengelolanya?

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah kondisi TPA Suwung di Denpasar. Sejak 1 April 2026, tempat tersebut tidak lagi menerima sampah organik dan diarahkan untuk menerima sampah anorganik serta residu sesuai kebijakan yang diberlakukan. Namun, laporan Bali Post pada 30 September 2026 menyebut sampah yang masih tercampur ditemukan masuk ke TPA, meskipun pengaturan pembuangan berdasarkan jenisnya telah diterapkan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aturan saja belum cukup apabila pemilahan dari rumah tangga, kesiapan fasilitas pengolahan, dan pengawasan di lapangan belum berjalan secara konsisten.

Dampak persoalan sampah tidak berhenti pada pemandangan yang kurang sedap dipandang wisatawan. Sampah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menimbulkan bau, menghasilkan air lindi yang mencemari lingkungan, serta meningkatkan risiko pembentukan gas metana dari timbunan sampah organik. Warga yang tinggal di sekitar titik penumpukan sampah juga dapat menghadapi gangguan kenyamanan dan kualitas lingkungan. Karena itu, menjaga kebersihan Bali bukan semata-mata urusan mempertahankan citra pariwisata, melainkan juga berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat yang tinggal dan bekerja di pulau tersebut.

Pemerintah telah menempuh sejumlah langkah, termasuk mendorong pemilahan sampah dari sumbernya dan memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Juli 2026. Fasilitas ini direncanakan menjadi bagian dari solusi jangka panjang, tetapi pembangunan teknologi tidak serta-merta menghapus kebutuhan untuk mengurangi dan memilah sampah sejak awal. Pemerintah daerah, pelaku usaha, pengelola pariwisata, dan masyarakat perlu menjalankan perannya secara konsisten. Sebab, Bali tidak cukup hanya terlihat indah di foto promosi dan unggahan media sosial. Jika keindahannya ingin terus dinikmati, pengelolaan sampah harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan sekadar slogan yang terdengar bagus saat pariwisata sedang dibanggakan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bali-dipuja-karena-keindahannya-sampahnya-siapa-yang-mau-bereskan

Tong Biru Naik Kelas, Bukan Lagi Tempat Sampah: Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Tong Biru Naik Kelas, Bukan Lagi Tempat Sampah: Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Sebuah tong plastik berwarna biru mendadak menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap temuan uang tunai senilai Rp934 juta di dalamnya. Benda yang biasanya identik dengan tempat penyimpanan barang justru menjadi salah satu barang bukti dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. Temuan ini diumumkan KPK pada Jumat, 16 Oktober 2026, dan langsung menarik perhatian publik.

Uang tersebut ditemukan di kediaman Hanaku Agni Sadewo, adik kandung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa uang senilai Rp934 juta itu disimpan dalam tong biru di rumah yang bersangkutan. Pemandangan ini memunculkan sindiran di tengah masyarakat: ketika uang ratusan juta disimpan dalam tong, yang menjadi pertanyaan bukan lagi ukuran wadahnya, melainkan asal-usul uang di dalamnya.

KPK juga mengungkap bahwa total uang tunai yang diamankan dalam rangkaian OTT tersebut mencapai sekitar Rp1,2 miliar. Barang bukti itu mencakup sekitar Rp300 juta dalam sejumlah amplop serta 5.972 yuan atau setara kurang lebih Rp16 juta. Dalam perkara ini, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Kepala Perwakilan BPK Jawa Tengah Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, dan pihak swasta Muhammad Amin Wahyu Utomo. Perkara yang ditangani berkaitan dengan dugaan suap dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemkab Klaten.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penyimpanan uang dalam wadah sederhana tidak menghilangkan kewajiban untuk menjelaskan sumber dan peruntukannya. Namun, proses hukum tetap harus menjadi dasar untuk menentukan tanggung jawab masing-masing pihak. Tong biru itu boleh jadi terlihat biasa, tetapi temuan ratusan juta rupiah di dalamnya membuat publik kembali bertanya: bagaimana uang sebanyak itu bisa tersimpan di sana, dan apa sebenarnya rangkaian peristiwa di baliknya?


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/tong-biru-naik-kelas-bukan-lagi-tempat-sampah-rp934-juta-ditemukan-di-rumah-adik-bupati-klaten

Semeru Lagi-Lagi Erupsi! Manusia Masih Suka Cari Pemandangan, Alam Sudah Kasih Peringatan

Semeru Lagi-Lagi Erupsi! Manusia Masih Suka Cari Pemandangan, Alam Sudah Kasih Peringatan

Lumajang, Jawa Timur, 17 Oktober 2026 — Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Sabtu pagi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pukul 06.35 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 800 meter di atas puncak. Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati condong ke arah barat. Bagi warga di sekitar gunung, kabar ini bukan sekadar tontonan alam, melainkan pengingat bahwa aktivitas vulkanik tidak bisa dianggap remeh.

Aktivitas Gunung Semeru kali ini juga menjadi perhatian karena gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut masih berstatus Level III atau Siaga. Dalam laporan yang sama, erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 25 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 30 detik. Jadi, meskipun abu yang membubung ke langit terlihat menarik dalam foto atau video, menjadikan erupsi sebagai bahan wisata dadakan jelas bukan ide yang patut ditiru.

PVMBG mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Warga juga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter karena awan panas dan aliran lahar berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari puncak. Selain itu, kawasan dalam radius 5 kilometer dari kawah harus dihindari karena berisiko terkena lontaran batu pijar. Dengan kata lain, jangan sampai demi konten yang terlihat keren, keselamatan justru dijadikan taruhan.

Bagi masyarakat di wilayah Lumajang, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru, kewaspadaan perlu terus dijaga. Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dapat membahayakan warga, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Alam tidak bisa diajak bercanda, jadi lebih baik mengikuti arahan petugas daripada sibuk mencari sudut terbaik untuk merekam letusan. Sebab, video bisa diambil kapan saja, tetapi keselamatan tidak punya tombol ulang.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/semeru-lagi-lagi-erupsi-manusia-masih-suka-cari-pemandangan-alam-sudah-kasih-peringatan

Negara Lain Sibuk Bikin Teknologi Canggih, di Lumajang Malah Ribut soal Santet!

Negara Lain Sibuk Bikin Teknologi Canggih, di Lumajang Malah Ribut soal Santet!

Lumajang, Jawa Timur — 16 Oktober 2026. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, perselisihan warga yang dikaitkan dengan tuduhan santet di Lumajang justru menyita perhatian. Persoalan tersebut menjadi sorotan setelah muncul tuntutan sumpah pocong sebagai bagian dari konflik antarwarga. Peristiwa ini memunculkan pertanyaan: ketika banyak persoalan nyata membutuhkan perhatian, mengapa masyarakat masih bisa terjebak dalam perselisihan yang berawal dari tuduhan yang belum terbukti?

Tuntutan sumpah pocong menjadi bagian paling menyita perhatian dalam persoalan tersebut. Dalam tradisi yang dikenal di sejumlah daerah di Indonesia, sumpah pocong dikaitkan dengan pernyataan sumpah di bawah keyakinan agama untuk menegaskan kebenaran suatu pengakuan. Namun, sumpah semacam ini bukan pengganti proses pembuktian hukum. Tuduhan santet tetap harus diperlakukan sebagai tuduhan, bukan fakta yang dapat dibenarkan hanya karena seseorang bersedia atau menolak menjalani ritual tersebut.

Persoalan ini juga melibatkan penjelasan dari kepala desa setempat. Untuk memahami duduk perkaranya, kronologi awal perselisihan, keterangan masing-masing pihak, serta upaya penyelesaian yang ditempuh perlu diperiksa secara cermat. Tanpa informasi yang terverifikasi, publik sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan siapa yang benar atau salah. Konflik yang berkembang akibat prasangka justru berisiko merusak hubungan sosial dan memperpanjang ketegangan di lingkungan warga.

Sindiran terhadap fenomena ini bukan berarti merendahkan tradisi atau keyakinan masyarakat, melainkan mengajak publik berpikir kritis ketika menghadapi tuduhan serius. Saat dunia berlomba mengembangkan kecerdasan buatan, kendaraan canggih, dan teknologi kesehatan, konflik sosial seharusnya diselesaikan melalui dialog, bukti, dan jalur hukum yang tepat. Sebab, kemajuan bukan hanya soal seberapa canggih teknologi yang diciptakan, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu menyelesaikan masalah tanpa saling menuduh dan memperkeruh keadaan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/negara-lain-sibuk-bikin-teknologi-canggih-di-lumajang-malah-ribut-soal-santet

Saat Warga Butuh Bantuan Bencana, Dana Darurat Malah Terseret Dugaan Korupsi?

Saat Warga Butuh Bantuan Bencana, Dana Darurat Malah Terseret Dugaan Korupsi?

JAKARTA, 17 Oktober 2026 — Di tengah masyarakat yang membutuhkan bantuan ketika bencana melanda, dugaan korupsi dana darurat justru menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan penyimpangan penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kasus ini menjadi ironi karena anggaran yang seharusnya mendukung penanganan keadaan darurat diduga dimanfaatkan melalui praktik penyalahgunaan wewenang dan suap dalam pengadaan barang dan jasa. Kritiknya sederhana: dana untuk menghadapi bencana semestinya mengutamakan keselamatan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026. Dalam perkembangannya, penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka, yakni Bima Setiawan, Richard Erlangga, Gabriel Purwaka Sigit, Syifa Nrika Ghifarin, dan Gery Prasetiawan. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan konflik kepentingan dalam pengadaan serta penerimaan suap dari pihak penyedia. Menurut keterangan KPK yang diberitakan ANTARA pada 16 Oktober 2026, pengadaan melalui penunjukan langsung pada periode 2024–2026 menjadi salah satu bagian yang didalami penyidik.

Besarnya nilai pengadaan yang disorot juga menambah perhatian publik. KPK menduga nilai pengadaan yang berkaitan dengan penyedia terafiliasi mencapai sekitar Rp148 miliar. Dalam rangkaian penyidikan, KPK turut menyita barang bukti senilai sekitar Rp5,47 miliar, berupa uang tunai, mata uang asing, emas, dan aset kripto. Penyidik juga menelusuri dugaan pemanfaatan dana yang mengalir ke perusahaan terafiliasi untuk kepentingan pribadi. Namun, nilai pengadaan tersebut bukan berarti seluruhnya merupakan kerugian negara, sementara barang bukti yang disita juga tidak otomatis sama dengan total kerugian negara.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan anggaran kebencanaan membutuhkan pengawasan ketat, transparansi, dan pertanggungjawaban yang jelas. Dana Siap Pakai disediakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam situasi darurat, sehingga setiap penyimpangan berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap penanganan bencana. KPK masih mendalami dokumen pengadaan dan aliran dana untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain. Pada tahap ini, dugaan terhadap para tersangka harus tetap dibedakan dari putusan pengadilan. Sebab, ketika masyarakat sedang berjuang menghadapi bencana, yang paling dibutuhkan adalah bantuan tepat sasaran dan pengelolaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/saat-warga-butuh-bantuan-bencana-dana-darurat-malah-terseret-dugaan-korupsi

Kasir Tak Lagi Sibuk Menghitung, Aposerba Bantu Pemilik Usaha Melihat Gambaran Bisnisnya

Kasir Tak Lagi Sibuk Menghitung, Aposerba Bantu Pemilik Usaha Melihat Gambaran Bisnisnya

Mengelola usaha bukan hanya soal menjual produk dan melayani pelanggan. Di balik aktivitas jual beli, pemilik usaha juga perlu memastikan pencatatan transaksi, pengelolaan stok, serta laporan keuangan berjalan dengan baik. Jika semua dilakukan secara manual, pekerjaan dapat menyita banyak waktu dan meningkatkan risiko kesalahan pencatatan, terutama ketika jumlah transaksi semakin bertambah.

Kondisi tersebut membuat penggunaan teknologi digital semakin relevan bagi pelaku usaha, mulai dari toko kelontong hingga bisnis ritel yang memiliki banyak produk. Sistem yang terorganisasi dapat membantu pemilik usaha memantau aktivitas operasional dengan lebih mudah, sehingga waktu dan tenaga bisa dialihkan untuk meningkatkan pelayanan pelanggan serta mengembangkan bisnis.

Salah satu solusi digital yang dapat dipertimbangkan adalah Aposerba, aplikasi kasir digital yang dapat diakses melalui aposerba.com. Aposerba hadir sebagai pilihan bagi pelaku usaha yang ingin memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses transaksi dan pengelolaan kegiatan bisnis. Dengan sistem kasir digital, proses pencatatan penjualan dapat menjadi lebih praktis dibandingkan mengandalkan catatan manual sepenuhnya.

Melalui pemanfaatan Aposerba, pelaku usaha dapat mulai membangun kebiasaan pengelolaan bisnis yang lebih tertata dan mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan aplikasi kasir digital juga dapat menjadi langkah untuk mendukung efisiensi operasional sehari-hari. Sebelum menggunakannya, pemilik usaha dapat mengunjungi situs resmi Aposerba untuk mempelajari fitur yang tersedia dan menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis masing-masing.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kasir-tak-lagi-sibuk-menghitung-aposerba-bantu-pemilik-usaha-melihat-gambaran-bisnisnya

Bukan Sekadar Bertani, Panen Raya Bantu Kelola Usaha dari Lahan hingga Transaksi

Bukan Sekadar Bertani, Panen Raya Bantu Kelola Usaha dari Lahan hingga Transaksi

Dunia pertanian terus berkembang seiring hadirnya teknologi digital yang membantu berbagai aktivitas menjadi lebih praktis. Petani tidak hanya perlu memperhatikan proses penanaman dan kualitas hasil panen, tetapi juga harus mengelola data, mencatat transaksi, serta memastikan kegiatan usaha berjalan dengan teratur. Pengelolaan yang baik menjadi salah satu hal penting agar usaha pertanian dapat berkembang dan lebih mudah dipantau.

Di tengah tantangan tersebut, pemanfaatan teknologi dapat menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual. Data yang tersusun dengan baik membantu pelaku usaha pertanian memantau aktivitasnya, meninjau informasi yang dibutuhkan, dan mengelola pekerjaan sehari-hari secara lebih terarah. Digitalisasi pun membuka peluang bagi sektor pertanian untuk beradaptasi dengan kebutuhan bisnis yang semakin dinamis.

Salah satu solusi digital yang dapat dikenali oleh pelaku usaha pertanian adalah Aplikasi Panen Raya, yang dapat diakses melalui panenrayakita.id. Aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan teknologi dalam mendukung pengelolaan data dan transaksi usaha pertanian. Dengan pengelolaan informasi yang lebih terstruktur, aktivitas operasional diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis dan mudah dipantau.

Melalui pemanfaatan Aplikasi Panen Raya, pelaku usaha pertanian memiliki peluang untuk membangun pengelolaan bisnis yang lebih tertata sesuai kebutuhan operasionalnya. Teknologi seperti ini dapat mendukung proses kerja yang lebih efisien sekaligus membantu pengguna beradaptasi dengan perkembangan digital. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai layanan dan fitur yang tersedia, pengguna dapat mengunjungi situs resmi Panen Raya dan menyesuaikannya dengan kebutuhan usaha masing-masing.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-sekadar-bertani-panen-raya-bantu-kelola-usaha-dari-lahan-hingga-transaksi

Belajar Tak Harus Menunggu di Kelas, Ruang Siswa Hadir sebagai Pilihan Pembelajaran Digital

Belajar Tak Harus Menunggu di Kelas, Ruang Siswa Hadir sebagai Pilihan Pembelajaran Digital

Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam dunia pendidikan. Kini, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dapat didukung oleh berbagai sumber belajar digital yang bisa diakses melalui perangkat elektronik. Perubahan ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi materi pelajaran, mengulang pembahasan yang belum dipahami, dan membangun kebiasaan belajar secara lebih mandiri.

Bagi pelajar, tantangan belajar bukan hanya memahami materi di sekolah, melainkan juga mengatur waktu, menyelesaikan tugas, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Dukungan teknologi pendidikan dapat membantu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih fleksibel. Meski demikian, keberhasilan belajar tetap membutuhkan kedisiplinan, pendampingan yang tepat, serta kemauan siswa untuk terus berlatih dan memperdalam pemahaman.

Ruang Siswa dapat diperkenalkan sebagai nama platform yang berkaitan dengan kebutuhan pembelajaran siswa di era digital. Sebelum memanfaatkannya, siswa dan orang tua perlu mengenali informasi resmi mengenai layanan, materi, serta fitur yang benar-benar tersedia. Dengan memahami fungsi platform secara tepat, pengguna dapat menilai apakah layanan tersebut sesuai untuk mendukung kegiatan belajar sehari-hari.

Melalui pemanfaatan platform pembelajaran digital seperti Ruang Siswa, kegiatan belajar dapat menjadi bagian dari rutinitas yang lebih terencana apabila tersedia fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Siswa dapat menjadikan teknologi sebagai pendukung untuk meningkatkan kemandirian dan konsistensi belajar, bukan sebagai pengganti peran guru. Pada akhirnya, perpaduan antara sumber belajar yang tepat, pendampingan, dan semangat untuk berkembang menjadi kunci dalam membangun pengalaman pendidikan yang lebih baik.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/belajar-tak-harus-menunggu-di-kelas-ruang-siswa-hadir-sebagai-pilihan-pembelajaran-digital

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Kuliah Akuntansi Tak Harus Bikin Pusing, Ada Cara Belajar yang Lebih Praktis!

Menjadi mahasiswa jurusan akuntansi bukan hanya tentang menghafal debit dan kredit. Ada banyak materi yang perlu dipahami, mulai dari penyusunan laporan keuangan, perpajakan, audit, hingga analisis transaksi bisnis. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa kesulitan ketika harus menghubungkan teori di kelas dengan penerapannya di dunia kerja. Karena itu, metode belajar yang praktis, fleksibel, dan mudah dipahami menjadi kebutuhan penting agar mahasiswa dapat mempelajari materi secara lebih efektif.

Di tengah perkembangan teknologi pendidikan, proses belajar kini tidak lagi terbatas pada ruang kelas dan buku cetak. Mahasiswa dapat memanfaatkan platform pembelajaran digital untuk memperluas pemahaman, mengulang materi, serta menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas perkuliahan. Pendekatan ini juga membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi ujian, tugas kuliah, dan tantangan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

Salah satu platform yang dapat dikenal lebih lanjut adalah ACC Learning, yang menghadirkan pendekatan pembelajaran berbasis digital. Bagi mahasiswa akuntansi, platform pembelajaran seperti ini dapat menjadi pilihan untuk mendukung proses belajar di luar perkuliahan formal. Melalui pemanfaatan teknologi, kegiatan belajar diharapkan terasa lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan pengetahuan maupun keterampilan.

Dengan memanfaatkan ACC Learning, mahasiswa dapat mengeksplorasi pengalaman belajar digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi diri. Agar penggunaannya benar-benar sesuai kebutuhan, mahasiswa sebaiknya memeriksa materi, fitur, serta program pembelajaran yang tersedia di platform tersebut. Dengan memilih sumber belajar yang tepat dan tetap berlatih mengerjakan soal serta studi kasus akuntansi, mahasiswa dapat membangun pemahaman yang lebih kuat sebagai bekal memasuki dunia kerja.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kuliah-akuntansi-tak-harus-bikin-pusing-ada-cara-belajar-yang-lebih-praktis

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

Kursi Jabatan Kembali Berubah, Siapa yang Mendapat Kepercayaan Prabowo?

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan jajaran pemerintahan dengan melantik sembilan pejabat baru di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Perubahan ini mencakup sejumlah posisi strategis di kementerian, lembaga negara, dan lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pergantian tersebut menjadi bagian dari penataan kepemimpinan pemerintahan yang menarik perhatian publik, terutama karena beberapa jabatan berkaitan langsung dengan pertahanan, penanggulangan bencana, dan pengelolaan lingkungan.

Salah satu perubahan penting terjadi di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi dilantik sebagai kepala BNPB menggantikan Letnan Jenderal TNI Suharyanto. Pergantian ini berlangsung ketika Indonesia menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah. Dalam situasi tersebut, kepemimpinan BNPB memiliki peran penting dalam koordinasi penanganan bencana, kesiapsiagaan, serta upaya melindungi masyarakat terdampak.

Di sektor pertahanan, Prabowo melantik Marsekal TNI Yusuf Djauhari dan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara itu, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dipercaya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Maruli kemudian mendapat penugasan sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil. Perubahan tersebut menempatkan sejumlah perwira tinggi pada posisi baru dengan tanggung jawab strategis masing-masing.

Selain itu, Presiden melantik Alim Setiawan Slamet sebagai Wakil Menteri Pertanian dan Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Prabowo juga menunjuk Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional serta Mayor Jenderal TNI Sriyanto sebagai wakil kepala badan tersebut. Dengan susunan baru ini, perhatian publik tertuju pada bagaimana para pejabat akan menjalankan tugas, menerjemahkan arahan presiden menjadi program kerja, dan meningkatkan kinerja lembaga yang dipimpin.

Perombakan jabatan bukan hanya soal siapa yang menempati kursi pemerintahan, melainkan juga hasil kerja yang diharapkan masyarakat. Publik tentu menantikan langkah konkret dalam menangani bencana, memperkuat pertahanan, menjaga lingkungan, dan meningkatkan pelayanan publik. Meski pergantian pejabat dapat membuka peluang pembaruan, efektivitasnya tetap perlu dinilai melalui kebijakan, transparansi, serta hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat. Pada akhirnya, kepercayaan yang diberikan melalui pelantikan harus dibuktikan dengan kinerja nyata, bukan sekadar perubahan nama dan jabatan.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/kursi-jabatan-kembali-berubah-siapa-yang-mendapat-kepercayaan-prabowo

Bukan Fiksi Lagi! Tesla Roadster Bisa Terbang, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Penasaran

Bukan Fiksi Lagi! Tesla Roadster Bisa Terbang, Tapi Ada Satu Hal yang Bikin Penasaran

Mobil terbang yang selama ini identik dengan film fiksi ilmiah kini menjadi sorotan setelah Tesla memperkenalkan generasi terbaru mobil sport Roadster dalam demonstrasi pada 15 Oktober 2026 di Texas, Amerika Serikat. Kendaraan besutan Elon Musk tersebut memperlihatkan kemampuan melayang dan melakukan manuver di udara dengan teknologi pendorong berbasis gas bertekanan tinggi. Aksi itu langsung menarik perhatian karena menghadirkan gambaran baru tentang masa depan kendaraan listrik. Reuters

Hal yang membuat kendaraan ini berbeda adalah penggunaan teknologi yang dikembangkan bersama SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk. Dalam demonstrasi tersebut, Roadster diperlihatkan meluncur melalui lintasan khusus, melayang, berputar di udara, lalu mendarat kembali. Teknologi pendorong tersebut menjadi bagian paling menarik dari pertunjukan, meskipun kemampuan itu belum berarti mobil dapat digunakan untuk terbang bebas seperti pesawat atau helikopter. CBS News

Tesla Roadster generasi terbaru juga diklaim menawarkan akselerasi ekstrem, dengan target produksi yang diumumkan untuk 2028. Namun, ada hal penting yang perlu diketahui: demonstrasi terbang tersebut belum membuktikan bahwa kendaraan ini siap digunakan sehari-hari di jalan raya maupun di udara. Versi yang diperlihatkan masih merupakan kendaraan demonstrasi, sementara aspek keselamatan, perizinan penerbangan, dan penerapan teknologi untuk penggunaan umum masih menjadi tantangan besar.

Kehadiran Roadster ini pun memunculkan pertanyaan menarik: apakah mobil terbang benar-benar akan menjadi kendaraan masa depan atau hanya teknologi eksperimental yang sulit dijangkau masyarakat luas? Untuk saat ini, Tesla telah menunjukkan demonstrasi yang mencuri perhatian, tetapi masyarakat masih perlu menunggu perkembangan berikutnya sebelum dapat mengetahui apakah kemampuan terbang tersebut akan hadir pada kendaraan produksi. Satu hal yang jelas, batas antara teknologi otomotif dan teknologi antariksa kini semakin menarik untuk disimak.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/bukan-fiksi-lagi-tesla-roadster-bisa-terbang-tapi-ada-satu-hal-yang-bikin-penasaran

Tak Cukup Ramai Pembeli, UMKM Juga Perlu Catatan Keuangan yang Rapi!

Tak Cukup Ramai Pembeli, UMKM Juga Perlu Catatan Keuangan yang Rapi!

Perkembangan pembayaran digital mendorong pelaku UMKM beradaptasi dengan transaksi yang lebih praktis. Namun, banyaknya pembeli belum tentu menjamin keuntungan jika pemasukan, pengeluaran, dan stok barang tidak tercatat dengan baik. Karena itu, pencatatan keuangan yang teratur penting untuk membantu pedagang mengontrol usaha.

Salah satu kemudahannya adalah QRIS, yang memungkinkan pelanggan membayar secara non-tunai. Pedagang tetap perlu memeriksa status pembayaran melalui kanal resmi, mencocokkan transaksi, serta menjaga keamanan akun dengan tidak membagikan kata sandi dan kode OTP kepada siapa pun.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Aposerba hadir sebagai aplikasi kasir digital dengan fitur pencatatan transaksi penjualan, pengelolaan stok, laporan penjualan, serta keuangan dan akuntansi. Aplikasi ini membantu pedagang memantau aktivitas usaha secara lebih terstruktur. Informasi fitur dan paket layanan dapat dilihat melalui situs resmi Aposerba.

Digitalisasi akan lebih bermanfaat jika disertai kebiasaan mencatat transaksi secara konsisten, memeriksa laporan, dan mengevaluasi pengeluaran. Dengan dukungan Aposerba dan pengelolaan yang disiplin, UMKM dapat lebih mudah memahami kondisi keuangan serta merencanakan perkembangan usahanya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/tak-cukup-ramai-pembeli-umkm-juga-perlu-catatan-keuangan-yang-rapi

Pelanggan Tak Selalu Melihat Iklan, Tapi Satu Pesan WhatsApp Bisa Mengubah Segalanya

Pelanggan Tak Selalu Melihat Iklan, Tapi Satu Pesan WhatsApp Bisa Mengubah Segalanya

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, menarik perhatian pelanggan bukan perkara mudah. Unggahan media sosial bisa saja terlewat, sementara iklan membutuhkan strategi dan anggaran tersendiri. Karena itu, pelaku usaha perlu menemukan cara komunikasi yang lebih dekat dengan calon pembeli. Salah satu pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah memanfaatkan WhatsApp sebagai sarana untuk menyampaikan informasi, penawaran, dan kabar terbaru secara langsung kepada pelanggan.

Namun, mengirim pesan satu per satu tentu membutuhkan waktu, terutama ketika bisnis memiliki banyak pelanggan. Di sisi lain, pesan promosi yang tidak relevan atau dikirim terlalu sering justru dapat membuat penerima merasa terganggu. Kuncinya bukan sekadar menjangkau banyak orang, melainkan memastikan informasi yang dikirim sesuai kebutuhan, disampaikan dengan jelas, dan diberikan kepada kontak yang memang bersedia menerima komunikasi dari bisnis.

Di sinilah WA Blasting dapat menjadi pilihan untuk membantu kegiatan pemasaran berjalan lebih praktis. Melalui layanan pengiriman pesan WhatsApp secara massal, bisnis dapat menyampaikan informasi promo, peluncuran produk, pengumuman, hingga tindak lanjut kepada banyak pelanggan tanpa harus mengetik pesan berulang kali. Dengan pengelolaan kontak dan penyusunan pesan yang tepat, komunikasi dapat dilakukan secara lebih teratur sekaligus menghemat waktu tim pemasaran.

Lebih dari sekadar mengirim pesan, WA Blasting dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan pelanggan. Pelaku usaha dapat menyesuaikan isi pesan berdasarkan kebutuhan audiens, memilih waktu pengiriman yang tepat, serta mengevaluasi respons untuk menyusun strategi berikutnya. Penggunaannya tetap perlu memperhatikan persetujuan penerima, relevansi pesan, dan kebijakan WhatsApp agar promosi tidak berubah menjadi spam. Dengan strategi yang tepat, WA Blasting dapat menjadi salah satu pendukung pemasaran digital yang membantu bisnis menjangkau pelanggan secara lebih efektif.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/pelanggan-tak-selalu-melihat-iklan-tapi-satu-pesan-whatsapp-bisa-mengubah-segalanya

SBY Ingatkan Politikus: Jangan Sampai Partai Diutamakan, Negara Malah Dilupakan!

SBY Ingatkan Politikus: Jangan Sampai Partai Diutamakan, Negara Malah Dilupakan!

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti pentingnya sikap negarawan di tengah dinamika politik nasional. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada peringatan Dies Natalis ke-68 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Jawa Barat, pada 13 Oktober 2026. Dalam kesempatan itu, SBY mengajak para pemimpin dan politikus untuk tidak hanya memikirkan kepentingan jangka pendek, tetapi juga masa depan bangsa.

Menurut SBY, keinginan politikus untuk kembali terpilih dalam pemilu merupakan hal yang wajar. Namun, seorang negarawan harus memiliki cara pandang yang lebih luas dengan mempertimbangkan kepentingan negara dalam jangka panjang. Ia menegaskan prinsip country over party, yakni kepentingan bangsa dan negara harus ditempatkan di atas kepentingan partai politik. Pesan tersebut menekankan bahwa jabatan politik bukan semata-mata tentang mempertahankan kekuasaan, melainkan juga tentang tanggung jawab terhadap masa depan masyarakat.

Selain membahas sikap negarawan, SBY menegaskan bahwa politik tetap harus memiliki moral dan etika meskipun persaingan di dalamnya dapat berlangsung keras. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kini tidak lagi aktif dalam politik praktis sehari-hari dan sedang menekuni dunia seni. Meski demikian, ia menyatakan tetap memberikan dukungan kepada generasi muda yang ingin berkiprah dalam politik. Menurutnya, pengalaman generasi terdahulu dapat menjadi bekal bagi generasi berikutnya dalam menjalankan tanggung jawab kepemimpinan.

Pernyataan SBY kemudian mendapat perhatian dalam pemberitaan politik, termasuk setelah muncul respons dari politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang mengomentari pesan tersebut. Sejumlah pihak mengaitkan pernyataan SBY dengan dinamika politik tokoh nasional, tetapi tidak tepat menyimpulkan bahwa pesan itu ditujukan kepada seseorang tertentu tanpa bukti yang jelas. Inti pernyataan SBY adalah pentingnya menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan partai, menjaga etika politik, dan memikirkan masa depan Indonesia.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/sby-ingatkan-politikus-jangan-sampai-partai-diutamakan-negara-malah-dilupakan

Dari Membongkar Korupsi Triliunan hingga Duduk di Kursi Terdakwa, Nama Febrie Adriansyah Jadi Sorotan!

Dari Membongkar Korupsi Triliunan hingga Duduk di Kursi Terdakwa, Nama Febrie Adriansyah Jadi Sorotan!

Nama Febrie Adriansyah kembali menjadi perhatian publik setelah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tersebut menyampaikan pembelaan dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Rabu, 14 Oktober 2026. Febrie menegaskan bahwa komitmennya terhadap pemberantasan korupsi tidak berubah, meskipun kini menghadapi dakwaan dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pernyataan itu menjadi sorotan karena Febrie sebelumnya dikenal pernah menangani sejumlah perkara korupsi berskala besar.

Dalam nota perlawanannya, Febrie mengungkit rekam jejak penanganan perkara besar, termasuk kasus tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina serta tata niaga komoditas timah. Ia menyampaikan bahwa perkara-perkara tersebut telah diproses hingga berkekuatan hukum tetap. Febrie juga menyatakan tidak pernah meminta jabatan selama berkarier sebagai jaksa dan mempertanyakan tuduhan yang kini ditujukan kepadanya. Menurut laporan ANTARA, ia menekankan bahwa penegakan hukum seharusnya berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum, bukan tekanan kepentingan atau pembalasan.

Di sisi lain, perkara yang menjerat Febrie tetap harus dipahami berdasarkan proses hukum yang berjalan. Jaksa penuntut umum mendakwanya melakukan pemerasan senilai Rp55 miliar terkait penanganan perkara PT Asuransi Jiwasraya dan/atau PT ASABRI, serta TPPU. Dalam laporan detikNews, Febrie dan pihak terkait juga disebut menghadapi dakwaan TPPU dengan nilai sekitar Rp346,7 miliar dan 440.990 dolar AS. Angka dan uraian tersebut merupakan bagian dari dakwaan penuntut umum, bukan putusan bersalah yang telah berkekuatan hukum tetap. Febrie membantah tuduhan dan melalui nota perlawanannya meminta agar dakwaan dibatalkan atau dinyatakan tidak dapat diterima.

Perkembangan ini menjadi ujian penting bagi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia. Rekam jejak menangani perkara korupsi besar tidak otomatis membuktikan seseorang bersalah maupun membebaskannya dari proses hukum; sebaliknya, dakwaan juga tidak boleh langsung dianggap sebagai vonis. Publik perlu mengikuti jalannya persidangan, memeriksa bukti yang diajukan kedua pihak, serta menunggu keputusan majelis hakim. Pada akhirnya, prinsip yang harus dijaga tetap sama: pemberantasan korupsi harus tegas, transparan, dan berlaku bagi siapa pun tanpa pengecualian.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/dari-membongkar-korupsi-triliunan-hingga-duduk-di-kursi-terdakwa-nama-febrie-adriansyah-jadi-sorotan

Ngecas Cuma 5 Menit, Mobil Listrik BYD Bikin Waktu Tunggu Terasa Kuno!

Ngecas Cuma 5 Menit, Mobil Listrik BYD Bikin Waktu Tunggu Terasa Kuno!

Bayangkan baru selesai memesan kopi, tetapi baterai mobil listrik sudah terisi jauh lebih banyak. Gambaran itu kini semakin mendekati kenyataan lewat teknologi Flash Charging yang diperkenalkan BYD di Indonesia pada 14 Oktober 2026. Inovasi ini menjadi sorotan karena menawarkan waktu pengisian daya yang jauh lebih singkat dibandingkan pengisian mobil listrik pada umumnya. Jika selama ini pengemudi harus mengatur perjalanan berdasarkan waktu mengecas, teknologi baru ini berpotensi membuat pengalaman berkendara listrik menjadi lebih praktis.

Keunggulan utamanya terletak pada kecepatan pengisian baterai. Menurut BYD, teknologi Flash Charging yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua mampu mengisi daya dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit. Bahkan, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim dapat dicapai dalam sembilan menit pada kondisi lingkungan normal. Angka ini tentu menarik perhatian, terutama bagi pengemudi yang sering melakukan perjalanan jauh dan tidak ingin terlalu lama berhenti di stasiun pengisian.

Teknologi tersebut berpotensi mengurangi salah satu kekhawatiran pengguna mobil listrik, yaitu waktu pengisian baterai yang panjang. Namun, kecepatan tersebut tidak berarti semua mobil listrik bisa mengecas secepat itu. Hasilnya bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan baterai, kemampuan stasiun pengisian, serta kondisi penggunaan. Karena itu, ketersediaan infrastruktur Flash Charging menjadi faktor penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. BYD sebelumnya juga mengumumkan rencana pembangunan jaringan stasiun Flash Charging di China dan ekspansi global secara bertahap.

Kehadiran Flash Charging menunjukkan bahwa persaingan mobil listrik kini bukan hanya soal harga, desain, atau jarak tempuh, tetapi juga seberapa cepat kendaraan dapat kembali digunakan. Meski demikian, calon konsumen tetap perlu memperhatikan harga kendaraan, lokasi stasiun yang kompatibel, biaya pengisian, dan layanan purnajual sebelum memutuskan membeli. Jika jaringan pengisian cepat berkembang dan dapat diakses dengan mudah, teknologi ini berpotensi membuat mobil listrik semakin praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Jadi, bukan sekadar baterai cepat penuh—yang paling penting, kemudahan itu benar-benar tersedia saat pengemudi membutuhkannya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/ngecas-cuma-5-menit-mobil-listrik-byd-bikin-waktu-tunggu-terasa-kuno

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Masih Serba Manual? Mungkin Ini Alasan Merpati Si Kades Patut Dilirik

Mengelola pemerintahan desa bukan hanya soal menjalankan administrasi, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib, cepat, dan mudah diakses. Di tengah perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan sistem kerja yang lebih praktis semakin penting. Perangkat desa dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar pekerjaan administratif tidak terus menyita waktu dan menghambat pelayanan kepada warga.

Selama ini, berbagai urusan pemerintahan desa dapat melibatkan pencatatan data, pengelolaan dokumen, serta koordinasi antarperangkat. Jika proses tersebut masih dilakukan secara terpisah, pekerjaan berisiko menjadi kurang efisien dan membutuhkan waktu lebih lama. Karena itu, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu pilihan untuk membantu desa membangun tata kelola yang lebih terorganisasi, sekaligus mendukung pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Salah satu solusi digital yang dapat dilirik adalah Merpati Si Kades, sebuah aplikasi yang diperkenalkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan pemerintahan desa. Melalui pendekatan berbasis teknologi, aplikasi ini dapat menjadi pilihan bagi desa yang ingin mulai menata proses kerja secara lebih modern. Informasi mengenai produk ini dapat dilihat melalui halaman Merpati Si Kades, sehingga calon pengguna dapat mengenal layanan yang ditawarkan sebelum mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan desa.

Kehadiran Merpati Si Kades membawa perhatian pada pentingnya digitalisasi dalam membangun pelayanan desa yang lebih praktis dan terarah. Dengan memilih sistem yang sesuai, pemerintah desa berpeluang meningkatkan keteraturan administrasi dan mendukung koordinasi pekerjaan sehari-hari. Pada akhirnya, transformasi digital bukan sekadar mengikuti tren, melainkan langkah untuk mendorong pengelolaan desa yang lebih siap menghadapi kebutuhan masyarakat masa kini.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/masih-serba-manual-mungkin-ini-alasan-merpati-si-kades-patut-dilirik

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

Karhutla Belum Selesai, Hutan Rusak 12,7 Juta Hektare Malah Dilirik untuk Biofuel?

JAKARTA – Saat persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman, muncul gagasan pemanfaatan 12,7 juta hektare hutan terdegradasi untuk produksi bahan bakar nabati. Gagasan ini disampaikan Hashim Djojohadikusumo, adik Presiden Prabowo Subianto, dalam Investor Daily Summit 2026 pada 7 Oktober 2026.

Hashim menyebut lahan hutan yang telah rusak dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi biofuel B50 hingga B100 sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Namun, gagasan tersebut tidak berarti seluruh lahan akan ditanami kelapa sawit. Jenis tanaman dan skema pemanfaatannya masih membutuhkan kejelasan.

Kalau hutan rusak harus diselamatkan, mengapa pemanfaatannya untuk produksi energi justru menjadi sorotan? Lahan terdegradasi memang berpotensi memberikan nilai ekonomi, tetapi perkebunan monokultur tidak otomatis menggantikan fungsi hutan alam dalam menjaga keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, dan mengatur tata air.

Pemerintah perlu menjelaskan lokasi, status lahan, serta rencana pemulihannya agar program biofuel tidak menimbulkan kerusakan baru. Sebab, jangan sampai ketika hutan terbakar kita sibuk memadamkan api, tetapi ketika lahannya dibicarakan, yang lebih dulu terbayang justru potensi produksinya.


Sumber: https://unggulan.bwihost.com/berita/karhutla-belum-selesai-hutan-rusak-127-juta-hektare-malah-dilirik-untuk-biofuel