
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian positif dalam pembenahan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat menyampaikan pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026). Menurut Prabowo, restrukturisasi dan perampingan BUMN mulai memberikan hasil nyata, baik dari sisi efisiensi maupun peningkatan kontribusi perusahaan negara kepada masyarakat. (ANTARA News Jawa Timur)
Salah satu capaian yang disoroti adalah penghematan biaya overhead sekitar Rp50 triliun pada 2026. Prabowo menjelaskan bahwa penghematan tersebut berasal antara lain dari perampingan biaya gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, sewa kendaraan, serta perjalanan dinas. Pemerintah menargetkan efisiensi tersebut terus meningkat hingga lebih dari Rp70 triliun pada 31 Desember 2026. (ANTARA News Jawa Timur)
Prabowo juga menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan penataan besar terhadap struktur BUMN. Sebanyak 290 BUMN telah ditutup, sementara hingga akhir 2026 pemerintah menargetkan jumlah entitas BUMN menjadi paling banyak 300 perusahaan. Prinsip yang ditekankan adalah mempertahankan perusahaan yang produktif dan mampu menciptakan nilai tambah bagi rakyat, sementara entitas yang tidak produktif akan direstrukturisasi. (https://www.metrotvnews.com)
Dampak pembenahan tersebut, menurut Prabowo, mulai terlihat pada kinerja sejumlah perusahaan negara. Pada 2025, keuntungan BUMN disebut mencapai Rp326 triliun, meningkat 75,3 persen dibandingkan 2024. Setoran dividen kepada negara juga mencapai Rp142,3 triliun, naik 67 persen dari tahun sebelumnya. Untuk 2026, pemerintah memperkirakan dividen BUMN dapat mencapai Rp200 triliun tanpa penanaman modal negara (PMN). (ANTARA News Jawa Timur)
Prabowo memberikan apresiasi khusus kepada Danantara beserta seluruh timnya atas peran dalam pembenahan dan transformasi BUMN. Ia menilai peningkatan kinerja perusahaan negara dapat menjadi modal penting untuk mempercepat pembangunan, termasuk program hilirisasi. Sejumlah proyek yang telah dimulai mencakup pengolahan batu bara menjadi DME, hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, serta pengembangan alumina menjadi aluminium. Menurut Prabowo, langkah tersebut bukan semata-mata mengejar keuntungan, tetapi diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. (ANTARA News Ambon)






0 komentar:
Posting Komentar